Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

MDKA dan Anak Usaha: Bagaimana Kinerja Emas hingga Nikel?

MDKA dan Anak Usaha: Bagaimana Kinerja Emas hingga Nikel?
Ilustrasi; pertambangan milik - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (Dok. Merdeka Copper)
Intinya Sih
  • MDKA membukukan pendapatan penjualan US$775,6 juta pada kuartal II 2026, ditopang portofolio emas, tembaga, dan nikel; panduan produksi 2026 tetap tidak berubah.
  • EMAS memproduksi 15.594 oz emas dan menjual 6.439 oz pada kuartal II, sementara heap leach Pani beroperasi awal 8 juta ton bijih per tahun.
  • MBMA meningkatkan produksi saprolit 130% menjadi 2,9 juta wmt dan limonit 87% menjadi 4,7 juta wmt; produksi NPI naik 16% menjadi 19.505 ton nikel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Bagaimana kinerja keuangan dan operasional emiten-emiten Grup PT Merdeka Copper Tbk (MDKA) pada kuartal-II 2026?

Sebagai holding, MDKA membukukan pendapatan penjualan senilai US$775,6 juta pada kuartal tersebut, berkat penjualan produk utama. Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, mengatakan, kuartal tersebut penting seriring diversifikasi portofolio di segmen emas, tembaga, dan nikel.

"Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan TB Copper melalui tahap feasibility study," kata Albert Saputro dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/8).

Selaras dengan itu, panduan produksi perseroan pada 2026 tidak berubah. TB Gold menargetkan produksi sekitar 80.000 hingga 90.000 oz Au, sedangkan Pani membidik produksi 100.000 hingga 115.000 oz Au. Produksi tembaga Wetar diperkirakan berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 ton.

Di segmen nikel, pengiriman bijih saprolit diperkirakan mencapai 8 juta hingga 10 juta wet metric tonnes. Sementara penjualan bijih limonit diperkirakan mencapai 20 juta hingga 25 juta wet metric tonnes.

Pada segmen emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan produksi 15.594 oz Au emas dan 29.796 oz Ag pada kuartal II 2026, meningkat secara kuartalan. Penjualan emas pun naik dari 516 oz Au menjagi 6.439 oz Au. Bersamaan dengan itu, harga jual rata-rata mencapai US$4.382 per oz.

Cash cost emas dan all-in sustaining cost pada kuarta-II 2026, di luar royalti, masing-masing tercatat sebesar US$$890 per oz dan US$$1.460 per oz. Seiring Tambang Emas Pani masih berada dalam tahappeningkatan produksi, EMAS memperkirakan biaya per unit secara kuartalan dapat berfluktuasi dalamjangka pendek dan bergerak mendekati panduan 2026.

Untuk 2026, EMAS mempertahankan panduan cash cost sebesar US$900 per oz hingga US$1.100 per oz dan panduan AISC sebesar US$1.300 per oz hingga US$1.450 per oz, keduanya di luar royalti dan kredit perak.

“EMAS mencatat kuartal yang penting seiring Pani terus meningkatkan volume produksinya. Pencatatan sekunder EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited pada 26 Juni 2026 juga memperluas akses Perseroan terhadap investor internasional, sekaligus memperkuat platform bagi fase pertumbuhan Pani berikutnya," kata Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin.

Operasi heap leach Pani terus menunjukkan kemajuan selama kuartal tersebut dengan kapasitas awal 8 juta ton bijih per tahun (Mtpa), lebih tinggi dari rencana awal sebesar 7 Mtpa. EMAS juga tengah mengkaji potensi peningkatan kapasitas menjadi 10 Mtpa setelah 2026.

Anak usaha MDKA lainnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), mencatat kenaikan produksi bijih saprolit sebesar 130 persen menjadi 2,9 juta wet metric tonnes (wmt). Produksi bijih limonit juga tumbuh 87 persen menjadi 4,7 juta wmt.

Seiring kenaikan harga jual bijih, cash margin saprolit meningkat menjadi US$26,7 per wmt dari US$1,0 per wmt pada periode yang sama tahun lalu. Cash margin limonit juga naik 135 persen secara tahunan menjadi US$10,4 per wmt. Itu terjadi di tengah kenaikan biaya royalti sejalan dengan kenaikan harga jual bijih serta tekanan dari biayabahan bakar yang lebih tinggi.

Di segmen smelter, MBMA memproduksi 19.505 ton nikel (tNi) dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI), termasuk Low-Grade Nickel Matte (LGNM). Realisasi tersebut meningkat 16 persen dari 16.748 tNi pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah kenaikan biaya bijih, cash margin NPI tetap meningkat 11 persen secara tahunan menjadi US$1.981/tNi, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 28 persen secara tahunan.

"Kinerja ini menunjukkan nilai dari platform nikel terintegrasi kami, seiring fokus Perseroan pada eksekusi yang disiplin, pemenuhan pasokan penuh untuk operasi RKEF dari tambang SCM, serta ramp-up kapasitas HPAL secara bertahap untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dalam rantai pasok material baterai global,” ujar Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More