Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Siapa Pemilik Cimory? Ini Profil Pendiri dan Jejak Kariernya

4 min read
Siapa Pemilik Cimory? Ini Profil Pendiri dan Jejak Kariernya
Bambang Sutantio, pendiri dan pemilik Cimory (Dok. Cimory)
  • Bambang Sutantio adalah pendiri dan Presiden Komisaris Cimory, sekaligus pemegang saham pengendali.

  • Karier Bambang berawal sebagai sales engineer, lalu mendirikan usaha pengolahan daging pada 1993 sebelum merintis Cimory pada 2004.

  • Cimory berkembang menjadi produsen makanan dan minumen ternama di Indonesia dan mengelola tiga pabrik yang menampung susu lebih dari 6.000 peternak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cimory merupakan merek makanan dan minuman berbasis protein yang dikelola PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY). Produk perusahaan mencakup susu, yogurt, serta makanan olahan yang dipasarkan melalui sejumlah merek, termasuk Kanzler.

Seiring berkembangnya bisnis Cimory, sosok pemilik dan pendiri perusahaan turut menarik perhatian. Lantas, siapa pemilik Cimory? Simak profil dan perjalanan bisnisnya berikut ini.

  1. Profil Bambang Sutantio, pendiri dan pemilik saham pengendali Cimory

    Bambang Sutantio merupakan pendiri sekaligus Presiden Komisaris PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY). Lahir di Semarang pada 26 Desember 1958, ia menempuh pendidikan Teknik Pengolahan Pangan di Technical University of Berlin dan lulus pada 1984.

    Bambang juga menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Peternakan dari Universitas Diponegoro atas kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional melalui Cimory Group.

    Per 31 Desember 2025, Bambang tercatat sebagai pemegang saham pengendali dan ultimate shareholder CMRY. Ia memiliki 4,25 miliar saham atau setara 53,56 persen dari total saham perusahaan.

  2. Perjalanan karier Bambang Sutantio

    Setelah lulus, Bambang tidak langsung terjun di dunia bisnis. Ia memulai kariernya sebagai sales engineer di perusahaan peralatan industri Jerman (Fuhrmeister) di Jakarta.

    Bambang kemudian memulai kariernya sebagai pengusaha dengan mendirikan PT Macroprima Panganutama pada 1993, perusahaan pengolahan daging. Saat itu, ia merintis usaha dengan modal Rp150 juta di garasi rumah. Produk pertamanya adalah sosis halal dengan merek Kanzler yang rilis pada 1999.

  3. Perjalanan Bambang Sutantio membangun Cimory

    Pada 2004, Bambang Sutantio merintis Cisarua Mountain Dairy (CMD) bersama rekannya. Bisnis pengolahan susu tersebut dikembangkan untuk menyerap hasil produksi peternak sapi perah di Cisarua, Bogor.

    Setahun kemudian, Cimory mulai bermitra dengan koperasi susu di sekitar Cisarua. Bambang menerapkan standar kualitas bahan baku dan menawarkan harga beli susu sekitar 10 persen lebih tinggi kepada peternak.

    Cimory memproduksi susu pasteurisasi dan memperluas produk olahan susunya. Cimory Yogurt diluncurkan pada 2007, disusul berbagai produk seperti susu UHT, yogurt rendah lemak, Cimory Squeeze, dan susu cokelat UHT.

    Bambang juga mengembangkan bisnis ke kategori lain melalui Java Egg Specialities (JESS), pabrik telur cair pasteurisasi pertama di Indonesia. Ekspansi berlanjut dengan penambahan fasilitas produksi di Semarang dan Pasuruan.

    Pada 2021, Cimory membuka Cimory Dairyland Puncak sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi. Pada 6 Desember di tahun yang sama, perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham CMRY dan menghimpun dana Rp3,66 triliun.

    Kini, Cimory mengoperasikan tiga pabrik dan bermitra dengan lebih dari 6.000 peternak sapi perah untuk mendukung pasokan bahan baku.

    Ingin mengetahui lebih jauh perjalanan Cimory membangun bisnis, mulai dari inovasi produk, penguatan rantai pasok, hingga strategi memperluas pasar? Baca kisah lengkap Cimory dalam Majalah FORTUNE Indonesia edisi September 2026.

    Baca Juga: Majalah FORTUNE Indonesia September 2026: The Long Journey To Market

  4. Kekayaan Bambang Sutantio

    Kekayaan Bambang Sutantio terutama berasal dari bisnis susu dan produk konsumen melalui Cimory. Berdasarkan data real-time Forbes, kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,8 triliun dengan kurs Rp17.694 per dolar AS pada pertengahan September 2026.

    Nilai tersebut berbeda dengan daftar World’s Billionaires 2026 yang dirilis Forbes pada Maret 2026. Dalam daftar tersebut, kekayaan Bambang tercatat US$2,1 miliar. Perbedaan nilai terjadi karena estimasi kekayaan real-time dapat berubah mengikuti pergerakan nilai aset.

    Bambang juga masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia 2025. Forbes menempatkannya di peringkat ke-34 dengan kekayaan US$2,35 miliar pada saat penyusunan daftar tersebut.

  5. Penghargaan Bambang Sutantio

    Perjalanan Bambang Sutantio membangun Cimory juga mendapat sejumlah pengakuan. Ia pernah meraih EY Entrepreneur of the Year 2019 untuk kategori Food Manufacturing. Cimory Group kemudian masuk dalam daftar Best Under A Billion Forbes Asia 2024.

    Saat ini, Bambang tercatat sebagai pendiri, Presiden Komisaris, sekaligus pemegang saham pengendali PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. Kepemilikan tersebut menempatkan Bambang Sutantio sebagai sosok penting di balik Cimory.

    Jadi, demikian ulasan mengenai siapa pemilik Cimory. Semoga menginspirasi.

    FAQ seputar pemilik Cimory

    Siapa pemilik Cimory?

    Bambang Sutantio merupakan pendiri Cimory Group. Ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris perusahaan tersebut.

    Siapa pemegang saham terbesar Cimory?

    Pemegang saham terbesar PT Cisarua Mountain Dairy Tbk atau Cimory adalah Bambang Sutantio dengan kepemilikan sebesar 53,56 persen

    Apakah Cimory milik Bambang Sutantio?

    Ya. Cimory merupakan perusahaan milik Bambang Sutantio melalui kepemilikan saham pengendali.

    Bambang Sutantio orang terkaya ke berapa?

    Bambang Sutantio pernah menduduki peringkat ke-34 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2025.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More