Rolls-Royce Phantom Regatta, Mahakarya Bespoke Terinspirasi Yacht

- Rolls-Royce memperkenalkan Phantom Regatta, edisi tunggal Phantom Extended yang terinspirasi dunia pelayaran di pesisir selatan Inggris dan akan debut di Goodwood Festival of Speed 2026.
- Desain eksteriornya memadukan warna Regatta Blue dan English White dengan pelek 22 inci, sementara interior menampilkan tema maritim melalui kombinasi kulit Navy Blue dan Grace White.
- Kabin dilengkapi meja piknik bergaya dek kapal, karya seni Watercolour di dasbor, serta Starlight Headliner dengan 1.307 titik cahaya yang menggambarkan arus pasang surut Isle of Wight.
Jakarta, FORTUNE – Rolls-Royce Motor Cars memperkenalkan Phantom Regatta, sebuah Phantom Extended edisi tunggal (one-of-one) yang terinspirasi dari dunia pelayaran di pesisir selatan Inggris. Mobil ultra-mewah ini akan diperkenalkan secara resmi pada ajang Goodwood Festival of Speed 2026 di Goodwood, West Sussex.
Phantom Regatta menjadi penghormatan terhadap perairan Solent dan Chichester Harbour, kawasan yang dikenal sebagai lokasi berbagai kompetisi kapal layar bergengsi, termasuk Cowes Week. Lanskap laut tersebut juga memiliki hubungan historis dengan salah satu pendiri Rolls-Royce, Sir Henry Royce, yang pernah tinggal di desa pesisir West Wittering, hanya sekitar delapan mil dari markas Rolls-Royce saat ini di Goodwood.
Head of Bespoke Rolls-Royce Motor Cars, Phil Fabre de la Grange, mengatakan Phantom Regatta menjadi representasi kemampuan divisi Bespoke dalam menerjemahkan inspirasi menjadi sebuah karya otomotif.
"Phantom Regatta merupakan hasil karya para desainer, insinyur, dan perajin kami di Home of Rolls-Royce di Goodwood yang terinspirasi oleh perairan di sekitar mereka. Mobil ini menghadirkan semangat dunia pelayaran, mulai dari warna, material, hingga kesan kecepatannya ke dalam ketenangan sebuah Phantom Extended," ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).
Eksterior Phantom Regatta memadukan warna Regatta Blue pada bagian atas dengan English White di bagian bawah melalui teknik pengecatan dua warna yang dikerjakan sepenuhnya dengan tangan. Kombinasi tersebut dirancang menyerupai garis pertemuan lambung kapal pesiar dengan permukaan laut. Tampilan itu dipertegas dengan pelek cakram berukuran 22 inci berlapis polesan penuh yang terinspirasi dari winch baja mengilap pada kapal layar balap.
Nuansa maritim berlanjut ke kabin. Bagian depan menggunakan balutan kulit Navy Blue, sedangkan ruang belakang dibalut Grace White yang menggambarkan layar kapal dan jejak ombak di laut. Aksen jahitan kontras, kemudi dua warna, serta monogram RR berwarna Turchese melengkapi tema tersebut.
Salah satu elemen paling mencolok adalah meja piknik yang dirancang menyerupai dek kapal pesiar. Komponen ini dibuat dari kombinasi kayu Royal Walnut dan Black Bolivar, dengan total waktu pengerjaan sekitar 120 jam. Enam belas bilah kayu dipotong dari satu bagian batang yang sama agar pola seratnya tetap konsisten, lalu disusun secara manual untuk menghasilkan efek simetris layaknya dek kapal mewah.
Pada dasbor, Rolls-Royce menghadirkan karya seni Gallery berjudul Watercolour yang dilukis langsung oleh seniman internal perusahaan. Lukisan tersebut dibuat menggunakan teknik pencampuran warna baru yang dikembangkan selama dua pekan melalui serangkaian panel uji guna menghasilkan visual yang merepresentasikan gerakan ombak secara realistis.
Sementara itu, langit-langit kabin dibekali Bespoke Starlight Headliner yang terdiri atas 1.307 titik cahaya serat optik yang dipasang satu per satu. Pola pencahayaannya terinspirasi dari pusaran arus pasang surut di sekitar Isle of Wight, dan dipadukan dengan Illuminated Doors.
Rolls-Royce juga menyematkan detail tersembunyi pada ventilasi udara berbentuk eyeball. Saat ventilasi dimiringkan ke depan, terlihat ukiran koordinat geografis Goodwood House di sisi penumpang dan Home of Rolls-Royce di sisi pengemudi sebagai penanda asal-usul Phantom Regatta. "Lebih dari itu, karya ini menunjukkan apa yang mampu diwujudkan oleh Bespoke Rolls-Royce: menghadirkan sebuah cerita elegan melalui cat, kulit, kayu, dan logam yang seluruhnya dikerjakan dengan tangan sesuai standar tertinggi," katanya.




















