Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Dyson Geser Strategi ke AI, Rilis 10 Produk Pintar Terbaru

Dyson Geser Strategi ke AI, Rilis 10 Produk Pintar Terbaru
Dyson HushJet/Dok. Dyson
Share Article

Jakarta, FORTUNEDyson mulai menggeser fondasi pengembangan produknya. Jika selama ini perusahaan dikenal lewat rekayasa mekanis pada penyedot debu, pengering rambut, hingga penjernih udara, kini kecerdasan buatan (AI), sistem visi, konektivitas, dan machine learning menjadi bagian penting dari generasi produk berikutnya.

Chief Engineer Dyson, Jake Dyson, mengungkapkan perubahan tersebut saat acara Dyson Unveiled di Berlin, pada Kamis (3/9). Menurutnya, perusahaan kini tidak lagi hanya mengandalkan rekayasa mekanis, tetapi mengembangkan mesin yang mampu memahami lingkungan dan merespons kondisi di sekitarnya.

Jake mengatakan, sebelumnya Dyson selalu sangat berfokus pada rekayasa mekanis suatu produk, menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menyempurnakan cara kerja fisik setiap mesin.

"Kini, kami beralih dari perangkat yang sepenuhnya mekanis menjadi mesin cerdas yang dapat melihat, berpikir, dan merespons," katanya, dalam keterangan pers, Jumat (4/9).

Dalam acara tersebut, Dyson memperkenalkan 10 produk baru yang dibangun dengan pendekatan tersebut. Portofolionya mencakup perangkat perawatan gigi, robot pembersih rumah, penjernih udara, perangkat perawatan rambut, hingga platform layanan pelanggan MyDyson.

"Kami menggunakan kecerdasan buatan, sistem visi, dan machine learning agar mesin dapat memahami lingkungan tempatnya beroperasi. Pendekatannya sama, baik ketika mesin bekerja di dalam mulut, pada rambut, maupun di sekitar rumah," katanya, menambahkan.

Salah satu produk yang menandai arah baru Dyson adalah CameraJet, sikat gigi berkamera yang menggabungkan fungsi menyikat gigi, liquid flossing, dan penyemprotan obat kumur.

Perangkat ini dikembangkan selama enam tahun oleh 661 insinyur. Kamera CameraJet mampu memindai 28 gambar per detik, sementara sistemnya menggunakan 16 juta baris kode dan dilatih dengan lebih dari 470.000 gambar gigi untuk mengenali celah antargigi dan menargetkan area yang berpotensi menjadi tempat penumpukan plak.

CameraJet juga terhubung melalui Wi-Fi dan Bluetooth serta dapat dikendalikan melalui aplikasi MyDyson untuk memberikan panduan, memetakan area yang telah dibersihkan, dan memberikan umpan balik secara personal. Dyson menyatakan gambar yang ditangkap kamera tidak direkam atau disimpan di perangkat maupun cloud.

Pada kategori floorcare, Dyson memperkenalkan tiga robot Nurovi, yakni R3 Nurovi Spot+Scrub UV, R2 Nurovi Wash+Dry, dan R1 Nurovi Dry.

R3 Nurovi menjadi model paling canggih dengan kombinasi sinar ultraviolet, AI vision, dan pencahayaan hijau untuk mengenali hampir 200 jenis zat dan objek rumah tangga. Robot ini memiliki daya isap 30.000 Pa, atau 65% lebih tinggi, serta sistem wet roller yang menggunakan air panas hingga 158 derajat Fahrenheit atau sekitar 70 derajat Celsius.

Sementara itu, R2 Nurovi Wash+Dry menggunakan sistem Twin-capture untuk memisahkan kotoran kasar dan halus, sedangkan R1 Nurovi Dry memiliki daya isap 21.000 Pa dan menggunakan teknologi yang sama untuk membersihkan lantai keras maupun karpet.

Outlook-fxziyuj4.png
Dok. Dyson
  1. Investasi AI capai ratusan juta poundsterling

    Pengembangan mesin berbasis AI tersebut sejalan dengan investasi Dyson pada teknologi. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan £6,13 miliar, turun dari £6,57 miliar pada 2024. Namun, EBITDA naik 18 persen menjadi £1,11 miliar, sedangkan laba operasi meningkat 15 persen menjadi £600 juta.

    Dyson juga mengalokasikan lebih dari £400 juta untuk riset dan pengembangan (R&D) pada 2025, termasuk untuk AI dan machine learning. Perusahaan mengajukan 252 paten dan meluncurkan 13 produk pada tahun yang sama.

    Investasi tersebut merupakan bagian dari rencana belanja lima tahun Dyson senilai £2,75 miliar untuk pengembangan teknologi baru. Dalam satu dekade terakhir, jumlah tim perangkat lunak Dyson juga tumbuh lebih dari 10 kali lipat, dengan 45 persen insinyur pada tahap awal karier kini bekerja di tim berbasis perangkat lunak.

    Penerapan teknologi baru juga diperluas ke kategori perawatan rambut melalui Corrale CoolShine dan AirSmooth. Corrale CoolShine menggunakan pelat fleksibel dan sistem pendinginan aktif, sedangkan AirSmooth merupakan sikat pengering rambut pertama Dyson dengan sistem pengendalian panas yang mengukur suhu 100 kali per detik.

    Di kategori penjernih udara, Dyson memperluas teknologi HushJet ke tiga produk baru, yakni HushJet Big+Quiet Cool Pure+ Formaldehyde, HushJet Pure Cool+ Formaldehyde, dan HushJet Hot Cool Pure+.

    Model Big+Quiet Cool Pure+ Formaldehyde menjadi produk terbesar dan paling bertenaga dalam lini tersebut. Dyson mengklaim perangkat ini mampu menangkap 99,999 persen polutan berukuran hingga 0,01 mikron. Sementara HushJet Pure Cool+ Formaldehyde diklaim menghasilkan pemurnian udara hingga tiga kali lebih kuat dibandingkan pendahulunya.

    Transformasi Dyson tidak berhenti pada perangkat keras. Perusahaan juga mendorong MyDyson sebagai bagian dari layanan pelanggan yang terhubung dengan perangkat.

    Melalui konsep "Never Without Your Dyson", perusahaan mengembangkan layanan yang menggabungkan teknologi konektivitas, diagnostik cerdas, perawatan prediktif, dan dukungan dari tenaga ahli.

    Dengan pendekatan tersebut, Dyson berupaya mengubah hubungan dengan konsumen dari sekadar transaksi produk menjadi layanan yang berlangsung sepanjang masa penggunaan perangkat.

    Perubahan itu sekaligus menunjukkan arah baru Dyson: bukan hanya membuat mesin dengan kemampuan mekanis tinggi, tetapi mengembangkan perangkat yang mampu memahami pengguna dan lingkungan, belajar dari kondisi yang dihadapi, serta memberikan respons yang semakin terpersonalisasi.

Share Article
Editorial Team

Latest in Luxury

See More