Jakarta, FORTUNE - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perseroan.
Dikutip dari laporan keuangan periode 2025, ANTM membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp84,64 triliun pada 2025, naik 22,33 persen (YoY). Pasar domestik masih menjadi fondasi utama kinerja perseroan pada tahun lalu, dengan kontribusi penjualan senilai Rp81,1 triliun atau 96 persen dari total penjualan 2025.
Sejalan dengan itu, laba bersih ANTM pun melonjak 97,65 persen (YoY) dari hampir Rp3,65 triliun menjadi hampir Rp7,21 triliun. "Kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan," kata Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (1/4).
Sepanjang 2025, ANTAM mengarahkan strategi sourcing pada penguatan pasokan emas dari dalam negeri di tengah dinamika pasar global. Tujuannya, memperkuat daya saing perseroan. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik yang diiringi dengan penyesuaian dan optimalisasi suplai dalam negeri, perseroan pun membukukan volume penjualan emas sebesar 37.365 kg (1.201.313 troy oz.) pada 2025.
Hasilnya, segmen emas telah menyumbang sekitar 79 persen terhadap penjualan perseroan. Sebagai konteks, ANTM melaporkan pertumbuhan 15 persen (YoY) pada segmen penjualan emas, dengan nilai Rp66,47 triliun.
Sementara itu, segmen nikel berkontribusi sebesar 18 persen atau Rp14,85 triliun terhadap jumlah penjualan. Capaian itu lebih tinggi 56 persen dari Rp9,5 triliun pada 2024, berkat tingginya permintaan.
Produksi bijih nikel ANTM sendiri mencapai 16,11 juta wet metric ton (wmt) pada 2025, naik 62 persen (YoY) dari 9,94 juta wmt. Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel mencapai 14,58 juta wmt, naik 75 persen (YoY) dari 8,35 juta wmt. Itu berkat kenaikan permintaan pasar domestik.
Sementara untuk produk feronikel, di tengah dinamika regulasi dalam negeri tahun lalu, perseroan membukukan produksi sebesar 16.064 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan sebesar 10.528 TNi. Lalu, untuk segmen bauksit dan alumina, kontribusinya mencapai 3 persen terhadap total penjualan ANTAM. Nilainya setara 2,92 triliun.
