Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

LVMH Caplok Hyrox Lewat L Catterton, Ambisi Ubah Keringat Jadi Bisnis Miliaran

4 min read
LVMH Caplok Hyrox Lewat L Catterton, Ambisi Ubah Keringat Jadi Bisnis Miliaran
Rowing station di HYROX Jakarta/Dok. FORTUNE IDN/Desy Y.
  • Konsorsium pimpinan L Catterton yang didukung LVMH mengakuisisi saham mayoritas Hyrox dari Infront, dengan valuasi sekitar €600 juta; pendiri Christian Toetzke dan Moritz Fürste kembali memegang mayoritas saham.
  • Hyrox berkembang dari kompetisi kebugaran menjadi ekosistem global: lebih dari 100 event, 1,4 juta peserta, 1,5 juta penonton, program latihan, serta lisensi untuk jaringan pusat kebugaran di puluhan negara.
  • Pemilik baru membidik ekspansi pakaian, aksesori, pengalaman, perjalanan, dan produk komunitas, sembari mengejar peluang Olimpiade 2032 atau 2036 amid persaingan serta risiko tren kebugaran yang cepat berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNEHyrox memasuki babak baru setelah konsorsium yang dipimpin L Catterton mengambil alih saham mayoritas perusahaan kebugaran asal Jerman tersebut dari Infront Sports & Media. Pergantian pemilik ini membuka ruang bagi Hyrox untuk memperluas bisnisnya, dari kompetisi kebugaran menjadi merek olahraga dan lifestyle dengan sumber pendapatan yang lebih beragam.

L Catterton, perusahaan investasi yang didukung LVMH, menyelesaikan akuisisi tersebut bersama pendiri Hyrox, Christian Toetzke dan Moritz Fürste, serta perusahaan investasi WndrCo. Infront mengonfirmasi transaksi pada 8 September 2026, tetapi tidak mengungkapkan nilai kesepakatannya. Setelah transaksi, kedua pendiri Hyrox kembali memegang mayoritas saham perusahaan.

Melansir Financial Times, kesepakatan tersebut membuat valuasi Hyrox berada di sekitar €600 juta atau hampir US$700 juta. Angka itu setara sekitar 2,6 kali lipat dari proyeksi pendapatan US$270 juta untuk 2026 yang disebut pendiri Hyrox dalam wawancara dengan CNBC.

Akuisisi tersebut datang ketika skala bisnis Hyrox telah berkembang jauh dari ajang kebugaran yang didirikan pada 2017. Pada musim 2025/2026, Hyrox menggelar lebih dari 100 event dengan lebih dari 1,4 juta peserta dan 1,5 juta penonton di berbagai negara.

Format kompetisinya relatif sederhana. Peserta menjalani delapan rangkaian yang masing-masing terdiri dari lari 1 kilometer dan satu stasiun latihan fungsional. Format yang seragam memungkinkan peserta membandingkan catatan waktunya dengan atlet lain di berbagai belahan dunia.

Pertumbuhan tersebut membuat Hyrox tidak lagi hanya menjual pengalaman berlomba. Perusahaan juga menjalankan program latihan dan jaringan affiliate gyms, sehingga aktivitas bisnisnya mencakup kompetisi, pelatihan, hingga komunitas kebugaran. Reuters mencatat Hyrox telah hadir di lebih dari 30 negara.

Bagi pemilik barunya, jaringan tersebut menjadi fondasi untuk memperluas nilai komersial merek.

Model bisnis Hyrox berbeda dengan bisnis seperti Peloton. Hyrox tidak terutama bergantung pada penjualan perangkat atau kelas olahraga, melainkan memperoleh pendapatan dari tiket peserta dan penonton serta lisensi merek kepada pusat kebugaran yang melatih calon peserta.

L Catterton melihat peluang untuk membawa merek tersebut ke kategori yang lebih luas. Pengalaman perusahaan investasi itu dalam mengembangkan merek konsumen menjadi salah satu modal untuk memperluas Hyrox di luar arena pertandingan.

  1. Peluang ekspansi terbuka lebar

    Luna Maya ikut Hyrox Bangkok 2026 (instagram.com/lunamaya)
    Luna Maya ikut Hyrox Bangkok 2026 (instagram.com/lunamaya)

    Salah satu area ekspansi yang paling terbuka adalah produk konsumen. Financial Times menilai pakaian dan aksesori menjadi langkah yang paling jelas, terlebih Hyrox telah memiliki kerja sama dengan Puma.

    Potensi tersebut juga sejalan dengan semakin berkembangnya kategori hybrid fitness, yang menggabungkan latihan kekuatan dan daya tahan. Reuters sebelumnya melaporkan Hyrox telah berkembang menjadi kompetisi dengan lebih dari 1,5 juta peserta secara global setiap tahun dan digelar di lebih dari 100 kota di lebih dari 35 negara.

    Selain barang olahraga, ruang ekspansi terbuka pada bisnis pengalaman dan perjalanan. Financial Times mencatat Hyrox telah mengembangkan konsep pelayaran yang dilengkapi zona latihan. Perusahaan juga memiliki kerja sama dengan aplikasi kencan untuk mempertemukan komunitas penggemar kebugaran.

    Dengan demikian, nilai ekonomi Hyrox berpotensi tidak hanya berasal dari biaya pendaftaran lomba. Komunitas yang terbentuk di sekitar kompetisi dapat menjadi basis bagi produk, layanan, konten, perjalanan, hingga berbagai pengalaman yang terkait dengan gaya hidup aktif.

    Pola tersebut bukan hal baru dalam industri olahraga. Sebelumnya, ada Red Bull yang berkembang dari perusahaan minuman energi menjadi merek hiburan dan olahraga ekstrem. Formula 1 juga berkembang dari kompetisi motorsport menjadi bisnis hiburan dengan cakupan komersial yang lebih luas.

    Di sisi lain, ekspansi komersial Hyrox berjalan bersamaan dengan ambisi menjadikan hybrid racing sebagai olahraga global. Pendiri Hyrox Christian Toetzke menyebut arah perusahaan ke depan akan bertumpu pada perluasan komunitas sekaligus pengembangan produk.

    “HYROX telah membangun seri ajang kebugaran dengan partisipasi massal terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun ke depan, prioritas kami akan berfokus pada ambisi Olimpiade, terus menyambut jutaan orang di garis start HYROX, serta memanfaatkan peluang untuk membangun dan berinvestasi pada produk-produk baru yang memperkuat penawaran HYROX,” ujar Christian Toetzke, seperti dikutip dari Infront Sports.

    Reuters melaporkan Hyrox menargetkan peluang masuk ke Olimpiade 2032 atau 2036. Perusahaan juga telah memperoleh persetujuan penggunaan nama “Hyathlon” dari World Triathlon untuk format tersebut.

    Ambisi tersebut penting bagi strategi jangka panjang Hyrox. Status sebagai olahraga yang diakui secara lebih luas dapat memperbesar basis peserta, memperkuat legitimasi kompetisi, sekaligus membuka peluang komersial baru bagi penyelenggara dan mitranya.

    Namun, pertumbuhan cepat juga membawa risiko. Industri kebugaran memiliki siklus tren yang relatif pendek dan persaingan terus bermunculan. Reuters mencatat Hyrox menghadapi kompetitor seperti Spartan, sementara pemain baru juga mulai masuk ke kategori fitness racing.

    Usai akuisisi, tantangan bagi L Catterton dan para pendiri bukan semata memperbanyak jumlah lomba. Mereka perlu mengubah basis komunitas Hyrox yang sudah terbentuk menjadi bisnis yang mampu bertahan melampaui siklus tren kebugaran.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More