Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Petrokimia Gresik Gandeng MIND ID dan PTFI Amankan Bahan Baku Pupuk

Petrokimia Gresik Gandeng MIND ID dan PTFI Amankan Bahan Baku Pupuk
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob. (Dok/Istimewa).
  • Petrokimia Gresik memperkuat kerja sama dengan MIND ID dan PTFI untuk menjamin pasokan asam sulfat, bahan baku penting produksi pupuk nasional.
  • Kemitraan penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI berlangsung pada 2026–2028, mencakup penambahan pasokan bertahap dan keberlanjutan sumber dari PTFI Smelting.
  • Pemanfaatan sumber domestik ditujukan menjaga kelancaran produksi NPK, SP-36, dan ZA, mengurangi risiko gangguan pasokan global, serta menghubungkan hilirisasi mineral dengan industri pupuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Ketahanan produksi pupuk tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga oleh kepastian bahan baku. Karena itu, PT Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat kerja sama dengan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memastikan pasokan asam sulfat bagi kebutuhan produksi pupuk nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan perusahaan telah menjalin kemitraan dengan PTFI dalam penyediaan sekaligus penyerapan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI. Kerja sama tersebut berlangsung untuk periode 2026–2028.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Daconi, keberadaan sumber bahan baku dari dalam negeri dapat memperkuat stabilitas produksi pupuk, terlebih Petrokimia Gresik memiliki penugasan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Asam sulfat sendiri menjadi salah satu komponen dalam proses produksi sejumlah pupuk yang dihasilkan Petrokimia Gresik, termasuk NPK, SP-36, dan ZA. Dengan demikian, kesinambungan pasokan bahan tersebut berpengaruh langsung terhadap kelancaran operasional dan produksi perusahaan.

Upaya memperkuat pasokan itu dibahas dalam pertemuan Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI di Kantor MIND ID, Jakarta, Rabu (9/9). Ketiga perusahaan sepakat menindaklanjuti upaya penambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap.

Pembahasan juga mencakup keberlanjutan pasokan asam sulfat yang berasal dari fasilitas PTFI Smelting. Diversifikasi sumber tersebut menjadi langkah untuk memperkokoh rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik sekaligus mengurangi potensi gangguan produksi akibat ketidakpastian pasokan global.

Langkah tersebut menjadi semakin relevan di tengah dinamika perdagangan dan geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok berbagai komoditas. Dengan memperbesar pemanfaatan sumber domestik, perusahaan berharap kontinuitas produksi pupuk tetap terjaga sehingga kebutuhan sektor pertanian dapat dipenuhi secara lebih konsisten.

Di sisi lain, kolaborasi ketiga perusahaan menunjukkan keterkaitan antara hilirisasi sektor pertambangan dan industri pupuk. Produk hasil pengolahan mineral di dalam negeri tidak berhenti pada industri pertambangan, tetapi dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk memasok kebutuhan sektor strategis lain.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya," ujar Daconi.

MIND ID pun menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi koordinasi lanjutan antara PTFI dan Petrokimia Gresik. Sinergi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan produk hilirisasi mineral sekaligus memperkuat keterhubungan antarbadan usaha milik negara.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Business

    See More