Aplikasi BRImo. (ShutterStock/bagussatria)
Mengiringi transformasi di masa pandemi, kata Sunarso, BRI fokus pada dua area utama, yaitu digital dan budaya. Transformasi digital dilakukan untuk mendapatkan efisiensi melalui digitalisasi proses bisnis, dan menciptakan value baru melalui new business model.
Sunarso menyampaikan bahwa salah satu contoh nyata efisiensi digitalisasi business process adalah dengan adanya BRISPOT, aplikasi pemrosesan kredit secara mobile yang digunakan oleh tenaga pemasar BRI. “Dengan BRISPOT, proses booking kredit mikro (produktivitas) meningkat dari rata-rata Rp2,5 triliun per bulan menjadi lebih dari Rp4 triliun per bulan,” ujarnya.
Selain itu, melalui aplikasi ini, proses kredit pun menjadi jauh lebih cepat, dari 2 minggu menjadi rata-rata 2 hari. Keberhasilan lain dari transformasi digital BRI adalah layanan perbankan melalui Agen BRILink. “Volume transaksinya telah menembus Rp800 triliun pada tahun lalu dan tahun ini kami targetkan mencapai lebih dari Rp1000 triliun,” kata Sunarso.
Contoh lain transformasi digital adalah kehadiran aplikasi BRImo, Super Apps milik BRI yang mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan selama pandemi berlangsung. Hingga akhir Juni 2021, pemakai BRImo mencapai 11,1 juta user dengan pertumbuhan 106,7%. Jumlah transaksi yang terjadi pun mencapai 710 juta transaksi dengan pertumbuhan 2.186% dan volume transaksi yang bertumbuh 663,2%.