Samsonite Kucurkan Rp3,1 T Akuisisi BÉIS Perkuat Portofolio Lifestyle

- Samsonite akan mengakuisisi 85% saham BÉIS senilai US$178,5 juta atau sekitar Rp3,1 triliun, dengan valuasi perusahaan US$210 juta; transaksi ditargetkan rampung kuartal IV 2026.
- Akuisisi ini menjadi strategi Samsonite memperluas portofolio tas lifestyle, kapabilitas digital, dan pasar konsumen muda di Amerika Utara, didukung pertumbuhan BÉIS yang mencatat penjualan bersih US$210 juta pada 2025.
- BÉIS tetap beroperasi mandiri di bawah Samsonite; CEO Adeela Hussain Johnson dan timnya bertahan, sementara pendiri Shay Mitchell memimpin kreativitas serta mempertahankan 15% saham.
Jakarta, FORTUNE— Samsonite Group S.A. menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi BÉIS, merek lifestyle dan travel yang didirikan aktris sekaligus pengusaha Shay Mitchell pada 2018. Akuisisi merupakan bagian dari strategi ekspansi Samsonite Group dalam memperluas portofolio produk lifestyle sekaligus memperkuat kapabilitas digital dan prospek pertumbuhan perusahaan, khususnya di pasar Amerika Utara.
Transaksi tersebut memberikan nilai perusahaan (enterprise value) BÉIS sekitar US$210 juta, dengan basis bebas kas dan utang, serta masih tunduk pada penyesuaian modal kerja bersih yang lazim dalam transaksi akuisisi.
Samsonite Group akan mengakuisisi 85 persen saham BÉIS senilai US$178,5 juta atau sekitar Rp3,1 triliun (kurs Rp17.879 per dolar AS). Akuisisi tersebut akan didanai menggunakan kas internal serta pinjaman berdasarkan fasilitas kredit bergulir Samsonite Group.
Sementara itu, Beach House Group, yang merupakan pemegang saham mayoritas BÉIS, akan menjual seluruh 70 persen kepemilikannya dalam transaksi tersebut.
Transaksi ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026, dengan tetap menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan penutupan lainnya.
CEO Samsonite Group Kyle Gendreau mengatakan akuisisi BÉIS sejalan dengan sejumlah prioritas pertumbuhan perusahaan, termasuk meningkatkan eksposur terhadap merek yang berorientasi pada konsumen, memperkuat kapabilitas digital, mendorong pertumbuhan melalui berbagai kanal penjualan, serta memperluas bisnis tas lifestyle.
Menurut dia, BÉIS memiliki tim manajemen yang kuat dan telah membangun basis pelanggan loyal melalui produk yang berbeda, storytelling yang autentik, serta model bisnis yang mengutamakan kanal digital.
“Kami melihat peluang yang signifikan untuk mempercepat pertumbuhan jangka panjang BÉIS, dengan tetap mempertahankan jiwa kreativitas, dan identitas merek yang kuat,” ujar Gendreau dikutip dari keterangan resminya, Kamis (13/8).
BÉIS merupakan merek gaya hidup dan travel berbasis digital yang menawarkan produk koper dan tas lifestyle. Merek ini mengandalkan strategi pemasaran digital, kemitraan dengan kreator, media sosial, serta kolaborasi merek untuk membangun basis konsumen yang kuat.
Saat ini, BÉIS memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di Instagram dan lebih dari 619.000 pengikut di TikTok.
Didirikan pada 2018, BÉIS memperluas jangkauan Samsonite Group ke segmen konsumen yang lebih muda, terutama perempuan. Akuisisi ini juga meningkatkan eksposur Samsonite terhadap kategori tas lifestyle yang tumbuh lebih cepat.
BÉIS mencatat pertumbuhan yang cepat sekaligus menguntungkan. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan bersih sekitar US$210 juta dengan margin yang menarik.
Samsonite Group memperkirakan akuisisi BÉIS akan semakin meningkatkan profil pertumbuhan penjualan perusahaan.
Samsonite juga akan memanfaatkan jaringan distribusi global, kemampuan inovasi produk, keahlian sourcing, serta infrastruktur logistiknya untuk membawa produk BÉIS kepada konsumen baru di berbagai pasar.
Shay Mitchell Tetap Memimpin Kreativitas BÉIS
Di sisi profitabilitas, transaksi ini diperkirakan hanya memberikan dampak minimal terhadap profitabilitas Samsonite Group pada saat penutupan. Namun, perusahaan melihat peluang terciptanya efisiensi operasional seiring dengan pertumbuhan BÉIS dan pemanfaatan skala global serta infrastruktur operasional Samsonite.
Setelah transaksi rampung, BÉIS akan tetap beroperasi sebagai merek mandiri di bawah portofolio Samsonite Group.
CEO BÉIS, Adeela Hussain Johnson akan tetap memimpin perusahaan bersama tim manajemen yang ada. Sementara itu, Shay Mitchell akan tetap terlibat dalam pengembangan merek sebagai Founder dan Head of Creative and Design.
Mitchell juga akan mempertahankan 15 persen kepemilikan saham BÉIS setelah transaksi selesai. Dia sepakat mengalihkan sekitar separuh kepemilikan sahamnya saat ini ke dalam struktur kepemilikan baru.
Mitchell mengatakan bergabungnya BÉIS dengan Samsonite Group akan membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan merek tersebut ke skala yang lebih besar.
“Bergabung dengan Samsonite Group memberi kami kesempatan untuk bermimpi lebih besar,” ujar Mitchell.
Sementara itu, Adeela Hussain Johnson mengatakan BÉIS telah berkembang menjadi merek yang menguntungkan dengan komunitas konsumen yang loyal.
Dia menilai skala global, pengalaman operasional, dan jaringan internasional Samsonite Group dapat membantu BÉIS mempercepat pertumbuhan sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.


















