Optik Melawai Bidik Pertumbuhan Baru Lewat Layanan Eye Healthcare

- Optik Melawai bertransformasi dari ritel optik menjadi penyedia layanan kesehatan mata terintegrasi, melalui peningkatan standar layanan, pemeriksaan mata dan pendengaran, serta investasi teknologi AI.
- Perusahaan memperluas pemeriksaan komprehensif dengan retinal scanning, skrining katarak dan mata diabetes. Retina Scan AI diklaim mendeteksi enam penyakit mata serta delapan penyakit kronis dalam kurang dari lima menit.
- Dengan lebih dari 485 gerai, Optik Melawai menargetkan pembukaan sekitar 25 gerai hingga akhir tahun, terutama di luar Jakarta, tanpa rencana ekspansi internasional.
Jakarta, FORTUNE - Optik Melawai mempercepat transformasi bisnis dari jaringan ritel optik menjadi penyedia layanan kesehatan mata terintegrasi. Strategi tersebut ditempuh melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan layanan kesehatan mata dan pendengaran, hingga investasi pada teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
General Manager Operation Optik Melawai, James Hadisurjo mengatakan transformasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata dan kebutuhan layanan yang lebih komprehensif.
"Memasuki usia ke-45 tahun, kami menegaskan langkah baru sebagai pemimpin layanan kesehatan mata. Kami terus meningkatkan standar pelayanan di seluruh jaringan, memperluas layanan kesehatan mata dan pendengaran, serta berinvestasi pada teknologi agar setiap pelanggan memperoleh pelayanan yang lebih personal, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/8).
Transformasi bisnis juga dilakukan melalui peningkatan standar pelayanan, perluasan layanan kesehatan mata dan pendengaran, serta pemanfaatan teknologi agar pelanggan memperoleh layanan yang lebih personal dan akurat.
Di tengah menjamurnya pemain optik baru yang menyasar segmen anak muda, Optik Melawai memperkuat diferensiasinya melalui layanan kesehatan mata sebagai nilai tambah.
Vice President Director Optik Melawai, Priscilla Ratna Bahana menambahkan, perusahaan akan memperluas layanan pemeriksaan mata komprehensif dengan memanfaatkan berbagai teknologi terbaru, seperti retinal scanning, cataract screening, diabetic eye screening, hingga berbagai alat diagnostik lainnya.
Retina Scan AI diklaim mampu membantu mendeteksi enam penyakit mata dan delapan penyakit kronis tanpa tindakan invasif dengan hasil pemeriksaan dalam waktu kurang dari lima menit. Selain itu, perusahaan menghadirkan layanan Mobile Optic untuk memperluas akses pemeriksaan mata bagi masyarakat.
Ke depan, layanan kesehatan mata tersebut akan diperluas ke lebih banyak gerai Optik Melawai.
"Arahnya memang semakin fokus ke kesehatan mata. Sehingga, [Optik Melawai] bukan hanya tempat membeli kacamata, tetapi juga tempat masyarakat melakukan pemeriksaan mata secara lebih lengkap sehingga berbagai gangguan bisa dideteksi sejak dini," ujarnya.
Rencana Ekspansi
Sementara itu, Managing Director Optik Melawai, Eddyanto Hadisuryo mengatakan, perjalanan perusahaan mampu bertahan selama empat dekade ditopang oleh inovasi yang terus dilakukan, baik dari sisi produk maupun operasional.
"Kami terus melakukan pengembangan mulai dari menghadirkan house brand lens, lensa kontak, memperbarui mesin di laboratorium, membangun sistem ERP, hingga meningkatkan kualitas layanan. Semua itu kami lakukan agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan," ujarnya.
Menurutnya, kunci Optik Melawai bertahan di tengah perubahan industri optik salah satunya karena konsistensi menjaga kualitas.
"Selama 45 tahun, kami berkomitmen mempertahankan kualitas. Itu yang menjadi fondasi utama perusahaan," katanya.
Saat ini, Optik Melawai telah mengoperasikan lebih dari 485 gerai di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut didukung oleh Training Centre untuk pengembangan kompetensi tenaga kerja serta Distribution Centre guna memperkuat efisiensi distribusi produk ke seluruh gerai.
Hingga akhir tahun, perusahaan menargetkan membuka sekitar 25 gerai baru sehingga total gerai yang dioperasikan mencapai 500 gerai. Ekspansi lebih banyak diarahkan ke kota-kota di luar Jakarta dan wilayah yang dinilai masih membutuhkan layanan optik modern.
Meski telah memiliki jaringan dari Sabang hingga Merauke, perusahaan mengaku belum memiliki rencana berekspansi ke luar negeri.
"Kami melihat potensi pasar domestik masih sangat besar. Masih banyak wilayah di Indonesia yang belum kami layani secara optimal," pungkasnya.



















