Goodwill Adalah: Definisi, Contoh, dan Rumusnya

Goodwill adalah aset tak berwujud pada perusahaan.

Goodwill Adalah: Definisi, Contoh, dan Rumusnya
ilustrasi penghitungan aset tetap (pexels.com/Olia Danilevich)
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEGoodwill adalah salah satu istilah dalam dunia Akuntansi. Apakah makna dari goodwill? Lalu, apa saja contohnya?

Melansir Byjus, goodwill merujuk pada Aset tak berwujud yang berhubungan dengan pembelian satu perusahaan oleh perusahaan lain (akuisisi). Pencatatan goodwill dilakukan saat harga beli lebih tinggi dari jumlah nilai wajar dari aset berwujud, aset tak berwujud yang tak dapat diidentifikasi, dan kewajiban yang diperoleh dalam pembelian.

Di sisi lain, Corporate Finance Institute mengidentifikasi goodwill sebagai aset tak berwujud. Itu termasuk aset berharga, walau memang nilainya tak begitu bisa diukur dengan tepat.

US GAAP dan IFRS Standars menyatakan, goodwill adalah aset tak berwujud berumur tak terbatas sehingga tak perlu diamortisasi. Adapun, menurut KBBI V daring, amortisasi merujuk penyerapan nilai kekayaan yang tak berwujud dan bersifat susut.

Beberapa contoh dari goodwill, meliputi: basis pelanggan yang solid dan tinggi, keterlibatan yang baik dengan pelanggan, tenaga kerja berbakat, serta hak paten atau teknologi milik perusahaan. Ini tergambar dalam merger antara Gojek dan Tokopedia yang menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Jenis-jenis goodwill

Goodwill terdiri dari dua jenis, yakni purchased dan inherent. Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenisnya:

  • Purchased

Goodwill yang ‘dibeli’ mengacu pada perbedaan antara nilai yang dibayarkan untuk suatu perusahaan sebagai keberlangsungan usahanya. Jumlah asetnya akan dikurangi total kewajiban. Penilaian dan pengidentifikasiannya sudah berjalan secara terpisah.

  • Inherent

Di sisi lain, jenis goodwill ini adalah nilai bisnis yang melebihi nilai wajar aset bersih yang bisa dipisahkan. Artinya, goodwill ini diciptakan secara internal di periode waktu tertentu karena reputasi bisnis perusahan yang baik. Contoh, perusahaan A menjual produk dengan layanan yang memuaskan pelanggan secara konsisten, maka itu berpotensi mendongkrak goodwill-nya.

Rumus mencari goodwill

Meski suli diukur, ada gambaran rumus untuk mencari goodwill menurut laman Byjus. Bagaimana? Berikut informasinya.

Guna menghitung goodwill, harga pembelian sebuah perusahaan harus dikurangi oleh nilai pasar wajar aset dan liabilitas. Berikut rumus lengkapnya:

Goodwill = P – (A+L)

P: harga beli perusahaan target akuisisi.

A: nilai pasar wajar aset.

L: nilai pasar wajar liabilitas.

Related Topics

AsetAkuntansi

Magazine

SEE MORE>
Chronicle of Greatness
Edisi April 2024
[Dis] Advantages As First Movers
Edisi Maret 2024
Fortune Indonesia 40 Under 40
Edisi Februari 2024
Investor's Guide 2024
Edisi Januari 2024
Change the World 2023
Edisi Desember 2023
Back for More
Edisi November 2023
Businessperson of the Year 2023
Edisi Oktober 2023
Rethinking Wellness
Edisi September 2023

Most Popular

3 Cara Mengubah Suara Menjadi Teks Untuk Kebutuhan Konten
Cara Melihat Pesan WA yang Terhapus, Tanpa Aplikasi Tambahan
Cara dan Sayarat Gadai Sertifikat Tanah di Pegadaian
Panduan Cara Ganti Kartu ATM BCA yang Hilang atau Rusak
Dalam sebulan, 69 Pinjol Diganjar Sanksi Oleh OJK
Ketahui Cara Pecah Sertifikat Tanah Warisan serta Biayanya