Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Wisatawan Asing Naik, Pemesanan Hotel RI Diproyeksi Pulih September

Wisatawan Asing Naik, Pemesanan Hotel RI Diproyeksi Pulih September
Mandalika (pexels.com/Afif Ramdhasuma)
Intinya Sih
  • Industri perhotelan Indonesia diproyeksi mulai pulih pada September 2026 dengan pertumbuhan pemesanan hotel sebesar 2,3 persen dibanding tahun sebelumnya setelah mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.
  • Peningkatan wisatawan mancanegara mencapai 94,1 persen dari total pemesanan hotel, mendorong kenaikan tarif rata-rata hingga US$226 per malam dan durasi menginap menjadi 3,1 malam.
  • SiteMinder menilai teknologi dan strategi adaptif berbasis data penting bagi hotel untuk merespons perubahan perilaku wisatawan serta memanfaatkan momentum pemulihan pasar yang didorong oleh permintaan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Industri perhotelan Indonesia diperkirakan mulai pulih pada September 2026 setelah mengalami perlambatan selama pertengahan tahun. Pemulihan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan wisatawan mancanegara yang turut mengerek tarif kamar dan durasi menginap.

Hal itu terungkap dalam laporan SiteMinder's Hotel Booking Trends yang dirilis platform teknologi perhotelan SiteMinder. Berdasarkan laporan tersebut, pemesanan hotel untuk September diproyeksikan tumbuh 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, industri perhotelan mengalami tekanan selama tiga bulan berturut-turut. Pemesanan hotel tercatat turun 4,5 persen pada Juni, 4,6 persen pada Juli, dan 5,8 persen pada Agustus, sehingga secara keseluruhan permintaan pada pertengahan tahun terkoreksi 3,9 persen. Data tersebut dihimpun dari platform SiteMinder yang memproses lebih dari 135 juta pemesanan hotel setiap tahun.

Di balik perlambatan tersebut, permintaan dari wisatawan internasional justru menunjukkan tren peningkatan. Selama periode Juni hingga September, yang merupakan musim kunjungan wisatawan ke Indonesia, tamu mancanegara menyumbang 94,1 persen dari total pemesanan hotel, meningkat dibandingkan 93,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Proporsi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan porsi wisatawan internasional tertinggi ketiga di kawasan, setelah Singapura yang mencapai 97 persen dan Thailand sebesar 96,6 persen. Peningkatan kunjungan didorong oleh musim liburan panas di negara-negara belahan bumi utara serta musim liburan dingin di Australia.

Kenaikan jumlah wisatawan asing juga berdampak pada peningkatan harga kamar hotel. Rata-rata tarif yang dibayarkan wisatawan mencapai US$226 per malam, naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tarif tertinggi tercatat pada Juli dengan rata-rata mencapai US$241 per malam.

Selain itu, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama selama berada di Indonesia. Rata-rata lama menginap mencapai 3,1 malam, meningkat 3 persen dibandingkan tahun lalu. Durasi tersebut menjadi yang terpanjang di Asia, sejajar dengan Thailand.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan perlambatan pada pertengahan tahun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi industri perhotelan nasional. Di balik perlambatan tersebut, kami melihat permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, serta harga kamar dan lama menginap juga terus meningkat.

"Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka. Artinya, periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia,” ujar Fifin, dalam keterangan resmi, Selasa (7/7).

Menurutnya, perubahan pola permintaan wisatawan perlu direspons dengan strategi yang lebih adaptif agar pelaku industri dapat memanfaatkan momentum pemulihan pasar. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, hotel perlu memahami perubahan perilaku pasar dan mengetahui dari mana permintaan datang, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat.

"Teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan. Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” katanya, menambahkan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa meski pasar domestik belum sepenuhnya pulih pada pertengahan tahun, meningkatnya kontribusi wisatawan asing menjadi penopang utama industri perhotelan. Dengan tren pemesanan yang mulai membaik pada September, pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut melalui strategi distribusi dan penjualan yang lebih berbasis data.

Laporan SiteMinder Permintaan Wisatawan Asing Meningkat, Pemesanan Hotel di Indonesia Diperkirakan Pulih pada September.jpeg
Dok. SiteMinder
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More