Guardian Indonesia Buka Peluang Hadirkan Produk Private Label Kesehatan

- Guardian Indonesia membuka peluang menghadirkan produk private label terkait kesehatan.
- Vitamin dan suplemen belum menjadi fokus dalam waktu dekat karena persyaratan regulasi dan standar keamanan yang lebih ketat.
- Guardian mempertimbangkan keselamatan pelanggan, riset, bukti ilmiah, serta kebutuhan pasar Indonesia sebelum mengembangkan produk.
Jakarta, FORTUNE - Perusahan ritel, Guardian Indonesia membuka peluang memperluas produk besutan sendiri atau private label segmen kesehatan.
Managing Director Guardian Indonesia, Bhavin Patel mengatakan private label merupakan bagian dari strategi yang umum diterapkan peritel dengan banyak merek. Pengembangan produk sendiri biasanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang belum tersedia dari merek yang saat ini dijual.
"Private label kami terkadang digunakan untuk mengisi kebutuhan konsumen yang mencari produk tertentu," ujarnya kepada media di Tangerang, Senin (14/9).
Saat ini, produk private label Guardian di Indonesia di antaranya mencakup shower gel atau body wash ukuran 1 liter, lip balm, losion, tisu, kapas, wipes, masker wajah, serta sejumlah kebutuhan perawatan harian.
Kendati di sejumlah negara regional seperti Malaysia dan Singapura, Guardian juga memiliki produk private label di kategori kesehatan, termasuk vitamin dan suplemen.
Un kategori produk tersebut di Indonesia, Bhavin mengatakan kategori tersebut memiliki persyaratan regulasi dan standar keamanan yang lebih ketat sehingga belum menjadi fokus perusahaan dalam waktu dekat. Namun, tidak menutup kemungkinan perusahaan menghadirkan produk tersebut di Indonesia.
"Untuk saat ini, kami belum berfokus pada produk medis. Apakah ada kemungkinan produk tersebut hadir di sini? Jangan pernah mengatakan tidak, tetapi waktunya akan bergantung pada berbagai persyaratan yang harus kami penuhi," katanya.
Oleh sebab itu, Guardian harus memastikan seluruh produk yang dikembangkan memenuhi ketentuan yang berlaku, terlebih produk yang berkaitan dengan farmasi membutuhkan dukungan riset dan bukti ilmiah sebelum diproduksi.
"Keselamatan pelanggan adalah yang utama. Untuk merek yang berkaitan dengan farmasi, diperlukan banyak riset dan bukti sebelum memproduksi produk tersebut," katanya.
Selain itu, entitas dibawah naungan PT DFI Retail Nusantara Tbk ini mengaku akan terlebih dahulu melihat kebutuhan dan permintaan pasar Indonesia sebelum menentukan jenis produk yang akan dikembangkan. "Yang penting bagi kami adalah memastikan produk yang tersedia relevan dengan pasar Indonesia. Kami selalu melihat jenis merek yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal," katanya.
Hingga saat ini, Guardian memiliki 378 toko yang tersebar di Indonesia, termasuk gerai yang dikelola melalui skema waralaba.

















