Soal Rencana Merger dengan PDSI, Elnusa: Masih Dibahas Internal

- Wacana merger Elnusa dengan PDSI masih dibahas secara internal.
- Pertamina telah menata 31 entitas anak usaha hingga semester I-2026 sebagai bagian dari agenda penataan struktur.
- Elnusa mencatat kontrak baru Rp11,6 triliun dan laba bersih Rp435 miliar sepanjang semester I 2026.
Jakarta, FORTUNE - PT Elnusa Tbk (ELSA) menanggapi perihal kabar merger dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Perusahaan mengatakan, rencana tersebut hingga kini masih dalam pembahasan internal.
Wacana tersebut mencuat seiring agenda PT Pertamina (Persero) untuk menata struktur anak usahanya agar meningkatkan efisiensi serta tata kelola. Hingga semester I 2026, Pertamina sebagai holding telah menata anak usaha sebanyak 31 entitas.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji mengatakan terdapat sejumlah opsi dalam agenda streamlining atau penataan struktur usaha tersebut. "Namun saat ini proses tersebut masih dalam pembahasan perseroan," ujar Rustam dalam konferensi pers public expose secara virtual, dikutip Rabu (9/9).
Menurutnya, Elnusa bakal mengikuti proses yang berjalan di internal perseroan. Rustam memastikan apabila penataan tersebut berlanjut dan berujung pada aksi korporasi, perseroan akan menjalankannya sesuai ketentuan pasar modal, termasuk memperhatikan hak pemegang saham independen.
"Proses tersebut akan mengikuti aturan pasar modal yang berlaku, dan tentu saja mengikuti hak-hak dari pemegang saham independen," kata Rustam.
Adapun, Elnusa merupakan anak usaha Subholding Upstream Pertamina yang menjalankan bisnis jasa energi terintegrasi, mencakup layanan hulu minyak dan gas, jasa penunjang migas, serta distribusi dan logistik energi.
Hingga semester I 2026, Elnusa mencatat kontrak baru sebesar Rp11,6 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari bisnis energy distribution and logistics sebesar Rp9 triliun, disusul integrated upstream oil and gas services Rp1,6 triliun dan oil and gas support services Rp1 triliun.
Sementara itu Elnusa telah menyerap kontrak senilai Rp14,4 triliun. Dengan demikian, perseroan membukukan carry forward contracts sebesar Rp18,8 triliun pada akhir periode tersebut.
Dari sisi keuangan, sepanjang semester I 2026, Elnusa membukukan laba bersih senilai Rp435 miliar, tumbuh 29,2 persen secara tahunan. Raihan tersebut didorong pendapatan usaha yang tumbuh sebesar 8,9 persen menjadi Rp7,58 triliun. Dengan kenaikan pendapatan dan laba bersih tersebut, Elnusa mempu mendorong perolehan margin laba bersih hingga 5,73 persen.



















