Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Gen Z Makin Rajin Treatment, Teknologi Estetika Ikut Berkembang

Gen Z Makin Rajin Treatment, Teknologi Estetika Ikut Berkembang
Konferensi pers "The Future of Aesthetic Treatments: Personalized Combination Treatment with PLLA SCA and NASHA-OBT" di Jakarta, Jumat (3/7).
Intinya Sih
  • Tren perawatan estetika di Indonesia bergeser ke hasil natural dan personal, dipicu meningkatnya minat Gen Z terhadap perawatan kulit sebagai bagian gaya hidup serta pencegahan penuaan.
  • Galderma memperkenalkan kombinasi teknologi PLLA-SCA dan filler NASHA & OBT yang memungkinkan personalized treatment dengan efek lifting bertahap dan hasil wajah lebih proporsional.
  • Masuknya PLLA-SCA membuka peluang bisnis baru bagi klinik estetika premium, dengan Beauty Sister Clinic mencatat peningkatan permintaan treatment premium serta edukasi publik melalui media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Tren perawatan estetika di Indonesia memasuki fase baru. Jika sebelumnya konsumen identik dengan prosedur yang mengubah kontur wajah secara dramatis, kini permintaan bergeser ke hasil yang lebih natural dan disesuaikan dengan karakter setiap individu. Melihat perubahan tersebut, perusahaan dermatologi global Galderma menghadirkan kombinasi collagen stimulator PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid–Sterile Carboxymethylcellulose) dan filler NASHA & OBT ke pasar Indonesia. Teknologi yang telah digunakan secara klinis selama lebih dari 25 tahun di berbagai negara itu dinilai tidak hanya mendorong tren personalized treatment, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi klinik estetika premium.

Founder Beauty Sister Clinic, dr. Elizabeth Lisa, mengatakan tren perawatan estetika kini bergeser dari sekadar mengubah bentuk wajah menjadi mempertahankan tampilan yang alami (natural look). Pergeseran itu juga didorong meningkatnya minat kalangan Gen Z yang mulai menjadikan perawatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup dan langkah pencegahan penuaan.

"Mulai usia 20 tahun setiap tahun kolagen yang hilang 1 persen dan di usia 40 sudah hilang 20 persen, jadi lebih baik dilakukan perawatan untuk pencegahan, dari pada saat gejala penuaan semakin banyak membutuhkan biaya yang tidak sedikit," ujar dr. Lisa dalam konferensi pers Unlock the Natural Combination Treatment PLLA-SCA & NASHA-OBT di Jakarta, Jumat (3/7).

Menurutnya, PLLA-SCA baru resmi masuk ke Indonesia pada Januari 2026 dan diluncurkan secara nasional pada Maret 2026. Saat ini teknologi tersebut baru tersedia di 20 klinik utama, termasuk Beauty Sister Clinic.

"PLLA-SCA itu sebenarnya sudah terkenal banget di dunia, dan bahkan di Asia juga sudah ada lama, seperti di Bangkok, di Vietnam. Tapi memang mungkin untuk masuk ke Indonesia perlu proses perizinan. Dari Galderma ini sejak tujuh tahun lalu, tapi sayangnya baru masuk sekarang," kata dr. Lisa.

Teknologi tersebut dikembangkan sebagai collagen stimulator yang bekerja merangsang produksi kolagen alami tubuh sehingga kulit menjadi lebih kencang, kenyal, dan memberikan efek lifting secara bertahap. Sementara itu, teknologi NASHA dan OBT merupakan filler premium dari Galderma yang telah lebih dulu hadir di Indonesia.

dr. Lisa menjelaskan, NASHA digunakan untuk area wajah yang membutuhkan struktur lebih kokoh, sedangkan OBT dirancang untuk area yang lebih dinamis sehingga memerlukan filler yang fleksibel. Kombinasi keduanya memungkinkan dokter menyesuaikan tindakan sesuai karakteristik wajah setiap pasien.

"Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment, sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Ketika collagen stimulator dikombinasikan dengan filler, maka hasilnya sangat optimal. Filler memiliki efek instan dalam face contouring mengisi cekungan di bawah mata atau pipi, dagu serta bagian rahang sedangkan collagen stimulator itu efeknya muncul bertahap, dan semakin lama akan semakin terlihat hasilnya," jelasnya.

Ia menambahkan, collagen stimulator PLLA-SCA dapat bertahan hingga 25 bulan dan diaplikasikan bersamaan dengan filler NASHA & OBT karena keduanya bekerja di area dan mekanisme yang berbeda.

"Keduanya memiliki cara kerja berbeda dan aplikasi di area wajah yang berbeda sehingga bila dikombinasikan akan menghasilkan tampilan yang lebih optimal untuk mengatasi masalah aging," ujarnya.

Pacu bisnis klinik estetika

Menurut dr. Lisa, tren terbaru di dunia estetika adalah personalized treatment, karena setiap orang memiliki struktur wajah, kondisi kulit, dan proses penuaan yang berbeda. Dengan demikian, tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua orang. Kondisi kulit, usia, struktur wajah, hingga tujuan estetika setiap individu berbeda. Karena itu, pemilihan terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing, melalui konsultasi dengan dokter yang kompeten, sehingga hasil yang didapat tidak hanya optimal, tetapi juga tetap natural, harmonis, dan aman,

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya Gen Z, agar tidak menentukan perawatan hanya berdasarkan tren media sosial. "Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Tapi tidak ada wajah yang sama, kita harus cek kondisi kulitnya, bentuk wajah, proporsi wajah, simetri wajah termasuk ekspresinya, karena masing-masing orang memiliki tipe berbeda, termasuk proses aging-nya," ujarnya.

Masuknya PLLA-SCA juga dinilai memperluas peluang bisnis klinik estetika. Beauty Sister Clinic yang telah bekerja sama dengan Galderma sejak 2017 untuk penggunaan filler NASHA OBT mengaku melihat peningkatan permintaan terhadap treatment premium.

"Prospeknya baik. Karena produknya bagus, maka pasien akan datang terus. Jadi, keuntungan profit dari klinik ya pasti akan makin oke," kata dr. Lisa.

Saat ini Beauty Sister Clinic memiliki dua cabang. Klinik tersebut melayani lebih dari 200 pasien setiap bulan untuk treatment NASHA OBT, sementara penggunaan PLLA-SCA mencapai sekitar 50 vial per bulan sejak diluncurkan. Sekitar 90 persen pasien merupakan perempuan, sedangkan sisanya laki-laki.

Untuk meningkatkan adopsi teknologi baru tersebut, Beauty Sister Clinic bersama Galderma mulai mengedukasi masyarakat melalui media sosial serta kolaborasi dengan influencer.

Dari sisi biaya, treatment PLLA-SCA dibanderol mulai sekitar Rp18 juta hingga Rp22 juta untuk satu kali tindakan dengan dua vial, tergantung kebutuhan pasien. Efeknya dapat bertahan hingga dua tahun. Sementara filler NASHA OBT dipatok mulai Rp6,5 juta per syringe dengan frekuensi pengulangan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Menutup paparannya, dr. Lisa menilai kombinasi berbagai teknologi suntik akan menjadi arah baru industri estetika.

"Di tengah luasnya pilihan perawatan wajah untuk menunjang estetika, dan di tengah banyaknya modalitas yang bisa digunakan, tidak ada yang sebaik perawatan estetika dalam bentuk suntikan," ujarnya,

Ia juga menyarankan menggunakan perawatan kombinasi dibandingkan satu jenis perawatan saja. Maka saat ini penting melakukan personalized treatment dengan berkonsultasi dengan dokter untuk hasil yang memuaskan dan aman.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More