LVMH Bersiap Akuisisi Hyrox, Sinyal Besar bagi Bisnis Wellness Global

- L Catterton, didukung LVMH, tengah menjajaki akuisisi mayoritas saham Hyrox dengan valuasi diperkirakan 700 juta hingga 1 miliar euro, menandai meningkatnya minat investor pada sektor wellness global.
- Hyrox berkembang pesat sejak 2018 menjadi kompetisi fitness internasional dengan lebih dari 650.000 peserta dari 30 negara dan pendapatan sekitar 130 juta euro pada 2025.
- Akuisisi ini mencerminkan strategi LVMH memperluas bisnis ke ekosistem kebugaran yang menggabungkan komunitas, pengalaman, dan gaya hidup mewah bagi konsumen urban berdaya beli tinggi.
Jakarta, FORTUNE — Industri kebugaran berbasis kompetisi semakin menarik perhatian investor global. L Catterton, perusahaan private equity yang didukung grup barang mewah LVMH milik Bernard Arnault, dikabarkan tengah menjajaki pembicaraan eksklusif untuk mengakuisisi mayoritas saham Hyrox, penyelenggara kompetisi fitness yang pertumbuhannya melesat dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai transaksi belum diumumkan. Namun, berbagai laporan memperkirakan valuasi Hyrox berada di kisaran 700 juta euro hingga 1 miliar euro, menandakan meningkatnya daya tarik sektor wellness sebagai salah satu kategori investasi dengan prospek pertumbuhan tinggi.
Melansir Grazia Magazine, L Catterton merupakan salah satu perusahaan private equity terbesar di dunia dengan aset kelolaan sekitar US$35 miliar. Perusahaan ini dikenal berfokus pada investasi di sektor consumer dan lifestyle, serta memiliki rekam jejak pendanaan di sejumlah merek kebugaran dan gaya hidup seperti Peloton, Equinox, SoulCycle, CorePower Yoga, ClassPass, Athletic Greens, Sweaty Betty, hingga Birkenstock.
Langkah membidik Hyrox dinilai sejalan dengan strategi investasi L Catterton yang dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif masuk ke industri kesehatan dan kebugaran. Pada 2024, perusahaan tersebut mengakuisisi mayoritas saham jaringan studio pilates premium Solidcore dengan valuasi sekitar US$700 juta. Sebelumnya, L Catterton juga menanamkan investasi senilai US$200 juta di EGYM, perusahaan teknologi kebugaran berbasis kecerdasan buatan (AI).
Didirikan di Hamburg, Jerman, pada 2018, Hyrox berkembang dari ajang yang hanya diikuti sekitar 650 peserta menjadi salah satu kompetisi fitness terbesar di dunia. Pada 2025, penyelenggara mencatat lebih dari 650.000 atlet dari lebih dari 30 negara berpartisipasi dalam rangkaian kompetisinya, dengan pendapatan mencapai sekitar 130 juta euro. Hyrox berkembang pesat sebagai format kompetisi kebugaran dalam ruangan berskala global yang mengombinasikan lari dengan berbagai tantangan latihan fungsional (functional workout stations).
Ekosistem kuat
Memasuki 2026, Hyrox diproyeksikan menarik lebih dari 1,3 juta peserta melalui penyelenggaraan lomba di 34 kota di berbagai negara. Tiket kompetisi bahkan dilaporkan habis terjual beberapa bulan sebelum pelaksanaan, sementara peserta bersedia mengeluarkan biaya untuk tiket, program latihan, perlengkapan olahraga, perjalanan, hingga layanan pemulihan kebugaran.
Fenomena tersebut mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan perkotaan, yang semakin mengutamakan pengalaman dibandingkan kepemilikan barang.
Bagi LVMH, yang membawahi berbagai merek mewah seperti Louis Vuitton, Dior, Fendi, Celine, Tiffany & Co., dan Bulgari, tren tersebut dinilai membuka peluang bisnis baru. Selama ini, perusahaan membangun bisnis melalui penjualan produk yang merepresentasikan identitas, status sosial, dan eksklusivitas. Kini, nilai-nilai serupa mulai muncul dalam ekosistem kompetisi kebugaran.
Hyrox menawarkan model bisnis yang dinilai menarik karena memiliki sumber pendapatan berulang. Berbeda dengan penjualan perlengkapan olahraga yang bersifat satu kali pembelian, banyak peserta mengikuti kompetisi beberapa kali dalam setahun. Selain itu, komunitas yang kuat mendorong loyalitas peserta untuk terus berpartisipasi.
Format perlombaan yang terstandarisasi juga memungkinkan ekspansi ke berbagai kota di dunia dengan model operasional yang relatif mudah direplikasi. Di sisi lain, profil peserta yang didominasi kalangan urban berdaya beli tinggi dinilai sejalan dengan segmen konsumen yang selama ini menjadi target industri barang mewah.
Sejumlah kolaborasi antara merek fesyen premium dan industri olahraga turut memperlihatkan semakin kaburnya batas antara kemewahan dan gaya hidup aktif. Loewe, misalnya, menjalin kolaborasi dengan On Running, sementara Balenciaga bekerja sama dengan Barry's dalam menghadirkan produk dan pengalaman kebugaran.
Melansir Private Equity Wire, L Catterton, yang didukung oleh keluarga pendiri LVMH, dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif memperluas investasinya di sektor produk konsumen dan gaya hidup. Perusahaan itu juga dikabarkan terlibat dalam rencana pembentukan kendaraan investasi senilai US$500 juta yang berfokus pada atlet, bersama sejumlah tokoh olahraga, termasuk Kevin Durant, untuk mendanai perusahaan-perusahaan yang menyasar konsumen.
Sementara itu, Infront Sports & Media, pemilik Hyrox saat ini, dipimpin oleh Philippe Blatter, yang mengepalai perusahaan pemasaran olahraga berbasis di Swiss tersebut.
Rencana akuisisi Hyrox mempertegas bahwa industri wellness tidak lagi dipandang sekadar bagian dari sektor olahraga. Bagi investor global, kebugaran kini berkembang menjadi ekosistem bisnis bernilai miliaran dolar yang memadukan kompetisi, komunitas, pengalaman, serta gaya hidup dalam satu pasar yang terus bertumbuh.


















