Kesadaran Hidup Sehat Meningkat, Industri Nutrisi Indonesia Kian Prospektif

- Meningkatnya kesadaran hidup sehat mendorong pertumbuhan industri nutrisi Indonesia, dengan proyeksi pasar vitamin dan mineral mencapai US$645 juta pada 2025 serta tren olahraga yang makin populer.
- Generasi Z dan milenial menjadi motor utama konsumsi produk nutrisi melalui kanal digital, di mana 62,4 persen anggota independen Herbalife berasal dari kelompok usia muda tersebut.
- Sertifikasi Penjualan Langsung Berjenjang Syariah memperkuat kepercayaan publik terhadap Herbalife, menggandakan jumlah member hingga Maret 2026 dan memperluas ekosistem bisnis berbasis gaya hidup sehat.
Jakarta, FORTUNE - Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mendorong pertumbuhan industri nutrisi dan wellness di Indonesia. Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin populer, mulai dari lari, gym hingga berbagai ajang kebugaran lainnya, perusahaan nutrisi global Herbalife melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus memperkuat posisinya di pasar melalui berbagai inisiatif, salah satunya Herbalife Run 2026.
Berdasarkan proyeksi Statista, pendapatan pasar vitamin dan mineral di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$645 juta pada 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 6,57 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat bahwa kesehatan bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kebutuhan yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Product Marketing Head Herbalife Indonesia, Aria Novitasari, mengatakan, perubahan pola pikir konsumen menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri. Menurutnya, meningkatnya popularitas olahraga dan aktivitas kebugaran menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri nutrisi dan wellness.
“Konsumen Indonesia semakin memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan, dan hal ini memengaruhi pilihan mereka dalam makanan, vitamin, dan suplemen. Seiring kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan konsumsi, kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri ini ke depan,” ujarnya kepada Fortune Indonesia, dalam konferensi pers Herbalife Run 2026 di Jakarta, Rabu (10/6).
Optimisme tersebut sejalan dengan hasil Asia Pacific Responsible Supplementation Survey 2025 yang dilakukan Herbalife. Survei terhadap 9.000 responden di 11 negara Asia Pasifik itu menunjukkan 92 persen responden di Indonesia menilai layanan kesehatan preventif penting bagi kesejahteraan mereka. Selain itu, 88 persen responden mengaku rutin mengonsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga kebugaran.
Pertumbuhan pasar juga didorong oleh faktor demografis. Data Badan Pusat Statistik memperkirakan populasi Generasi Z mencapai 74,93 juta jiwa atau sekitar 27,94 persen dari total penduduk Indonesia pada 2025. Bersama generasi milenial, kelompok ini menjadi motor utama tren konsumsi nutrisi melalui kanal digital karena merupakan pengguna internet dan media sosial paling aktif.
Dalam konteks tersebut, Herbalife mencatat keterlibatan generasi muda yang cukup besar dalam ekosistem bisnisnya. Sekitar 62,4 persen anggota independen perusahaan berasal dari Generasi Z dan kelompok usia yang lebih muda. Menurut perusahaan, model penjualan langsung juga tetap relevan di tengah berkembangnya digital commerce dan social commerce karena didukung pemanfaatan media sosial serta komunitas daring untuk edukasi konsumen.
“Bagi kami, tantangannya adalah memastikan produk serta inisiatif edukasi tetap relevan dengan aspirasi kesehatan dan preferensi gaya hidup Generasi Z dan milenial, sekaligus responsif terhadap kebutuhan keluarga serta segmen usia produktif yang menjadi basis pasar yang signifikan,” kata Aria.
Strategi memperluas ekosistem
Di tengah pertumbuhan pasar nutrisi, Herbalife Indonesia juga mencatat penguatan kinerja bisnis setelah mengantongi Sertifikasi Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) dari Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia tahun lalu. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan jumlah member yang bergabung, yang tercatat mencapai dua kali lipat per Maret 2026.
Perusahaan menilai sertifikasi tersebut tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperluas ekosistem usaha yang dijalankan. Sertifikasi ini juga menegaskan bahwa seluruh proses operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari bertambahnya jumlah member, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Herbalife. Pengembangan produk nutrisi, pendampingan distributor, serta edukasi mengenai gaya hidup aktif dan sehat disebut menjadi faktor yang turut menopang pertumbuhan tersebut.
Aria menilai sertifikasi syariah turut memberikan dampak positif terhadap persepsi publik terhadap merek Herbalife. Sertifikasi juga membuat para member lebih percaya diri saat memperkenalkan bisnis Herbalife kepada calon konsumen maupun mitra baru. Kehadiran sertifikasi tersebut membuat masyarakat tidak lagi hanya memandang Herbalife sebagai merek yang identik dengan program manajemen berat badan, tetapi juga melihat aspek bisnis dan tata kelola perusahaan yang dijalankan.
“Masyarakat enggak cuma memandang produk sebagai produk untuk weight management atau performance, tapi ternyata mereka ada juga yang melihat dari sisi bisnisnya,” katanya.
Di tengah tekanan daya beli dan persaingan yang semakin ketat di industri nutrisi, Herbalife melihat kebutuhan akan produk kesehatan tetap menunjukkan ketahanan. Perusahaan menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat membuat konsumen semakin memprioritaskan pengeluaran untuk nutrisi dan kesehatan dibanding sebelumnya.
Sejalan dengan ini, Herbalife memilih memperkuat kampanye gaya hidup sehat melalui berbagai aktivitas olahraga. Salah satunya adalah penyelenggaraan Herbalife Run 2026 yang akan digelar pada 27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, dengan target 6.000 peserta.


















