Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Meluncur di Cina, Mobil Listrik Ferrari Luce Langsung Ludes Terjual

Meluncur di Cina, Mobil Listrik Ferrari Luce Langsung Ludes Terjual
Tampilan belakang Ferrari Luce (ferrari.com)
Intinya Sih
  • Ferrari resmi meluncurkan sedan listrik pertamanya, Ferrari Luce, di pasar Cina seharga 3,988 juta yuan dan seluruh 88 unit yang dialokasikan langsung habis terjual.
  • Ferrari membantah rumor bahwa pembelian Luce menjadi syarat atau memberikan prioritas bagi pelanggan untuk memperoleh model eksklusif lainnya di masa depan.
  • Meski pengiriman mobil turun 4,4%, Ferrari mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 3% dan tetap optimistis mencapai target keuangan tahun 2026 berkat peluncuran Luce.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Produsen mobil sport mewah asal Italia, Ferrari, resmi meluncurkan sedan listrik Ferrari Luce di pasar Cina dengan harga 3,988 juta yuan atau sekitar US$586.600 (sekitar Rp9,5 miliar).

Dilansir dari Car News China, sebanyak 88 unit mobil listrik mewah yang dialokasikan untuk pasar Cina dikabarkan langsung habis terjual.

Peluncuran ini dilakukan setelah Ferrari memperkenalkan Luce secara global di Roma pada akhir Mei lalu. Meski sempat menuai pro-kontra karena menjadi sedan listrik pertama Ferrari, minat konsumen di Cina tetap tinggi.

Masuknya Luce ke pasar Negeri Panda terjadi di tengah tantangan yang dihadapi Ferrari di pasar otomotif terbesar dunia tersebut. Pangsa pasar Ferrari mengalami tekanan seiring munculnya supercar listrik buatan produsen lokal, seperti Yangwang U9, yang semakin menarik perhatian konsumen premium.

Di sisi lain, biaya kepemilikan mobil mewah bermesin pembakaran internal (ICE) di Tiongkok juga terus meningkat akibat pajak dan regulasi. Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak terlalu mempengaruhi segmen pelanggan Ferrari yang umumnya berasal dari kalangan berpenghasilan sangat tinggi.

Ferrari membanderol Luce di Cina seharga 3,988 juta yuan, atau sekitar US$586.600. Harga tersebut sekitar 7 persen lebih rendah dibandingkan harga di Eropa yang mencapai 550.000 euro atau sekitar US$626.000.

Sebagai perbandingan, model grand tourer entry-level Ferrari, Amalfi, dijual mulai 202.459 poundsterling atau sekitar US$267.000 di Inggris. Namun, setelah dikenakan pajak kapasitas mesin dan pajak mobil mewah di Cina, harga model tersebut melonjak menjadi 2,5985 juta yuan atau sekitar US$382.000.

Bantah Rumor "Tes Loyalitas"

Interior belakang Ferrari Luce yang mewah
Interior belakang Ferrari Luce (ferrari.com)

Sebelumnya beredar rumor bahwa Ferrari menjadikan Luce sebagai "tes loyalitas merek" bagi pelanggan. Pembeli sedan listrik itu disebut akan memperoleh akses lebih cepat untuk membeli model Ferrari edisi terbatas atau eksklusif di masa mendatang.

Namun, Chief Marketing Officer Ferrari membantah rumor tersebut dalam wawancara dengan The Drive. Ferrari menegaskan bahwa pembelian Luce tidak menjadi syarat ataupun memberikan prioritas khusus bagi pelanggan untuk mendapatkan model eksklusif lainnya. Pernyataan tersebut diperkirakan juga berlaku bagi konsumen Ferrari di pasar Cina.

Sebelumnya, Ferrari membukukan kinerja keuangan yang tetap solid pada kuartal pertama 2026 meski pengiriman mobil mengalami penurunan. Perusahaan optimistis dapat mencapai target kinerja sepanjang tahun, didukung peluncuran mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce.

Pendapatan Ferrari tumbuh lebih dari 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,79 miliar euro. Sementara itu, laba operasional meningkat 1,1 persen dan laba per saham (adjusted earnings per share/EPS) naik 4,2 persen secara tahunan.

Sepanjang 2026, Ferrari mempertahankan proyeksi pendapatan bersih sebesar 7,5 miliar euro. Perusahaan juga menargetkan laba operasional yang disesuaikan (adjusted operating profit) sedikitnya 2,22 miliar euro, atau setara 9,45 euro per saham. Arus kas bebas industri (industrial free cash flow) diproyeksikan mencapai minimal 1,5 miliar euro.

Meski demikian, jumlah kendaraan yang dikirim kepada pelanggan turun 4,4% menjadi 3.436 unit. Ferrari menjelaskan penurunan tersebut merupakan langkah yang disengaja untuk memperlancar proses transisi ke jajaran model baru.

"Produksi sengaja diperlambat guna mendukung pelaksanaan pergantian model yang telah direncanakan," kata perusahaan dalam keterangan resminya.

Ferrari juga menyatakan gejolak konflik di Timur Tengah tidak berdampak pada pengiriman kendaraan. Perusahaan mampu mengalihkan distribusi ke wilayah lain berkat fleksibilitas alokasi pasar global.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More