Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pollux Hotel Group Gandeng Marriott, Bidik Ekspansi Kota Lapis Kedua

Pollux Hotel Group Gandeng Marriott, Bidik Ekspansi Kota Lapis Kedua
(Ki-Ka) Nitish Nair, Vice President and Senior Counsel, Legal, Marriott International; Ivan Widarmana, Vice President Asia Pacific Excluding China (APEC), Marriott International; Handojo K. Setyadi, President Director PT Pollux Hotels Group Tbk; Bima A. Sarumpaet, Managing Partner, HHP Lawfirm; Krisnamurti Lumenta, Architect Anarta Kreasindo A+K/Dok. PT Pollux Hotels Group Tbk
  • Pollux Hotel Group menggandeng Marriott International untuk memperluas bisnis perhotelan, memadukan pemahaman pasar domestik Pollux dengan jaringan global Marriott.
  • Ekspansi membidik kota lapisan kedua dan ketiga, seiring meningkatnya mobilitas wisatawan serta kebutuhan akomodasi di berbagai daerah Indonesia.
  • Marriott telah memiliki 88 hotel di Indonesia dan didukung Marriott Bonvoy dengan sekitar 2,5 juta anggota aktif lokal; Pollux turut menekankan pengembangan SDM lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Persaingan bisnis perhotelan di Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada kota-kota utama. Peluang pertumbuhan mulai bergeser ke kota lapisan kedua dan ketiga seiring meningkatnya mobilitas wisatawan serta kebutuhan akomodasi di berbagai daerah.

Peluang tersebut menjadi salah satu fokus kerja sama PT Pollux Hotels Group Tbk dengan Marriott International. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan bisnis hospitality sekaligus menggabungkan pemahaman Pollux terhadap pasar domestik dengan jaringan global Marriott.

Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk, Handojo K. Setyadi mengatakan, kerja sama tersebut memungkinkan kedua perusahaan mengoptimalkan kekuatan masing-masing, terutama dalam menjangkau pasar Indonesia.

“Kami lihat Marriott International untuk di Indonesia saya kira sudah tidak kita ragukan lagi. Di lain sisi, kami Pollux Hotel Group juga sudah berjalan mengelola hotel selama ini. Kekuatan kami untuk market lokal dan pasar Indonesia, kami sangat menguasai,” ujar Handojo dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Menurut dia, kombinasi pengalaman lokal Pollux dan jaringan internasional Marriott dapat memperluas segmen konsumen yang dilayani perusahaan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ini yang kami sinergikan agar Pollux Hotel Group tentunya akan menjadi satu market hotel yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari lokal maupun internasional,” katanya.

Di sisi Marriott, Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki ruang ekspansi. Perusahaan tidak hanya melihat potensi di pusat ekonomi dan destinasi utama, tetapi juga mulai mengarahkan perhatian ke kota lapisan kedua dan ketiga.

Vice President Hotel Development Asia Pacific Marriott International, Ivan Widarmana, mengatakan perkembangan jaringan Marriott di Indonesia menunjukkan adanya peluang yang terus terbuka di berbagai wilayah.

“Pada 2013, waktu saya join di development team, itu posisi kita pada waktu itu 32 hotel, dan saat ini kita sudah 88 hotel. Dari 88 hotel, saya mulai berkembang, melihat opportunity di Indonesia,” ujar Ivan.

Marriott telah hadir di Indonesia sejak 1991. Perusahaan kemudian memperluas jaringannya dengan mengandalkan standar operasional dan fasilitas pelatihan untuk menjaga kualitas layanan di berbagai lokasi.

Strategi ekspansi tersebut juga diperkuat oleh Marriott Bonvoy, program loyalitas yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis Marriott. Secara global, program tersebut telah memiliki sekitar 300 juta anggota, sementara jumlah anggota aktif di Indonesia mencapai sekitar 2,5 juta.

Besarnya basis pengguna tersebut menjadi salah satu pertimbangan Marriott untuk terus memperluas jaringan hotelnya di Indonesia. Semakin banyak properti yang masuk dalam jaringan Marriott, semakin luas pula akses anggota terhadap manfaat program loyalitas tersebut.

“Kalau semua di Indonesia akan ada hotel yang membawa Marriott, berarti mereka ke mana pun bisa memakai loyalty-nya. Nah, ini yang membuat kita semakin tertarik untuk berkembang di Indonesia,” katanya.

Bagi Pollux, ekspansi bisnis juga berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Perusahaan menyatakan tenaga kerja lokal menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan bisnis perhotelan.

“Sejak awal Pollux Hotel Group kami sangat concern dengan sumber daya manusia lokal. Itu yang kami betul-betul perhatikan karena kami kan tidak hanya mengelola hotel saja,” tuturnya.

Dengan kerja sama tersebut, Pollux berupaya memanfaatkan jaringan dan standar global Marriott tanpa meninggalkan pemahaman terhadap karakter pasar domestik. Sementara bagi Marriott, kemitraan dengan pemain lokal dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jaringan di luar kota-kota utama.

Arah tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri hotel di Indonesia mulai bergerak dari sekadar penambahan jumlah properti menuju perluasan jaringan, basis pelanggan, dan kualitas layanan di lebih banyak wilayah.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Business

    See More