CLEO Bidik Penguatan Pangsa Pasar di Semester II, Ini Strateginya

- CLEO menargetkan penguatan pangsa pasar pada semester II melalui produk baru dan perluasan area distribusi.
- Perseroan meluncurkan Cleo Galon Praktis 15 liter pada kuartal III tahun ini dengan kemasan 100 persen bebas BPA.
- CLEO memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi, 500 distribusi internal, dan 33 pabrik air minum.
Jakarta, FORTUNE– Produsen air minum kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan penguatan pangsa pasar. Target tersebut dicapai melalui penciptaan produk baru dan perluasan area distribusi.
CEO CLEO, Melisa Patricia mengatakan, perseroan berupaya terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui ekspansi yang gencar untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Pada kuartal III tahun ini, CLEO meluncurkan produk baru Cleo Galon Praktis 15 liter dengan format yang lebih ringan, mudah diangkat, dan menggunakan kemasan 100 persen bebas BPA (Bisphenol-A).
“Untuk memastikan supaya kinerja solid tersebut berlanjut di paruh kedua, CLEO akan semakin agresif untuk bertumbuh melalui berbagai upaya penguatan pangsa pasar,” kata Melisa Patricia dalam keterangannya, Kamis (17/9).
CLEO juga terus memperluas area distribusi secara berkelanjutan. Saat ini CLEO telah memiliki sekitar 11.000 mitra distribusi dengan 500 distribusi internal. Luasnya jangkauan distribusi produk CLEO juga didukung oleh keberadaan pabrik yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air.
Perseroan saat ini telah memiliki 33 pabrik air minum, termasuk di dalamnya satu pabrik baru di kota Palu yang baru mulai beroperasi pada kuartal III ini.
“Angka ini akan segera bertambah, karena pabrik baru di kota Pontianak dan Pekanbaru kami jadwalkan akan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini,” tambah Melisa.
Menurutnya, menjaga kualitas produk secara ketat serta memastikannya memiliki daya saing yang kuat juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan yang solid.
Karena kualitas dan daya saing yang kuat merupakan modal penting bagi CLEO sekaligus menjadi pembeda produk CLEO yang bukan air mineral berhadapan dengan para kompetitor.
Pada semester pertama, CLEO membukukan pertumbuhan laba hingga 27 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp262,5 miliar. Sementara penjualan yang didominasi segmen produk botol tumbuh 23,8 persen (YoY) sehingga mencapai Rp1,7 triliun.

















