CMRY Suntik Modal Rp375 Miliar ke 2 Anak Usaha untuk Danai Ekspansi

- CMRY meningkatkan penyertaan modal total Rp375 miliar kepada PT Macrosentra Niagaboga dan PT Macroprima Panganutama.
- Dana disalurkan bertahap untuk pengembangan usaha, ekspansi pusat distribusi, kapasitas fasilitas produksi, dan modal kerja.
- CMRY mencatat penjualan Rp6,46 triliun dan laba bersih Rp1,17 triliun sepanjang semester I 2026.
- CMRY menyuntik total Rp375 miliar secara bertahap ke Macrosentra Niagaboga dan Macroprima Panganutama untuk mendukung ekspansi serta kebutuhan modal kerja.
- Dana Rp125 miliar untuk Macrosentra mencakup pengembangan usaha dan ekspansi pusat distribusi; kepemilikan pengendali CMRY tetap 99,99 persen tanpa dampak material.
- Penyertaan Rp200 miliar ke Macroprima ditujukan menambah kapasitas produksi dan modal kerja, saat penjualan semester I 2026 mencapai Rp6,46 triliun dan laba bersih Rp1,17 triliun.
Jakarta, FORTUNE — PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) meningkatkan penyertaan modal senilai total Rp375 miliar pada dua anak usahanya, PT Macrosentra Niagaboga (MS) dan PT Macroprima Panganutama (MP). Tambahan modal baru tersebut dilakukan secara bertahap untuk mendukung ekspansi dan kebutuhan modal kerja anak usaha.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada transaksi peningkatan penyertaan modal pertama, CMRY selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 99,99 persen saham Macrosentra Niagaboga menyuntik modal sebesar Rp125 miiar.
Corporate Secretary CMRY, Dinar Primasari menyatakan penambahan modal tersebut ditujukan untuk mendukung rencana pengembangan usaha dan kebutuhan modal kerja MS, termasuk ekspansi pusat distribusi.
“Transaksi ini dilakukan perseroan untuk mendukung rencana pengembangan usaha dan modal kerja MS sesuai dengan yang tertera dalam prospektus,” ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (15/9).
Dari sisi regulasi pasar modal, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi. Namun, transaksi dikecualikan dari kewajiban tertentu berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf b POJK No. 42/2020 karena dilakukan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki perseroan sedikitnya 99 persen..
Setelah transaksi, tidak terdapat perubahan pengendalian pada MS. CMRY tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 99,99%.
“Transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun kelangsungan usaha CMRY,” katanya.
Selain itu, CMRY melakukan penyertaan modal k secara bertahap kepada anak perusahaan terkendali perseroan yaitu PT Macroprima Panganutama senilai Rp200 miliar.
“Tujuan Transaksi Peningkatan penyertaan modal secara bertahap ini dilakukan untuk mendukung penambahan kapasitas fasilitas produksi dan modal kerja MP,” kata Dinar.
Transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan melalui peningkatan kinerja anak perusahaan terkendali dalam jangka panjang.
Sepanjang semester I 2026, Cimory mencatat penjualan Rp6,46 triliun, tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,14 triliun. Di periode yang sama, laba bersih perusahaan tercatat tumbuh menjadi Rp1,17 triliun dari sebelumya Rp993 miliar.

















