Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Miliki 65 Ribu Gerai di Global, Mixue Anggap Pasar Indonesia Tetap Potensial

2 min read
Miliki 65 Ribu Gerai di Global, Mixue Anggap Pasar Indonesia Tetap Potensial
ilustrasi gerai Mixue (commons.wikimedia.org/Baqotun0023)
  • Mixue memiliki 65 ribu gerai di 17 negara hingga Juni 2026; Indonesia menjadi pasar terbesar kedua setelah China dengan sekitar 2.000 gerai.
  • Di Indonesia, Mixue menggandeng lebih dari 1.400 mitra franchise, menyerap lebih dari 12.800 tenaga kerja, dan lebih dari 96 persen karyawannya merupakan masyarakat lokal.
  • Mixue menargetkan 3.000 gerai di Indonesia dengan fokus profitabilitas franchise, sambil memperkuat distribusi dan mempertimbangkan pembangunan pabrik bahan baku lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta,FORTUNE – Perusahaan jaringan waralaba F&B asal Cina, Mixue telah memiliki 65 ribu gerai secara global di 17 negara hingga Juni 2026. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui jumlah gerai sejumlah merek restoran global seperti McDonald’s dan Starbuck yang masih berada di angka 40 ribu gerai.

Hal itu diungkapkan Director of Public Relations & Government Affairs Mixue Southeast Asia Region, sekaligus Vice President Mixue Indonesia, Bing Shikuan, saat media gathering di Jakarta, Selasa (15/9). Menurut Bing, Mixue masih menganggap Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial di tengah ramainya persaingan bisnis F&B segmen es krim.

Lebih lanjut Bing menjelaskan, dari jumlah total gerai Mixue global ini, lebih dari 55 ribu gerai berada di wilayah dataran Cina, sedangkan jumlah gerai di Indonesia menempati posisi terbesar kedua dengan dua ribu gerai.

“Indonesia masih merupakan pasar terbesar di seluruh dunia setelah Cina. Setiap tahun, kita punya target pengembangan bisnis (di Indonesia), dan tujuan ini tidak akan berhenti,” kata Bing.

Bing menjelaskan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 1.400 pengusaha lokal telah menjadi mitra waralaba Mixue melalui skema franchise. Dari jumlah itu, lanjut Bing, Mixue Indonesia telah menyerap lebih dari 12.800 tenaga kerja dan secara tidak langsung mendukung lapangan pekerjaan di Indonesia. 

“Dari jumlah itu, lebih dari 96 persen karyawan merupakan masyarakat lokal,” kata Bing.

Dari sisi rantai pasok, Bing menyebut bahan baku utama es krim ini sebagian besar masih berasal dari pabrik pusat yang berasal di Zhengzhou, China yang dibangun pada 2012 silam. Untuk itu, hingga saat ini pihaknya terus memperkuat sistem gudang dan distribusi nasional.

Kendati demikian, Bing tak memungkiri bahwa peluang untuk membangun pabrik khusus bahan baku di Indonesia masih cukup terbuka. Sebab, Mixue Group masih melihat peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia. “Sebenarnya, kami memiliki rencana untuk membangun pabrik lokal di Indonesia, karena ada banyak bahan-bahan bagus lokal seperti kopi dan buah-buahan Tapi semua ini masih perlu waktu,” pungkas Bing.

Dengan demikian, ke depan pihaknya masih akan terus menargetkan penambahan gerai di Indonesia hingga mencapai 3.000 gerai, namun tetap dibarengi dengan strategi yang cermat. Menurut Bing, perusahaan tidak ingin hanya mengejar pertumbuhan jumlah gerai. Mixue Indonesia justru ingin memastikan setiap gerai yang beroperasi mampu memberikan keuntungan bagi franchise.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Business

    See More