PLN EPI Kejar Target Pemanfaatan 3,4 Juta Ton Biomassa pada 2026

- PLN EPI mengejar pemanfaatan biomassa sekitar 3,4 juta ton hingga akhir 2026 melalui program co-firing di PLTU.
- Pemanfaatan biomassa PLN sebelumnya sekitar 2,5 juta ton, sementara potensi dari sektor industri mencapai sekitar 80 juta ton per tahun.
- Sekitar 70 persen biomassa PLN berasal dari residu, dengan sumber bahan baku dievaluasi melalui Life Cycle Assessment.
Jakarta, FORTUNE - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kejar target pingkatan pemanfaatan biomassa mencapai sekitar 3,4 juta ton hingga akhir 2026. Target tersebut ditetapkan bagian dari diversifikasi energi dan percepatan transisi energi nasional melalui program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya biomassa melimpah dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Pada tahun lalu, pemanfaatan biomassa untuk kebutuhan PLN hanya mencapai sekitar 2,5 juta ton.
"Tahun ini kami targetkan bisa mencapai sekitar 3,4 juta ton biomassa untuk disediakan kepada seluruh perusahaan kami," kata Hokkop.
Menurut dia, potensi biomassa di Indonesia masih jauh lebih besar dibandingkan volume yang saat ini dimanfaatkan. Berdasarkan data yang dihimpun PLN EPI bersama pelaku industri, potensi biomassa dari sektor industri mencapai sekitar 80 juta ton per tahun.
Dari potensi tersebut, 20 juta ton telah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Artinya, masih terdapat sekitar 60 juta ton biomassa yang berpotensi dikembangkan.
"PLN hanya 2,5 juta ton. Meski demikian, kami adalah perusahaan terbesar di Asia yang bisa menggunakan biomassa untuk cofiring," ujar Hokkop.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan biomassa tetap berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Sekitar 70 persen biomassa yang dimanfaatkan PLN berasal dari residu, termasuk residu industri kehutanan, industri kertas, serta sektor agro.
Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan biomassa tidak hanya diarahkan sebagai substitusi sebagian penggunaan batu bara di pembangkit, tetapi juga untuk meningkatkan nilai guna material yang sebelumnya merupakan residu kegiatan industri.
PLN EPI juga mengevaluasi sumber biomassa dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk melihat dampak lingkungan sepanjang rantai pasok. Salah satu aspek yang diperhatikan ialah asal bahan baku agar pemanfaatan biomassa tidak mendorong deforestasi.
Selain berkontribusi terhadap transisi energi, pengembangan biomassa juga diproyeksikan menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah. Saat ini, PLN EPI telah melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.
Hokkop memperkirakan, apabila pemanfaatan biomassa dapat ditingkatkan hingga sekitar 8 juta ton, ekosistem tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 750 ribu orang, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, transportasi dan logistik, hingga aktivitas pendukung lainnya.
"Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa," katanya.


















