Pasar Menantang, SIG Berhasil Catatkan Laba Rp191 Miliar di 2025

- SIG mencatatkan laba Rp191 miliar pada 2025 dengan volume penjualan 37,93 juta ton dan pendapatan Rp35,24 triliun di tengah kondisi pasar semen yang menantang.
- Transformasi bisnis sejak Juli 2025 melalui efisiensi biaya, optimalisasi produk turunan, dan penguatan pasar mikro berhasil meningkatkan penjualan domestik serta regional hingga 14,3 persen yoy.
- SIG menunjukkan komitmen keberlanjutan dengan menurunkan emisi GRK hingga 21 persen dari baseline dan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi 681.567 ton sepanjang 2025.
Jakarta, FORTUNE – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian tahun 2025 yang telah diaudit (audited) dengan beberapa ringkasan, antara lain, volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton dan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun. Lalu, beban pokok pendapatan SIG Rp28,17 triliun dan EBITDA tercatat sebesar Rp4,49 triliun. Laba sebelum pajak perseroan ini mencapai sebesar Rp602 miliar dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar.
Merespons tantangan industri bahan bangunan yang mengalami perlambatan pada tahun 2025, Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, SIG secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 yang berfokus pada tiga strategi utama, yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio. Hingga akhir 2025, strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif, di mana pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, penjualan domestik SIG menunjukkan perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun 2025.
Selain melakukan transformasi dalam pengelolaan pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja perusahaan tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang. Pada 2025, SIG berhasil mencatatkan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton, atau meningkat 14,3 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton.
Dari sisi biaya, efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara berkelanjutan telah membantu Perusahaan menekan beban pokok pendapatan 0,3 persen dan beban usaha (di luar beban operasi lainnya) yang turun 1,1 persen yoy. Sementara itu, berkat penerapan tata kelola keuangan yang baik, biaya keuangan bersih juga tercatat lebih rendah 32,7 persen yoy, sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan.
“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” kata Vita Mahreyni.
Vita Mahreyni menambahkan, SIG optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi. Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” ungkap Vita Mahreyni. Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah). Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.
Kinerja Keberlanjutan SIG

Selain profitabilitas yang solid pada kinerja bisnis, SIG juga membuktikan komitmennya pada aspek keberlanjutan. Pada 2025, SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21 persen dibandingkan baseline tahun 2010. Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil turun menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 15 persen dibandingkan baseline tahun 2019.
Capaian ini diperoleh dari konsistensi Perusahaan untuk terus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF) dan limbah industri. SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG). Pada 2025, SIG mencatatkan penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton atau naik dari tahun 2024 sebanyak 550.085 ton, serta mencapai substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77 persen dari sebelumnya 7,56 persen pada 2024.
”Bagi SIG, kinerja keberlanjutan tidak kalah pentingnya dengan kinerja bisnis. Bahkan SIG telah membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya. SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi competitive advantage dan membuat Perusahaan menjadi lebih adaptif dan berdaya saing di tengah kondisi industri domestik yang menantang dan situasi geopolitik yang dinamis,” ujar Vita Mahreyni. (WEB)

















