Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Wisata Domestik Tumbuh, Platform Digital Bidik Transaksi Pariwisata

Wisata Domestik Tumbuh, Platform Digital Bidik Transaksi Pariwisata
Taman Mini Indonesia Indah (commons.wikimedia.org/ Gunawan Kartapranata)
Intinya Sih
  • Jumlah perjalanan wisatawan domestik naik 13,1% pada kuartal I 2026, menandakan pertumbuhan permintaan pariwisata dan peluang bagi sektor pendukung seperti perhotelan serta usaha lokal.
  • TikTok meluncurkan TikTok GO yang menggabungkan konten perjalanan dengan fitur pemesanan wisata, bekerja sama dengan OTA untuk menyediakan ribuan hotel dan atraksi di seluruh Indonesia.
  • Konten kreator turut berperan dalam mendorong keputusan berwisata, sementara integrasi konten digital dan layanan pemesanan memperkuat transaksi serta pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Lonjakan perjalanan wisata domestik mendorong pelaku industri memanfaatkan platform digital untuk menangkap peluang di sektor pariwisata. Tidak hanya menjadi sumber inspirasi destinasi, platform berbasis konten kini juga mulai berperan sebagai penghubung antara calon wisatawan dengan layanan pemesanan perjalanan.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319,5 juta pada kuartal I 2026, meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut mencerminkan permintaan terhadap layanan wisata yang masih terus bertumbuh dan membuka peluang bagi industri pendukung, mulai dari perhotelan hingga usaha lokal.

Melihat tren tersebut, TikTok meluncurkan TikTok GO, layanan yang mengintegrasikan konten perjalanan dengan akses pemesanan wisata. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari informasi mengenai destinasi, hotel, atraksi wisata, hingga kuliner sebelum diarahkan ke mitra online travel agent (OTA) untuk melakukan pemesanan.

Berdasarkan data internal TikTok GO pada 2025, pencarian konten terkait hotel, destinasi wisata, atraksi, dan layanan lokal di TikTok GO meningkat hingga 60 persen sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan platform digital sebagai bagian dari proses merencanakan perjalanan.

"Di TikTok terdapat beberapa hashtag populer terkait travel dan banyak digunakan oleh para kreator, termasuk user (pengguna). Mereka aktif membagikan inspirasi dan pengalamannya," kata perwakilan TikTok GO, mengutip keterangan resmi, Senin (29/6).

Saat ini TikTok GO telah bekerja sama dengan sejumlah OTA yang menyediakan lebih dari 100 ribu pilihan akomodasi serta pengalaman wisata di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat sekitar 7.000 hotel dan 246 atraksi wisata pilihan di TikTok GO yang dapat diakses dan dibeli secara langsung via aplikasi. Adapun atraksi wisata terpopuler di TikTok GO saat ini terdiri dari Taman Safari, Ancol, Candi Prambanan, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelaku industri pariwisata kepada calon wisatawan sekaligus mendorong peningkatan transaksi di sektor tersebut.

TikTok menilai pendekatan berbasis konten dapat mengubah inspirasi yang diperoleh pengguna menjadi keputusan berwisata. Dengan demikian, promosi digital tidak hanya memperluas eksposur destinasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perubahan perilaku wisatawan dalam mencari referensi perjalanan juga dirasakan oleh kreator konten. Salah satunya, Risma Rusdyantoro, yang mengawali aktivitasnya di TikTok sebagai tempat mendokumentasikan pengalaman berwisata.

“Awalnya, saya menggunakan TikTok sebagai digital travel diary pribadi saya di sela-sela kesibukan saya sebagai karyawan kantoran. Tidak disangka, ternyata konten tersebut menarik perhatian sesama penikmat travel di TikTok,” ujar Risma.

Menurut Risma, konten yang ia unggah kemudian tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga memengaruhi keputusan orang lain untuk mengunjungi destinasi tertentu. Pengalaman tersebut ia rasakan setelah mengulas sejumlah objek wisata baru di Jakarta dan Tangerang Selatan.

Menurutnya, sebagai kreator dampak dari konten tidak hanya terlihat dari jumlah tayangan, tetapi juga dari banyaknya komentar audiens yang kemudian benar-benar berkunjung ke lokasi yang saya rekomendasikan.

"Konten yang saya buat ternyata tidak hanya menghasilkan engagement, tetapi juga membantu mendorong peningkatan kunjungan yang terukur," ujarnya.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa platform digital tidak lagi sekadar menjadi media berbagi pengalaman, tetapi juga mulai memainkan peran sebagai saluran pemasaran dan distribusi dalam industri pariwisata. Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian, integrasi antara konten digital dan layanan pemesanan diperkirakan akan semakin memengaruhi pola konsumsi wisata sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata.

Bertepatan dengan perayaan HUT ke-499 Jakarta dan musim libur sekolah, TikTok GO juga menghadirkan laman khusus #PromoTravelTengahTahun yang menawarkan potongan harga perjalanan hingga 60 persen. Program ini ditujukan untuk mendorong perjalanan wisata domestik sekaligus mendukung peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, serta aktivitas ekonomi pelaku usaha di daerah.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More