Setelah Merger MUFG, Danamon Bidik Posisi Bank Kelima Terbesar

Bank Danamon membidik posisi bank terbesar kelima melalui integrasi dengan MUFG cabang Jakarta.
Kinerja semester I 2026 mencatat laba bersih Rp2,4 triliun dan pertumbuhan kredit menjadi Rp230,1 triliun.
Integrasi diarahkan untuk memperkuat layanan korporasi, SME, konsumer, serta pembiayaan perusahaan asing dan UMKM.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menargetkan menjadi bank terbesar kelima di industri perbankan nasional, dan menjadi bank swasta terbear kedua, usai terintegrasi dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) cabang Jakarta.
Adapun, proses integrasi bisnis dengan MUFG Jakarta masih dalam proses dan ditargetkan rampung pada 2027.
President Director Bank Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan dalam kurun 10 tahun terakhir lanskap industri perbankan banyak berubah seiring persaingan yang semakin ketat dengan banyaknya pesaing.
"Setidaknya, Danamon tumbuh dengan pesat. Jika kami mengintegrasikan Danamon dengan cabang MUFG Jakarta, dari sisi ukuran, kami akan menjadi bank terbesar kelima di industri perbankan Indonesia," kata Nobuya dalam Exclusive Media Gathering Bank Danamon di Jakarta, Selasa (6/10).
Pada semester I 2026, Bank Danamon mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp2,4 triliun dengan kenaikan 33 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut salah satunya terdorong pendapatan bunga sebesar Rp14,6 triliun. Sejalan dengan itu, realisasi kredit perseroan tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi Rp230,1 triliun, dan total dana pihak ketiga (giro, tabungan, dan deposito) meningkat 14 persen YoY menjadi Rp181,7 triliun. Sementara itu total asset mencapai Rp301,3 triliun.
Menurut Nobuya, integrasi tersebut akan memperkuat basis modal Danamon sehingga perusahaan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Danamon juga menargetkan pertumbuhan bisnis seiring dengan perkembangan ekonomi nasional.
MUFG selama ini dikenal kuat di segmen korporasi, sementara Bank Danamon besar dengan segmen konsumer. Setelah integrasi, Bank Danamon menegaskan terus mengembankan segmen bisnis korporasi, SME, dan konsumer melalui Adira Finance dan Home Credit.
Dengan integrasi tersebut, grup memiliki kemampuan kuat dalam melayani perusahaan asing yang ingin masuk dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. MUFG dapat berperan dalam membiayai perusahaan asing berskala besar yang menjalankan bisnis di Indonesia. Sementara itu, ketika perusahaan tersebut mulai beroperasi, kebutuhan terhadap pemasok dan distributor akan menciptakan peluang bagi Danamon untuk masuk melalui segmen UMKM.
Lalu ketika perusahaan tersebut mulai menjual produknya kepada konsumen, Danamon dapat memperluas layanan melalui bisnis konsumer, melalui Adira Finance dan Home Credit.
"Saya percaya keduanya [consumer dan korporasi] berkoneksi," kata dia.
Senior Managing Executive, Head COO-I & Head, Global Commercial Banking Business Group MUFG, Masatoshi Komoriya menambahkan, Indonesia merupakan pasar terpenting kedua setelah Jepang bagi perusahaan. Perluasan layanan bertujuan menggaet berbagai segmen nasabah, mulai dari konsumen hingga investor.
"Karena itu, kami memutuskan untuk mengintegrasikan Bank Danamon dengan cabang MUFG Jakarta agar dapat memperkuat kehadiran kami di pasar ini," ujar dia.
Ia menilai, Indonesia turut berperaan dalam rantai pasok global, serta arus modal dan perdagangan, turut memperkuat posisi strategis pasar domestik di tengah perubahan geopolitik.




















