Dirut MIND ID Minta Insentif Harga Gas US$6 MMBtu

Insentif dibutuhkan untuk topang rencana ekspansi.

Dirut MIND ID Minta Insentif Harga Gas US$6 MMBtu
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Dirut MIND ID Hendi Prio Santoso meminta dukungan berupa harga gas US$6 per Million British Thermal Unit (MMBtu) untuk menopang rencana ekspansi Holding BUMN Pertambangan di masa depan. Pasalnya, harga gas murah sangat dibutuhkan untuk efisiensi operasi pabrik pemurnian dan pengolahan mineral atau smelter. 

Ia menyebut, misalnya, smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa dan smelter Feronikel di Tanjung Buli, Halmahera Timur dapat menggunakan gas untuk pembangkit sehingga biaya penyediaan listrik menjadi lebih ekonomis.

"Kami berharap mendapatkan tarif insentif yang diberlakukan untuk beberapa industri. Biasanya prosesnya melalui Kementerian Perindustrian memberikan rekomendasi kemudian ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Kami mohon bisa dapat gas US$6 per MMBtu itu," ujarnya di Komisi VII, Rabu (16/2).

Selain itu, MIND ID juga berharap mendapatkan tarif listrik murah sekitar US$3-4 sen per kilowatt jam (kWh) untuk rencana ekspansi kapasitas produksi smelter aluminium di Halmahera Timur. 

Sejauh ini, PLN telah memberikan sinyal bahwa perusahaan setrum pelat merah ini bersedia menyediakan pasokan listrik untuk kebutuhan perusahaan pelat merah tersebut. "Kami harapkan dukungan agar rencana kerja sama ini terealisasi dengan waktu dekat," katanya.

Hendi juga berharap agar pengelolaan RKAB dilakukan secara terpusat di Kementerian ESDM untuk seluruh komoditas tambang. Kemudian dukungan untuk keberlanjutan operasi penambangan di PTFI sesuai Life of Mine Plan PTFI setelah 2041.

Selanjutnya, ia meminta dukungan untuk percepatan proses konversi KK ke IUPK di PT Vale Indonesia sebelum 2025. Sehingga keinginan MIND ID untuk dapat menambah porsi kepemilikan di PT Vale Indonesia dapat diwujudkan.

"Terakhir kami meminta dukungan dari TNI dan POLRI untuk membentuk satgas nasional pengamanan aset minerba dari PETI (pertambangan tanpa izin)," ujar Hendi.

Laba melonjak

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga memaparkan capaian kinerja perusahaan hingga September 2021. Ia mengatakan, laba bersih MIND ID naik hampir 800 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp9,82 triliun.

"Dapat kami sampaikan karena mayoritas dari anggota perusahaan yang bernaung di bawah MIND ID itu kebanyakan Tbk. Kami hanya bisa menyampaikan laporan sampai September 2021, karena yang Desember dalam finalisasi auditnya," katanya.

Pendapatan perusahaan tercatat naik 34,9 persen menjadi Rp63,8 triliun dan EBITDA juga naik 179,4 persen menjadi Rp19,8 triliun dibanding tahun 2020.

Sementara itu aset tercatat naik 1,6 persen menjadi Rp202 triliun. Adapun kas setara kas tercatat sebesar Rp38,1 triliun atau lebih rendah 23,1 persen. "Utang berbunga juga turun ke Rp94,2 triliun atau 12,7 persen lebih rendah ytd 2020," ujarnya

Magazine

SEE MORE>
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024
Change the World 2023
Edisi Desember 2023
Back for More
Edisi November 2023
Businessperson of the Year 2023
Edisi Oktober 2023
Rethinking Wellness
Edisi September 2023
Fortune Indonesia 100
Edisi Agustus 2023
Driving Impactful Change
Edisi Juli 2023

Most Popular

Paylater Layaknya Pedang Bermata Dua, Kenali Risiko dan Manfaatnya
Bidik Pasar ASEAN, Microsoft Investasi US$2,2 Miliar di Malaysia
LPS Bayarkan Klaim Rp237 Miliar ke Nasabah BPR Kolaps dalam 4 Bulan
Bukan Cuma Untuk Umrah, Arab Saudi Targetkan 2,2 Juta Wisatawan RI
BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.800 per US$, Ini Faktor-faktornya
Rambah Bisnis Es Krim, TGUK Gandeng Aice Siapkan Investasi Rp700 M