Mandiri Capital Indonesia Kucurkan Investasi ke DORÉ by LeTAO

- Mandiri Capital Indonesia menginvestasikan dana ke DORÉ by LeTAO dan menjadi pemegang saham minoritas, menandai ekspansi perdana ventura Mandiri Group ke sektor kuliner.
- Dana investasi akan digunakan untuk ekspansi jaringan toko, peremajaan mesin, serta peningkatan kapasitas produksi DORÉ by LeTAO dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
- Kemitraan membuka akses DORÉ by LeTAO ke ekosistem dan basis nasabah Bank Mandiri, sekaligus memperkuat hubungan bisnis Indonesia-Jepang melalui prinsipal Kotobuki Spirits Group dan KCC.
Jakarta, FORTUNE — PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) mengucurkan dana investasi ke DORÉ by LeTAO. Aksi korporasi ini menjadi langkah perdana MCI merambah sektor kuliner, setelah konsisten menyasar sektor teknologi dan keuangan.
Melalui pendanaan ini, ventura milik Mandiri Group tersebut resmi menjadi pemegang saham minoritas pada perusahaan food and beverage (F&B) tersebut.
Pendanaan didasari oleh prospek cerah industri makanan dan minuman premium di Indonesia. Direktur Keuangan MCI, Wisnu Setiadi, menyatakan bahwa DORÉ by LeTAO memiliki fundamental bisnis, profitabilitas, serta ketahanan yang kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami melihat terdapat level komitmen, fokus, dan ketangguhan yang dimiliki DORÉ by LeTAO selama 10 tahun lebih di industri F&B yang tentunya sudah melewati berbagai macam fase,” kata Wisnu saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8).
Direktur Utama MCI, Ronald Samuel Simorangkir, menjelaskan dana modal tersebut akan difokuskan untuk mendukung rencana ekspansi jaringan toko serta peningkatan kapasitas produksi perusahaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
“Untuk ekspansi cabang, peremajaan mesin, atau perbaikan-perbaikan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksinya," kata Ronald.
MCI kini menerapkan pendekatan investasi lebih terukur dengan rencana penggunaan dana (use of proceeds) yang jelas. Strategi ini juga menegaskan posisi MCI yang membatasi porsi kepemilikan saham pada setiap portofolio usahanya.
"Kepemilikan kami kepada DORÉ itu tetap minoritas. Kami enggak akan jadi mayoritas. Kepemilikan kami untuk investasi berikutnya juga 15 persen sampai 20 persen," ujarnya.
Selain dukungan pendanaan, kemitraan ini membuka akses integrasi ke dalam ekosistem Bank Mandiri. Jaringan dan basis nasabah Bank Mandiri yang luas akan dimanfaatkan untuk mempertemukan DORÉ by LeTAO dengan target konsumen yang relevan, sekaligus membuka peluang kerja sama komersial lanjutan.
Perjalanan bisnis perusahaan F&B itu dimulai pada 2015 dengan mengusung Fromage, produk cheesecake khas LeTAO ala Hokkaido. Berawal dari satu gerai di Plaza Indonesia, Jakarta, merek ini kini telah berkembang hingga mengoperasikan lebih dari 20 toko di Indonesia.
“Bagi DORÉ by LeTAO, kerja sama dengan MCI bukan hanya mengenai pendanaan, tetapi juga mengenai menemukan partner yang memiliki visi jangka panjang yang sejalan,” kata CEO DORÉ by LeTAO, Andy Pangestu.
Investasi ini turut memperkuat jalinan bisnis Indonesia dan Jepang. DORÉ by LeTAO berada di bawah naungan prinsipal asal Jepang, Kotobuki Spirits Group & KCC Co., Ltd.
Pihak KCC Co., Ltd. menilai keberhasilan DORÉ by LeTAO membuktikan bahwa keahlian lokal Jepang mampu diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia melalui pemahaman pasar yang tepat.




















