Genjot Produksi, ITMG Target Belanja Modal US$50 Juta pada 2026

- ITMG menargetkan belanja modal sekitar US$50 juta pada 2026, dengan realisasi US$21 juta hingga semester I yang difokuskan untuk ekspansi pelabuhan.
- Perseroan membidik produksi batu bara 22-22,9 juta ton sepanjang 2026, sementara produksi semester I mencapai 9,9 juta ton, turun 5% secara tahunan.
- El Nino menurunkan muka air Sungai Mahakam sehingga muatan tongkang disesuaikan; ITMG juga masih mendiskusikan RKAB 2027 sebelum disampaikan kepada pemerintah.
Jakarta, FORTUNE - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan besaran belanja modal (capital expenditure) sekitar US$50 juta pada 2026.
Menurut Direktur Indo Tambangraya Megah, Yulius Kurniawan Gozali, realisasi belanja modal hingga semester-I 2026 telah mencapai sekitar US$21 juta. Dari jumlah realisasi itu, perseroan menggunakannya untuk kebutuhan ekspansi pelabuhan.
"Guna menyokong kenakan produksi perusahaan di masa yang akan datang," kata Yulius di Paparan Publik ITMG, Rabu (9/9).
Selain itu, secara menyeluruh, belanja modal yang tersisa akan perseroan manfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan untuk mengantisipasi kenaikan dari siklus batu bara ke depannya.
Dari segi operasional, Indo Tambangraya Megah membidik produksi batu bara sekitar 22 juta ton sampai dengan 22,9 juta ton sepanjang 2026. Hingga semester-I 2026, volume produksi ITMG telah mencapai 9,9 juta ton. Angka itu lebih rendah 5 persen (YoY) dari volume produksi di periode yang sama pada 2025, yakni 10,4 juta ton.
Direktur Utama ITMG, Mulianto, mengatakan, salah satu tantangan produksi yang perseroan hadapi pada periode paruh pertama 2026 adalah fenomena El Nino. Itu menyebabkan turunnya air muka di Sungai Mahakam.
Untuk memtitigasi hal itu, perseroan menyesuaikan volume muatan batu bara di tongkang menjadi lebih rendah. Tujuannya, mengurangi risiko kandas serta menjaga proses distribusi itu.
Selain itu, saat ini ITMG pun sedang mendiskusikan RKAB 2027, yang nantinya akan diteruskan kepada pemerintah lebih dulu. Dus, perseroan belum bisa mengungkapkan target produksi pada 2027.
"Kami harap proses ini dapat berjalan dengan lancar dan baik. Dalam waktu dekat akan kami sampaikan kepada pemerintah," ujar Mulianto. "Kami terus menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan kebutuhan yang berlaku dan berupaya mencapai target tahunan yang ditetapkan."




















