Prada Terbang ke Bulan, Produknya Dikenakan Astronaut NASA

- Prada bekerja sama dengan Axiom Space merancang lapisan pakaian astronaut NASA untuk misi ke Bulan, menandai langkah besar merek mewah Italia itu masuk ke industri antariksa.
- Kolaborasi ini menggabungkan mode dan teknologi demi keselamatan astronaut serta memperluas eksplorasi permukaan Bulan dalam program Artemis NASA yang dijadwalkan berlangsung pada 2028.
- Langkah Prada mencerminkan strategi industri mewah mencari relevansi baru di tengah tantangan global, sekaligus memperkuat citra sebagai pelopor inovasi dan pemikiran avant-garde.
Jakarta, FORTUNE - Rumah mode asal Italia, Prada, pada Minggu (7/6), memperkenalkan lapisan bagian dalam pakaian yang akan dikenakan astronaut NASA dalam misi ke Bulan. Langkah ini menegaskan ambisi Prada menjadi merek mewah besar pertama yang memperluas kiprahnya ke industri antariksa.
Pakaian ketat yang dirancang bersama pengembang infrastruktur antariksa berbasis di Houston, Axiom Space, tersebut dilengkapi tabung ventilasi yang dirajut langsung ke dalam kain. Produk itu merupakan bagian dari Liquid Cooling and Ventilation Garment, sistem yang berfungsi membantu mengatur suhu tubuh astronaut selama menjalankan misi.
“Kami memiliki spektrum kemampuan dan keahlian yang sangat luas,” kata Chief Marketing Officer Prada, Lorenzo Bertelli, dalam sebuah acara di gerai Prada di Manhattan, mengutip Reuters.
Menurut Bertelli, pengalaman dan kemampuan teknis yang dibangun Prada selama bertahun-tahun dapat diterapkan pada berbagai bidang di luar industri fesyen.
Chief Executive Officer Axiom Space, Jonathan Cirtain, mengatakan pengembangan produk untuk eksplorasi luar angkasa tidak selalu harus berasal dari industri yang secara langsung terkait dengan teknologi antariksa.
“Keahlian untuk mengembangkan produk eksplorasi luar angkasa dapat datang dari banyak industri yang tampaknya tidak berhubungan,” ujarnya.
Produk terbaru ini melanjutkan langkah Prada di sektor antariksa yang dimulai pada 2024 melalui peluncuran rancangan baju antariksa yang diproyeksikan digunakan dalam misi pendaratan Bulan Artemis 4 NASA pada 2028.
Dunia fesyen mewah selama ini kerap menjadikan eksplorasi luar angkasa sebagai sumber inspirasi desain. Namun, menurut ahli strategi merek mewah sekaligus profesor pemasaran di Stern School of Business, New York University, Thomai Serdari, Prada telah melangkah lebih jauh. “Prada telah melampaui sekadar inspirasi dan masuk ke dalam kemitraan nyata,” katanya.
Serdari menilai ada dua alasan utama di balik ketertarikan Prada terhadap industri antariksa. Pertama, untuk menjangkau konsumen berdaya beli tinggi yang mulai mempertimbangkan wisata luar angkasa. Kedua, untuk memperkuat citra merek sebagai pelopor pemikiran avant-garde dan inovasi.
Fenomena wisata antariksa bagi kalangan kaya memang terus berkembang, didorong oleh perusahaan seperti Blue Origin milik Jeff Bezos dan SpaceX milik Elon Musk.
Kepala Global Barang Mewah Bernstein, Luca Solca, menilai kembalinya era eksplorasi luar angkasa dan rencana perjalanan manusia ke Bulan akan menarik perhatian publik secara luas. “Kembalinya eksplorasi luar angkasa dan perjalanan manusia ke Bulan pasti akan menarik banyak perhatian,” katanya.
Menurut Solca, merek-merek mewah perlu terus menjaga relevansi dan visibilitasnya di tengah perubahan tren konsumen global.
Industri mewah mencari mesin pertumbuhan baru
Melansir Runway Magazine, kolaborasi antara Prada dan Axiom Space ini menandai tonggak sejarah dalam eksplorasi ruang angkasa. Ini memungkinkan eksplorasi permukaan bulan yang lebih luas, berkontribusi pada pemahaman kita tentang Bulan, tata surya, dan seterusnya.
Kolaborasi antara Prada dan Axiom Space untuk mendesain pakaian antariksa bulan untuk misi Artemis III NASA merupakan pencapaian signifikan dalam kreativitas dan inovasi manusia. Ini mencerminkan penggabungan mode, teknologi, dan eksplorasi ruang angkasa dengan tujuan memajukan peradaban di era Artemis. Kemitraan ini berfokus pada memastikan keselamatan para astronot di lingkungan ruang angkasa yang keras dan di permukaan bulan, bukan sekadar menciptakan tontonan visual. Ini merupakan langkah penting dalam upaya kolektif Prada dan Axiom Space untuk berkontribusi pada eksplorasi ruang angkasa.
Ekspansi Prada ke sektor antariksa juga terjadi ketika industri barang mewah tengah menghadapi tantangan. Setelah mengalami kontraksi selama dua tahun, sektor ini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi sebelum perang Iran yang pecah pada akhir Februari mengganggu perjalanan internasional dan menekan belanja barang mewah di berbagai kawasan, tidak hanya di Timur Tengah.
Prada bukan satu-satunya perusahaan fesyen yang mencoba masuk ke sektor antariksa. Under Armour telah bekerja sama dengan perusahaan penerbangan luar angkasa Virgin Galactic untuk mengembangkan pakaian antariksa, sementara Columbia Sportswear berkolaborasi dengan Intuitive Machines dalam pengembangan teknologi material untuk kebutuhan luar angkasa. Meski demikian, belum jelas apakah para pemain besar industri mewah lainnya akan mengikuti langkah Prada.
“Dalam industri mewah, menjadi yang pertama melakukan sesuatu sangatlah penting, menjadi pencipta tren,” ujar Serdari.
Ia menambahkan bahwa merek-merek besar seperti Louis Vuitton, Hermès, dan Chanel juga memiliki ketertarikan terhadap dunia antariksa. Namun, menurutnya, mereka kemungkinan akan mencari pendekatan yang berbeda untuk memasuki sektor tersebut.
“Anda tidak akan pernah melihat kelompok teratas industri mewah saling meniru satu sama lain,” katanya.


















