Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Oto Finance dan Oto Multiartha Merger, Ini Struktur Barunya

Oto Finance dan Oto Multiartha Merger, Ini Struktur Barunya
PT Summit Oto Finance (dok. SOF)

  • PT Summit Oto Finance dan PT Oto Multiartha merger setelah disetujui OJK serta pemegang saham SOF.

  • Seluruh aset, kewajiban, hak, dan pasiva OTO akan beralih ke SOF. Sementara itu, OTO berhenti menjadi entitas terpisah setelah persyaratan administratif dan regulasi terpenuhi.

  • Pasca-merger, SMBC Indonesia memegang 51% SOF, SAG 34%, dan SMMA 15%.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) melakukan penggabungan usaha atau merger. Keputusan itu telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham SOF dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026.

SOF menjadi perusahaan penerima penggabungan, sedangkan OTO menjadi entitas yang menggabungkan diri. Merger tersebut akan membuat seluruh aktiva, pasiva, hak, dan kewajiban OTO beralih kepada SOF setelah tanggal efektif penggabungan.

Berdasarkan pengumuman perusahaan, penggabungan diharapkan terealisasi pada 1 Oktober 2026 setelah seluruh persetujuan dan proses administratif yang dipersyaratkan terpenuhi.

  1. Struktur kepemilikan setelah merger

    Pemegang saham menyetujui penerbitan saham baru sebagai bagian dari pelaksanaan merger. SOF akan menerbitkan 3.150.535 saham baru dengan total nilai nominal Rp1,57 triliun kepada para pemegang saham OTO.

    Saham seri A akan diterbitkan kepada PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Sementara itu, saham seri B diterbitkan kepada PT Bank SMBC Indonesia Tbk dan PT Summit Auto Group (SAG) dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham OTO.

    Setelah merger, SMBC Indonesia tetap menjadi pemegang saham terbesar SOF dengan kepemilikan 51 persen. Di sisi lain, SAG memiliki 34 persen saham dan SMMA sebesar 15 persen.

    Untuk mempertahankan batas kepemilikan asing sesuai POJK 47/2020, SOF juga akan menerbitkan 19.868 saham seri A tambahan kepada SMMA dengan nilai nominal Rp9,93 miliar. Dengan tambahan tersebut, struktur modal ditempatkan dan disetor SOF menjadi 1.208.179 saham seri A dan 6.846.344 saham seri B.

  2. Oto Multiartha akan melebur ke SOF

    Setelah merger berlaku efektif, PT Oto Multiartha tidak lagi berdiri sebagai entitas terpisah. Seluruh aset dan kewajibannya akan dialihkan kepada SOF sebagai perusahaan penerima penggabungan.

    Manajemen SOF menyatakan penggabungan tidak memberikan dampak negatif secara material terhadap kelangsungan usaha. Perseroan berharap keputusan itu meningkatkan sinergi usaha serta memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan.

    Realisasi merger masih mengikuti ketentuan instansi yang berwenang. Penggabungan akan berlaku efektif setelah diterimanya bukti penerimaan pemberitahuan dari Menteri Hukum terkait perubahan anggaran dasar SOF dalam rangka penggabungan.

  3. Fokus bisnis setelah penggabungan

    SOF menetapkan sejumlah prioritas bisnis untuk tiga tahun pertama setelah merger. Perseroan akan berfokus pada perluasan pangsa pasar, efisiensi proses kerja, transformasi digital, produktivitas operasional, serta peningkatan layanan kepada pelanggan.

    Di sisi keuangan, SOF akan mempertahankan rasio kecukupan modal dan rasio utang sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan juga menargetkan peningkatan kualitas piutang pembiayaan untuk menekan biaya pencadangan piutang ragu-ragu dan mendukung profitabilitas.

    SOF akan mengoptimalkan sinergi dengan SMBC Indonesia dan PT Bank BTPN Syariah. Penguatan jaringan cabang dan saluran distribusi turut masuk dalam rencana, dengan evaluasi efektivitas operasional sebagai bagian dari pengelolaan biaya dan layanan.

  4. Susunan manajemen ikut berubah

    Merger tersebut juga membawa perubahan pada susunan Direksi dan Dewan Komisaris SOF. Posisi Presiden Direktur tetap dijabat oleh Rusna. Jajaran Direktur terdiri dari Kenji Okada, Yanuar Pribadi, Kemaludin Fajar, Nobuhiro Moro, Toshiyuki Mitsui, dan Pieter Maruli Panjaitan.

    Di tingkat komisaris, Keishi Iwamoto ditunjuk sebagai Presiden Komisaris dan Takanori Otsuka menjadi Komisaris. Murniaty Santoso, Doddy Susanto, dan Muliawan Gunadi Kartarahardja menjabat sebagai Komisaris Independen.

    RUPSLB juga memberhentikan Yosuke Unigame dengan hormat dari posisi Presiden Komisaris. Hanna Tantani turut diberhentikan dengan hormat dari jabatan Komisaris.

    Dengan struktur tersebut, SOF akan menjadi entitas yang melanjutkan kegiatan usaha setelah OTO melebur. Pelaksanaan penggabungan tetap menunggu penyelesaian seluruh persyaratan administratif dan persetujuan yang diwajibkan regulasi.

    FAQ seputar Oto Finance dan Oto Multiartha merger

    Kapan Oto Finance dan Oto Multiartha menyetujui merger?

    Persetujuan merger ditetapkan dalam RUPSLB SOF pada 1 September 2026.

    Siapa yang menjadi entitas penerima merger?

    PT Summit Oto Finance menjadi perusahaan penerima penggabungan.

    Berapa komposisi pemegang saham SOF setelah merger?

    SMBC Indonesia 51 persen, SAG 34 persen, dan SMMA 15 persen.

    Kapan merger OTO dan SOF ditargetkan terealisasi?

    Penggabungan diharapkan terealisasi pada 1 Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More