Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Stasiun Blok A Visa Diresmikan, Tinggal 2 MRT Cari Naming Rights

Stasiun Blok A Visa Diresmikan, Tinggal 2 MRT Cari Naming Rights
Peresmian Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • PT MRT Jakarta dan Visa meresmikan Stasiun MRT Blok A Visa, menjadikan 11 dari 13 stasiun fase 1 jalur utara-selatan telah memiliki hak penamaan.
  • Kolaborasi mencakup pembayaran tiket nirsentuh dengan kartu Visa dan EMV lain, yang ditujukan mempermudah mobilitas penumpang serta pengalaman wisatawan.
  • Dua stasiun fase 1, Haji Nawi dan Bendungan Hilir, belum memiliki naming rights; MRT Jakarta sedang menjajaki kemitraan dengan perusahaan F&B, perbankan, dan telekomunikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan VISA meresmikan hak penamaan (naming rights) Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8), melanjutkan kemitraan strategis antara kedua pihak.

Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, kerja sama dengan Visa ini menambah jumlah stasiun di fase 1 yang sudah memiliki hak penamaan. Dari 13 stasiun di jalur lin utara-selatan itu, 11 sudah memperoleh naming rights.

"Bagi kami, program hak penamaan stasiun ini menunjukkan ruang publik dapat menjadi media kolaborasi dengan dunia usaha atau bisnis tanpa mengurangi fungsinya sebagai fasilitas publik," katanya, Selasa.

Ia menambahkan, dari seluruh kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik, sekitar 20 persen datang ke Jakarta. Temuan dalam riset Visa Economic Empowerment Institute mencatat, metode pembayaran nirsentuh secara global membantu warga kota besar menghindari antrean tiket yang selama ini menjadi hambatan dalam perjalanan sehari-hari.

Selain itu, Studi Global Urban Mobility Visa menunjukkan, 3 dari 5 responden akan lebih sering menggunakan transportasi umum jika tersedia pengalaman pembayaran yang mudah dan terintegrasi di berbagai moda. Oleh karena itu, MRT Jakarta menggandeng partner layanan pembayaran global seperti Visa.

Sebagai konteks, pada 29 Juli 2026, MRT Jakarta meluncurkan sistem pembayaran tiket nirsentuh menggunakan kartu kredit Visa dan kartu berbasis EMV lain di Stasiun Bundaran HI.

"[Harapannya hasil kolaborasi ini] tidak hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia tapi juga menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan untuk turis karena pengalamannya menjadi sama di berbagai negara," kata Country Manager, Visa Indonesia, Vira Widiyasari.

Visa sendiri memilih Stasiun Blok A karena dinilai sebagai lokasi pertemuan antara kawasan hunian, perkantoran, dan pusat ekonomi. Berdasarkan data internal MRT Jakarta, jumlah penumpang (ridership) stasiun itu mencapai 250.000 per bulan atau ribuan orang per hari. Sementara secara total, MRT Jakarta mencatatkan rata-rata 150.302 pelanggan per hari.

"Kami juga melihat Blok A menjadi tempat yang tepat untuk Visa karena banyak sekali komunitas, kegiatan usaha, aktivitas kreatif, dan juga gaya hidup yang sangat dekat dengan dinamika dari Jakarta sehari-hari," ujar Vira.

Lebih lanjut, selepas Stasiun Blok A Visa, hanya tinggal Stasiun MRT Haji Nawi dan Stasiun MRT Bendungan Hilir yang belum memiliki hak penamaan merek. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan, peminat untuk hak penamaan kedua stasiun di jalur fase 1 itu sudah ada. Penjajakan dilakukan dengan perusahaan berbagai sektor, termasuk F&B, perbankan, serta telekomunikasi.

"Kami sedang berkomunikasi terus dengan para mitra potensial untuk bekerja sama di 2 stasiun itu. Yang terpenting, pemilihan mitra itu juga harus sesuai nantinya dengan stasiun," katanya kepada pers.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Business

    See More