- Saudi Aramco (Arab Saudi): 1,649 triliun dolar AS
- Exxon Mobil (Amerika Serikat): 696,22 miliar dolar AS
- Chevron (Amerika Serikat): 427,17 miliar dolar AS
- Shell (Inggris): 282,81 miliar dolar AS
- PetroChina (China): 228,43 miliar dolar AS
- TotalEnergies (Prancis): 205,78 miliar dolar AS
- ConocoPhillips (Amerika Serikat): 169,65 miliar dolar AS
- CNOOC (China): 147,61 miliar dolar AS
- Petrobras (Brasil): 140,29 miliar dolar AS
- BP (Inggris): 120,94 miliar dolar AS
10 Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia 2026, Aramco Nomor Satu

Saudi Aramco memimpin kapitalisasi pasar migas global sebesar 1,649 triliun dolar AS, jauh di atas Exxon Mobil dan Chevron.
Shell menempati peringkat keempat dengan nilai pasar 282,81 miliar dolar AS, diikuti PetroChina sebesar 228,43 miliar dolar AS.
ConocoPhillips, CNOOC, Petrobas, dan BP tetap masuk 10 besar dengan kapitalisasi pasar besar.
Sektor minyak dan gas (migas) merupakan salah satu industri dengan nilai ekonomi terbesar di dunia. Sejumlah perusahaan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan industri global.
Berdasarkan data terbaru Companies Market Cap per Rabu (16/9), beberapa perusahaan memiliki skala bisnis luas berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Saudi Aramco masih memimpin industri migas dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,649 triliun dolar AS.
Lalu, apa saja perusahaan minyak terbesar di dunia? Simak daftarnya di bawah ini!
Table of Content
Daftar perusahaan minyak terbesar di dunia
Saudi Aramco menempati posisi dominan dalam daftar perusahaan minyak terbesar di dunia. Perusahaan energi asal Arab Saudi tersebut diperkirakan menyumbang lebih dari 40 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan dalam daftar.
Selain Saudi Aramco, perusahaan asal Amerika Serikat juga mendominasi dengan tiga nama, yakni Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips. Dari Eropa, terdapat Shell, TotalEnergies, dan BP. Sementara itu, Cina menempatkan dua perusahaan minyak milik negara dalam daftar tersebut.
Untuk lebih lengkapnya, berikut daftar 10 perusahaan minyak terbesar di dunia:
Perlu diingat, daftar tersebut mencakup perusahaan migas yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Nilai perusahaan dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, jumlah saham beredar, dan kurs mata uang.
Kapitalisasi pasar Saudi Aramco tembus US$1,65 triliun
Saudi Arabian Oil Company atau Saudi Aramco meraih peringkat pertama dengan kapitalisasi pasar 1,649 triliun dolar AS. Nilainya jauh mengungguli Exxon Mobil dengan 696,22 miliar dolar AS dan Chevron sebesar 427,17 miliar dolar AS.
Kinerja Saudi Aramco tidak lepas dari bisnis terintegrasi dari eksplorasi dan produksi minyak, pengolahan, distribusi, serta petrokimia. Kekuatan utamanya juga terletak pada cadangan minyak dan biaya produksi yang relatif rendah.
Raksasa minyak asal Arab Saudi ini mencatat lonjakan laba pada kuartal II 2026. Aramco melaporkan laba bersih yang disesuaikan (adjusted net income) sebesar 33,4 miliar dolar AS atau naik 33 persen secara tahunan.
Capaian itu dipicu oleh kenaikan harga komoditas energi dunia di tengah gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah. Aramco mengandalkan pipa East-West yang menghubungkan ladang minyak di timur Arab Saudi dengan Laut Merah. Melalui jalur ini, perusahaan dapat mempertahankan ekspor hingga kapasitas maksimum 7 juta barel per hari (bph).
Perusahaan asal Eropa tetap solid
Beberapa raksasa migas asal Eropa terpantau masih berada di daftar 10 besar perusahaan minyak terbesar di dunia 2026. Shell menempati posisi keempat dengan kapitalisasi pasar 282,81 miliar dolar AS, diikuti TotalEnergies di peringkat enam dengan 205,78 miliar dolar AS dan BP sebesar 120,94 miliar dolar AS pada posisi kesepuluh.
Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah tampaknya menjadi sentimen positif bagi perusahaan tersebut. Shell, TotalEnergies, dan BP melaporkan kinerja kuat berkat diversifikasi model bisnis energinya yang terintegrasi.
Shell dikenal memiliki portofolio LNG dan jaringan perdagangan global, sehingga menjadi salah satu pemain utama di Eropa. Sementara itu, TotalEnergies memposisikan diri sebagai perusahaan multi-energy dengan portofolio yang terdiversifikasi.
Meskipun valuasinya berada di bawah Shell dan TotalEnergies, BP berperan penting dalam distribusi energi global melalui jaringan operasi dan pemasaran terluas di dunia.
BUMN China dukung ketahanan energi nasional
PetroChina menjadi perusahaan migas China yang berada di peringkat kelima dengan nilai pasar mencapai 228,43 miliar dolar AS. China National Offshore Oil Corporation atau CNOOC mengikuti di posisi kedelapan dengan kapitalisasi pasar 147,61 miliar dolar AS.
Kedua perusahaan tersebut tercatat sebagai BUMN migas yang berperan penting mendukung ketahanan energi di China. Investasi besar di sektor hulu dan penyimpanan minyak membantu meredam dampak gangguan pasokan energi.
Sejak konflik di Timur Tengah memanas, perusahaan-perusahaan tersebut fokus menjaga pasokan bahan bakar domestik dengan harga yang dibatasi pemerintah. Mereka juga mengurangi ekspor di pasar internasional.
Beberapa perusahaan migas China diproyeksikan tetap memprioritaskan stabilitas pasokan domestik ke depannya. Strategi ini menunjukkan perusahaan minyak milik negara menjadi instrumen penting dalam membangun ketahanan energi.
FAQ seputar Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia
Apa perusahaan minyak terbesar di dunia 2026? Suadi Aramco menjadi perusahaan minyak terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai 1,649 triliun dolar AS.
Perusahaan minyak terbesar berasal dari negara mana? Daftar 10 besar didominasi perusahaan minyak asal Arab Saudi, Amerika Serikat, Eropa, dan Brasil.
Apa perusahaan minyak terkaya di dunia? Perusahaan minyak paling bernilai di dunia saat ini masih dipegang oleh Saudi Aramco dari Arab Saudi, dengan mencatat laba bersih 33,4 miliar dolar AS pada kuartal II 2026.
Apa perusahaan minyak terbesar di China? PetroChina dan CNOOC dikenal sebagai raksasa migas China yang berperan penting menjaga pasokan energi nasional sekaligus pemain besar dalam pasar global.



















