Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penerbangan Soekarno-Hatta Hari Ini Masih Ditutup hingga 18.00 WIB

Penerbangan Soekarno-Hatta Hari Ini Masih Ditutup hingga 18.00 WIB
ilustrasi Bandara Soetta (dok. Wikimedia)
  • Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara hingga estimasi pukul 18.00 WIB, Senin (7/9), akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

  • Selain Soekarno-Hatta, enam bandara lain ikut terdampak dan tujuh bandara alternatif masih beroperasi normal.

  • Meski erupsi menerus telah berakhir, aktivitas vulkanik dan sebaran abu masih dipantau karena berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNEPenerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) masih dihentikan sementara pada Senin (7/9) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan bandara diperkirakan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait operasional Soekarno-Hatta pada Senin pagi. Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, bandara berstatus closed sejak pukul 08.28 WIB.

Kebijakan tersebut merupakan perpanjangan dari penutupan yang telah berlangsung dari hari Minggu (6/9). Kondisi abu vulkanik di ruang udara masih menjadi pertimbangan dalam menentukan keamanan operasional penerbangan.

InJourney Airports menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Sementara itu, AirNav terus memantau kondisi ruang udara dan memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan terbaru.

  1. Enam bandara ikut terdampak

    Gangguan operasional akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya terjadi di Soekarno-Hatta. InJourney Airports melaporkan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, dan Husein Sastranegara di Bandung juga ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9).

    AirNav Indonesia mencatat penutupan turut berlaku di Bandara Budiarto Curug, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, dan Bandara Pondok Cabe. Durasi penutupan masing-masing bandara menyesuaikan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik.

    Status operasional dapat berubah sesuai perkembangan kondisi. AirNav terus memantau ruang udara dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memperbarui informasi keselamatan.

  2. Ada tujuh bandara alternatif

    Di tengah penghentian operasional pada sejumlah bandara, InJourney Airports menyampaikan tujuh bandara yang masih beroperasi normal dan dapat digunakan oleh maskapai serta calon penumpang. Daftar tersebut meliputi:

    1. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)
    2. Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS)
    3. Bandara Jenderal Ahmad Yani (SRG)
    4. Bandara Adi Soemarmo (SOC)
    5. Bandara Juanda (SUB)
    6. Bandara Sultan Syarif Kasim II (PKU)
    7. Bandara Kertajati (KTJ).

    Ketersediaan bandara alternatif tidak berarti seluruh penerbangan dari Soekarno-Hatta otomatis dialihkan. InJourney Airports meminta calon penumpang tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan. Status penerbangan perlu diperiksa kembali melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara.

    Pengelola juga menyediakan Contact Center InJourney Airports 172 untuk informasi terkait kondisi bandara dan bantuan layanan. Imbauan tersebut disampaikan seiring perubahan status operasional yang dapat mengikuti perkembangan kondisi ruang udara.

  3. Aktivitas Anak Krakatau

    Penghentian penerbangan berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada ruang udara. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi berlangsung selama sekitar 25 jam, sejak 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB.

    Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif di perairan Selat Sunda dan secara administratif berada di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Gunung ini berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

    Meski erupsi menerus telah berakhir, aktivitas vulkaniknya belum sepenuhnya mereda. Badan Geologi mencatat tiga erupsi Strombolian pada periode 6–7 September 2026. Erupsi jenis ini dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik.

    PVMBG menilai potensi letusan susulan masih tinggi. Ancaman yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

    FAQ seputar penerbangan Soekarno-Hatta hari ini

    Bagaimana status penerbangan Soekarno-Hatta hari ini?

    Soekarno-Hatta berstatus closed hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

    Mengapa penerbangan Soekarno-Hatta dihentikan?

    Penghentian dilakukan karena mempertimbangkan sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

    Bandara mana yang bisa menjadi alternatif?

    Tujuh bandara alternatif yang disebut InJourney Airports antara lain YIA, Ngurah Rai, Ahmad Yani, Adi Soemarmo, Juanda, Sultan Syarif Kasim II, dan Kertajati.

    Di mana penumpang bisa mengecek informasi penerbangan?

    Penumpang dapat mengecek kanal resmi maskapai atau menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More