Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Ferrari Rilis 849 Testarossa, Supercar Hybrid Berteknologi Formula 1

Ferrari Rilis 849 Testarossa, Supercar Hybrid Berteknologi Formula 1
Ferrari 849 Testarossa
Intinya Sih
  • Ferrari meluncurkan 849 Testarossa, supercar plug-in hybrid bermesin V8 yang menggantikan SF90 Stradale sebagai model flagship dengan tenaga gabungan mencapai 1.050 cv.
  • Mobil ini dilengkapi tiga motor listrik, empat mode berkendara melalui eManettino, serta baterai 7,45 kWh yang memungkinkan jarak tempuh listrik hingga 25 kilometer.
  • Ferrari mengusung keberlanjutan lewat penggunaan aluminium daur ulang yang menekan emisi karbon hingga 80 persen, sekaligus menghidupkan kembali nama legendaris Testarossa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Ferrari memperkuat strategi elektrifikasinya di segmen mobil sport premium dengan meluncurkan 849 Testarossa, model plug-in hybrid (PHEV) terbaru menggantikan SF90 Stradale sebagai flagship bermesin V8. Ini salah satu upaya pabrikan asal Maranello tersebut mempertahankan posisi di pasar supercar melalui kombinasi performa tinggi, teknologi balap, dan inovasi elektrifikasi.

Jantung 849 Testarossa berpusat pada mesin V8 twin-turbo yang telah direvisi dengan tiga motor listrik untuk menghasilkan tenaga gabungan hingga 1.050 cv, meningkat 50 cv dibandingkan pendahulunya.

Ferrari juga menyematkan berbagai teknologi baru, mulai dari sistem pengereman ABS Evo, estimator dinamika kendaraan FIVE, hingga aerodinamika aktif yang meningkatkan gaya tekan (downforce) tanpa menambah bobot kendaraan.

Penggunaan baterai dan motor listrik pada Ferrari 849 Testarossa dioptimalkan melalui empat mode berkendara yang dapat dipilih melalui tuas eManettino, yakni eDrive, Hybrid, Performance, dan Qualify. Setiap mode dirancang untuk menyesuaikan karakter pengendaraan sekaligus memaksimalkan performa kendaraan dalam berbagai kondisi.

Pada mode eDrive, 849 Testarossa mampu melaju hingga 25 kilometer dengan tenaga listrik penuh. Kemampuan tersebut didukung baterai lithium-ion berkapasitas 7,45 kWh yang dipasang pada sasis guna menghasilkan pusat gravitasi yang lebih rendah serta distribusi bobot yang optimal, sehingga meningkatkan stabilitas dan dinamika berkendara.

Tak hanya mengejar performa, Ferrari mulai mengintegrasikan aspek keberlanjutan melalui penggunaan aluminium daur ulang pada komponen utama mesin yang diklaim mampu memangkas emisi karbon hingga 80 persen dalam proses produksinya.

Strategi tersebut mencerminkan arah pengembangan Ferrari yang memadukan eksklusivitas, teknologi Formula 1, dan elektrifikasi untuk mempertahankan daya saing di pasar kendaraan mewah global.

“Mobil ini dirancang bagi pelanggan yang menginginkan standar performa dan eksklusivitas tertinggi. Hal itu pula yang melatarbelakangi kembalinya nama legendaris dalam sejarah Maranello, Testa Rossa,” tulis Ferrari dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Nama tersebut mengakar kuat dan pertama kali digunakan pada model 500 TR pada 1956 untuk merujuk pada warna merah pada penutup katup mesin yang menjadi ciri khas sejumlah mobil balap Ferrari paling ekstrem, bertenaga tinggi, dan ikonik. Nama itu kemudian diabadikan pada salah satu mobil jalan raya paling legendaris Ferrari, Testarossa, yang diperkenalkan pada 1984.

Menurut beberapa situs web, Ferrari 849 Testarossa terbaru dijual seharga mulai dari US$577.437 atau sekitar Rp10,3 miliar.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More