Restrukturisasi Besar Sepanjang Sejarah, PHK Volswagen Meluas jadi 100.000 Pekerja

- Volkswagen akan mengurangi sekitar 50.000 pekerjaan tambahan di seluruh dunia, di luar 50.000 pengurangan yang sudah berjalan.
- Dewan pengawas menyetujui Future Plan sebagai restrukturisasi terbesar dalam sejarah 89 tahun Volkswagen.
- Empat pabrik di Jerman akan dikaji karena model produksinya akan dihentikan secara bertahap mulai 2031.
Jakarta, FORTUNE — Perusahaan otomotif asl Jerman, Volkswagen akan memangkas sekitar 50.000 pekerjaan tambahan di seluruh dunia sebagai bagian dari rencana transformasi perusahaan di tengah tekanan tarif, kelebihan kapasitas produksi, dan persaingan agresif dari produsen mobil Cina.
Dilansir dari Reuters, Dewan pengawas Volkswagen pada Kamis (3/9) menyetujui rencana tersebut, yang menjadi restrukturisasi terbesar dalam sejarah 89 tahun perusahaan.
Dalam rencana tersebut, Volkswagen turut mengkaji sejumlah alternatif keempat pabriknya di Jerman yang secara bertahap akan kehilangan model yang diproduksinya mulai 2031. Keempat fasilitas tersebut berada di Emden, Zwickau, Neckarsulm, dan Hannover. Kesepakatan ini juga meredakan potensi konflik besar dengan serikat pekerja.
Manajemen sebelumnya mempertimbangkan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa sebagai langkah untuk mendorong rencana restrukturisasi meski mendapat penolakan pekerja dan negara bagian Lower Saxony, yang merupakan pemegang saham terbesar kedua Volkswagen.
Kesepakatan tersebut akan menyederhanakan struktur konglomerasi Volkswagen sekaligus membatasi pengaruh dewan pengawas grup terhadap sejumlah keputusan strategis. Serikat pekerja dan Lower Saxony saat ini memegang mayoritas kursi dalam dewan pengawas.
"Ini merupakan sinyal kuat bagi masa depan Volkswagen Group. Kami mengambil tanggung jawab terhadap seluruh tenaga kerja kami, para mitra, serta pekerjaan industri di seluruh dunia," kata CEO Volkswagen Oliver Blume dalam pernyataannya dikutip Jumat (4/9).
Saham Volkswagen di Bursa Frankfurt ditutup menguat 7,9 persen setelah pengumuman tersebut. Kenaikan saham mencerminkan meredanya kekhawatiran terhadap potensi krisis besar di produsen otomotif terbesar Eropa tersebut.
Analis industri, Ferdinand Dudenhoeffer mengatakan, dalam 10 bulan ke depan, Volkswagen akan membahas masa depan empat pabrik di Emden, Zwickau, Neckarsulm, dan Hannover. Keempat pabrik tersebut akan menghadapi penghentian produksi model secara bertahap mulai 2031.
Rencana tersebut disepakati setelah negosiasi selama beberapa pekan yang berlangsung tegang antara manajemen dan pemegang saham pengendali, Porsche SE, dengan serikat pekerja dan pemerintah negara bagian Lower Saxony.
Dalam kesepakatan terbaru, wacana pemisahan bisnis mobil penumpang Volkswagen dan bisnis komponen melalui skema spin-off tidak lagi disebutkan.
"Ada rasa tenang tertentu yang mulai kembali, tetapi ini masih jauh dari kata damai. Dalam politik, situasi ini mungkin disebut gencatan senjata. Itu merupakan hal yang baik karena sekarang fokus dapat diarahkan kembali pada bisnis," kata Dudenhoeffer.
Rencana yang disebut Feature Plan tersebut muncul ketika Volkswagen menghadapi tekanan dari berbagai arah. Perusahaan terjepit oleh tarif impor Amerika Serikat dan lemahnya pasar China, yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia sekaligus sebelumnya menjadi salah satu sumber utama keuntungan perusahaan.
Perusahaan menyatakan perlu melakukan "penyesuaian mendasar lebih lanjut terhadap kapasitas tenaga kerja global". Langkah tersebut mencakup pengurangan sekitar 50.000 posisi di seluruh dunia, di luar pengurangan 50.000 pekerjaan yang saat ini sudah berjalan.
Hingga kini, perusahaan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan pengurangan tenaga kerja tersebut maupun pembagiannya berdasarkan merek dan wilayah operasional.



















