Terus Bertransformasi, PTPP Kembali Masuk Fortune Indonesia 100

- PTPP kembali masuk Fortune Indonesia 100 setelah membukukan pendapatan Rp16,27 triliun dan aset Rp42,98 triliun pada 2025, melampaui ambang pendapatan Rp12,31 triliun.
- Hingga Juli 2026, PTPP mengamankan kontrak baru Rp8,65 triliun, terutama dari proyek jalan dan jembatan, smelter dan pertambangan, penanganan bencana, serta rumah sakit.
- PTPP menjalankan restrukturisasi yang disetujui Danantara dan pemegang saham, dengan strategi Back to Core, divestasi aset, proyek lebih selektif, percepatan penagihan, serta penguatan likuiditas.
Jakarta, FORTUNE – Di tengah lanskap bisnis Indonesia yang semakin kompetitif, PT PP (Persero) Tbk kembali mencatatkan namanya di Fortune Indonesia 100. Tidak mudah, perusahaan perlu mencatatkan pendapatan sedikitnya Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja 2025 untuk masuk ke dalam daftar ini.
PTPP memenuhi ambang batas itu dengan pendapatan Rp16,27 triliun dan total aset Rp42,98 triliun di tahun 2025. Memasuki tahun 2026, Perseroan telah berhasil mengamankan nilai kontrak baru sebesar Rp8,65 triliun atau setara Rp8.656,46 miliar hingga Juli.
Laju perolehan nilai kontrak baru sampai bulan Juli 2026 utamanya disokong oleh pengerjaan proyek Jalan & Jembatan yang menyumbang 27 persen, disusul sektor Smelter & Mining sebesar 21 persen, Penanganan Bencana sebesar 20 persen, serta fasilitas Rumah Sakit sebesar 15 persen.
Atas pencapaian tersebut COO IDN William Utomo menyerahkan langsung penghargaan Fortune Indonesia 100 kepada Senior Vice President Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo dalam gelaran malam penganugerahan Fortune 100 Gala 2026 yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (17/9). William mengungkapkan, penghargaan ini memiliki arti yang lebih dari sekadar trofi.
"Fortune Indonesia 100 merupakan bentuk apresiasi terhadap pencapaian korporasi dan dampak bisnis dari perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia. Kami berharap pengakuan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat brand equity perusahaan dan pada akhirnya membantu mengembangkan bisnis di hadapan klien, stakeholder, investor, pelanggan, partner, dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.
Transformasi PTPP

PTPP menjadi 1 dari 11 perusahaan infrastruktur yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 (Fortune Indonesia/Herka Yanis) Di balik pencapaian itu, PTPP juga tengah menjalankan babak transformasi yang tidak kalah penting dari penghargaan yang diterimanya. Beberapa waktu lalu, Perseroan melakukan penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) sebagai bagian dari proses restrukturisasi yang telah disetujui oleh PT Danantara Aset Manajemen.
Penandatanganan MRA menjadi milestone penting bagi PTPP sekaligus menandai kemajuan konkret proses restrukturisasi Perseroan, dari tahapan pembahasan menuju implementasi kerangka restrukturisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PTPP untuk memperkuat struktur keuangan, menjaga keberlangsungan usaha, serta membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Proses tersebut kemudian mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PTPP pada Selasa (15/9). Persetujuan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan langkah restrukturisasi Perseroan, khususnya untuk memperbaiki struktur keuangan dan memperkuat likuiditas, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha serta peningkatan kinerja operasional dan keuangan PTPP.
Joko mengungkapkan, transformasi yang dilakukan Perseroan tidak hanya berfokus pada restrukturisasi keuangan, tetapi juga mencakup penguatan fundamental bisnis secara menyeluruh.
Upaya penyehatan Perseroan dilakukan melalui transformasi bisnis dengan strategi “Back to Core”, yang menitikberatkan pada penguatan bisnis inti konstruksi, disertai langkah divestasi dan streamlining aset maupun investasi tertentu. Perseroan juga terus meningkatkan selektivitas dalam memperoleh proyek baru dengan mempertimbangkan kualitas kontrak dan profil risiko, mempercepat proses cash collection, serta memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko.
“Dengan implementasi restrukturisasi yang sedang berjalan, fokus pada bisnis inti, perbaikan kualitas portofolio proyek, monetisasi aset, serta penguatan arus kas (cash flow), Perseroan optimistis kondisi keuangan dan kinerja operasional PTPP dapat terus membaik secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus kami saat ini adalah memastikan proses transformasi tersebut berjalan secara disiplin sehingga PTPP dapat memiliki struktur keuangan yang lebih sehat, likuiditas yang lebih kuat, dan bisnis yang semakin berkelanjutan,” ujar Joko Raharjo.
Dengan transformasi yang berjalan di berbagai lini tersebut, PTPP kini mengarahkan langkahnya pada penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas portofolio, dan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan ke depan. (WEB)


















