SU MA Luncurkan Volume 6: Passage, Babak Baru Perjalanan Kuliner Asia

SU MA meluncurkan Volume 6: Passage sebagai konsep menu baru yang menonjolkan perjalanan, transformasi, dan evolusi budaya kuliner Asia Timur dalam pengalaman fine dining premium.
Executive Chef Brendon Chen dan Co-Executive Chef Ryan Kim memperkuat identitas SU MA melalui kolaborasi internasional yang memadukan tradisi dengan inovasi modern di setiap hidangan.
Volume 6 menghadirkan 11 hidangan berkarakter personal seperti Bluefin Tuna, Aged Duck, dan dessert berbahan butternut squash yang menonjolkan keseimbangan rasa serta eksplorasi teknik kuliner mendalam.
Jakarta, FORTUNE – Di tengah semakin ketatnya persaingan industri kuliner premium, restoran fine dining SU MA terus memperkuat posisinya melalui pendekatan yang berfokus pada kualitas pengalaman bersantap.
Selama tiga tahun terakhir, SU MA membangun identitasnya sebagai destinasi kuliner yang menggabungkan tradisi Asia Timur dengan interpretasi kontemporer, salah satunya melalui peluncuran Volume 6: Passage, konsep menu terbaru yang mengangkat tema perjalanan, transformasi, dan evolusi budaya kuliner.
Bagi SU MA, setiap volume bukan sekadar pergantian menu musiman, melainkan bagian dari strategi pengembangan merek yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman baru sekaligus menjaga relevansi di tengah perubahan preferensi konsumen kelas atas.
Penguatan identitas restoran juga ditandai dengan hadirnya Executive Chef Brendon Chen yang bergabung pada awal tahun ini dan berkolaborasi dengan Co-Executive Chef Ryan Kim. Keduanya membawa pengalaman internasional yang menjadi fondasi dalam mengembangkan konsep kuliner SU MA.
Kolaborasi dua chef

Chef Brendon merupakan lulusan Le Cordon Bleu London dan pernah berkarier di sejumlah restoran ternama di Asia dan Eropa, termasuk Restaurant du Vieux Pont yakni restoran berbintang Michelin, MUME, Restaurant Studio, dan Nadodi. Sebelum bergabung dengan SU MA, ia mendirikan restoran Playte di Kuala Lumpur yang kemudian mendapatkan pengakuan dari Michelin Guide.
Menurut Brendon, perkembangan dunia kuliner premium saat ini menuntut restoran untuk mampu menjaga akar tradisi sekaligus menawarkan perspektif baru kepada pelanggan.
“Di SU MA, kami tidak berusaha mereplikasi tradisi persis seperti dahulu, namun juga tidak ingin meninggalkannya. Tradisi adalah sesuatu yang hidup dan dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar serta asal-usulnya,” ujar Brendon Chen.
Sedangkan Ryan Kim, yang telah bergabung dengan SU MA sejak awal dikenal melalui keahliannya di bidang pastry dan dessert. Lulusan Le Cordon Bleu Australia tersebut pernah berkarier di sejumlah restoran ternama Australia seperti Quay dan Bennelong sebelum membangun konsep dessert Fragments di Jakarta, yang terinspirasi dari cita rasa Korea dan kini berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner yang dikenal di Jakarta.
Ryan menilai konsumen fine dining saat ini tidak hanya mencari kualitas makanan, tetapi juga pengalaman yang mampu meninggalkan kesan jangka panjang.
“Pengalaman bersantap adalah tentang menciptakan momen yang tetap diingat bahkan setelah hidangan terakhir disajikan. Kami ingin setiap tamu merasakan kehangatan, perhatian, dan koneksi selama berada di SU MA,” katanya.
Pendekatan tersebut tercermin dalam Volume 6: Passage, di mana setiap hidangan dirancang sebagai bagian dari alur pengalaman yang terkurasi. Alih-alih mengandalkan kemewahan yang berlebihan, restoran ini menawarkan pengalaman yang lebih personal dengan menonjolkan detail, teknik, serta eksplorasi rasa yang terinspirasi dari tradisi Asia Timur, khususnya perpaduan cita rasa masakan Korea Selatan dan Cina.
Cita rasa unik
Di SU MA, kami berkesempatan mencicipi satu set menuyang terdiri dari 11 hidangan. Salah satu sajian pembuka yang paling menarik adalah Bluefin Tuna, yang dipadukan dengan white kimchi, calamansi, dan andaliman. Perpaduan daging tuna segar dengan karakter asam menyegarkan dari kimchi dan calamansi, serta sentuhan rempah khas Nusantara dari andaliman, menghasilkan cita rasa yang kompleks namun tetap seimbang di lidah.
Untuk hidangan utama, Aged Duck yang disajikan bersama beetroot dan black garlic menjadi salah satu menu yang meninggalkan kesan mendalam. Daging bebek yang dimasak dengan teknik khusus menghadirkan tekstur renyah di bagian luar namun tetap lembut dan juicy di bagian dalam. Kehadiran black garlic memberikan lapisan rasa yang lebih kaya dan sedikit manis, menciptakan kombinasi yang memperkuat karakter hidangan secara keseluruhan.
Pada hidangan penutup, SU MA menghadirkan kreasi berbahan dasar butternut squash (labu madu) yang dipadukan dengan caviar dan mascarpone. Kombinasi yang tidak biasa ini menghasilkan harmoni rasa yang menarik, memadukan manis alami labu madu, kelembutan mascarpone, serta sentuhan gurih dan asin dari caviar. Hasilnya adalah sajian penutup dengan karakter rasa yang seimbang, ringan, dan meninggalkan kesan elegan sebagai penutup rangkaian pengalaman bersantap.


















