Volatilitas: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Hitungnya

Membaca pergerakan saham dengan volatilitas.

Volatilitas: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Cara Hitungnya
ilustrasi candlestick (pexels.com/AlphaTradeZone)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Volatilitas adalah istilah yang sudah tidak asing lagi dalam dunia investasi. Ini mengacu pada ketidakpastian dan risiko dari perubahan harga pada pasar modal. Akan tetapi, apakah volatilitas selalu buruk? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak artikel berikut ini.

Pengertian volatilitas

Volatilitas adalah sebuah ukuran sebuah harga sekuritas pada periode tertentu. Sebutan lain dari istilah ini adalah market mood.

Market mood di sini maksudnya adalah tingkat volatilitas dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar saham. Semakin tinggi nilai volatilitas, maka instrumen investasi akan cepat pula mengalami kenaikan atau penurunan tiba-tiba.

Selain itu, volatilitas juga digunakan untuk menganalisis peluang dan risiko, meski bukan patokan yang pasti.

Sementara itu, volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang berfungsi untuk mengukur risiko saham pada periode selanjutnya.

Jadi, apabila seorang trader ingin mendapatkan keuntungan dari transaksi saham dalam waktu yang cepat, maka ia bisa memilih saham dengan nilai volatilitasnya yang tinggi. Hal ini terjadi karena saham tersebut akan memiliki potensi naik yang besar, tapi risikonya tinggi pula.

Penyebab volatilitas

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya volatilitas, di antaranya sebagai berikut:

Faktor ekonomi dan politik

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, undang-undang, hingga perjanjian ekonomi akan memengaruhi terjadinya volatilitas.

Sedangkan, di bidang ekonomi, volatilitas disebabkan oleh inflasi, angka belanja konsumen, perubahan suku bunga tahunan, dan lainnya.

Di bidang politik, isu-isu politik, seperti HAM, pelaksanaan pemilu, dan lingkungan hidup juga berdampak pada volatilitas.

Faktor sektor dan industri

Apabila pemerintah membuat peraturan yang terlalu mengikat pada industri, maka harga saham berpotensi untuk turun. Hal tersebut disebabkan oleh karena perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk melaksanakan peraturan tersebut.

Selain itu, beberapa kegiatan pengumuman dari industri, seperti penundaan trading, insider trading, laporan pertemuan tahunan menyebabkan terjadinya volatilitas.

Pengumuman kerjasama

Adanya pengumuman kerjasama menyebabkan terjadinya volatilitas. Hal ini ini memengaruhi jumlah kekayaan pada perusahaan terkait.

Kinerja perusahaan

Penyebab terjadinya volatilitas lainnya adalah kinerja perusahaan. Apabila perusahaan menunjukkan performa yang baik, maka kepercayaan investor akan meningkat. Sebaliknya, jika yang tersebar hanyalah isu negatif, maka harga saham akan jatuh.

Jenis-jenis volatilitas

Ada berbagai jenis volatilitas yang harus Anda ketahui, simak di bawah ini:

Volatilitas harga

Jenis volatilitas yang penurunan dan kenaikan harga dipengaruhi oleh faktor cuaca, musiman, dan emosi.

Volatilitas saham

Volatilitas saham yang menggunakan pengukuran beta. Jika harga saham memiliki beta kurang dari 1.0, maka saham tersebut kemungkinan kecil mengalami perubahan harga dan memiliki risiko yang rendah. 

Namun, jika beta lebih dari 1.0, maka harga akan mengalami perubahan, tapi memiliki risiko yang tinggi pula.

Volatilitas historis

Volatilitas historis adalah variasi harga saham selama periode tertentu. Semakin banyak variasi harganya, maka saham tersebut berkemungkinan memiliki volatilitas yang tinggi.

Volatilitas pasar

Volatilitas pasar merupakan tingkat perubahan harga pasar pada sektor tertentu, seperti valuta asing, komoditas, dan pasar saham. Bisanya peningkatan volatilitas pasar adalah pertanda kondisi puncak pasar akan dekat.

Volatilitas tersirat

Volatilitas tersirat merupakan gambaran volatilitas dari suatu saham di masa mendatang. Biasanya, volatilitas ini yang dipakai para trader untuk menganalisis tingkat penawaran dan permintaan sebuah saham.

Cara menghitung volatilitas

Di bawah ini cara untuk menghitung volatilitas, antara lain sebagai berikut:

  1. Kumpulkan harga saham pada periode tentu yang ingin dihitung, kemudian jumlahkan rata-ratanya
  2. Hitung selisih harga dari setiap bulan dengan rata-rata yang telah didapatkan tadi
  3. Setelahnya, kuadratkan hasil tersebut dan jumlahkan
  4. Jumlah kuadrat tersebut dibagi dengan jumlah periode
  5. Kemudian, hasilnya diakarkan dan hitunglah.

Volatilitas adalah sebuah ukuran yang membantu para investor untuk membeli dan memprediksi sebuah saham.

Magazine

SEE MORE>
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024
Change the World 2023
Edisi Desember 2023
Back for More
Edisi November 2023
Businessperson of the Year 2023
Edisi Oktober 2023
Rethinking Wellness
Edisi September 2023
Fortune Indonesia 100
Edisi Agustus 2023
Driving Impactful Change
Edisi Juli 2023

Most Popular

Paylater Layaknya Pedang Bermata Dua, Kenali Risiko dan Manfaatnya
Bidik Pasar ASEAN, Microsoft Investasi US$2,2 Miliar di Malaysia
LPS Bayarkan Klaim Rp237 Miliar ke Nasabah BPR Kolaps dalam 4 Bulan
Bukan Cuma Untuk Umrah, Arab Saudi Targetkan 2,2 Juta Wisatawan RI
BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.800 per US$, Ini Faktor-faktornya
Rambah Bisnis Es Krim, TGUK Gandeng Aice Siapkan Investasi Rp700 M