Pendapatan Blibli Semester I-2026 Naik 55 Persen (YoY) Jadi Rp14,8 triliun

- Blibli membukukan pendapatan neto konsolidasian Rp14,8 triliun pada semester I-2026, naik 55 persen secara tahunan berkat kontribusi seluruh segmen usaha.
- Ekspansi toko fisik mendukung strategi omnichannel: hingga Juni 2026, Blibli mengoperasikan jaringan elektronik, fesyen, supermarket Ranch Market, dan pusat pengalaman Dekoruma.
- Blibli naik 13 peringkat ke posisi 59 Fortune Indonesia 100 2026, setelah mencatat pendapatan neto Rp22,4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 34 persen.
Jakarta, FORTUNE – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mengantongi pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp14,8 triliun atau melonjak 55 persen (YoY) pada semester I-2026. Kinerja ini didorong oleh kontribusi positif dari seluruh segmen usaha.
Chief Corporate Officer & Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menyatakan selain segmen ritel dan institusi yang terus bertumbuh, ekspansi jaringan toko fisik Blibli juga turut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Blibli.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat fundamental usaha, menjaga disiplin operasional, serta senantiasa menghadirkan nilai yang relevan dan berkelanjutan bagi pelanggan dan mitra,” ujar Eric melalui keterangan resmi yang dikutip Senin (21/9).
Hingga akhir Juni 2026, Blibli telah mengoperasikan 326 toko elektronik konsumen, 14 toko elektronik rumah tangga, 1 toko fesyen dan olahraga.
Selain itu, Blibli juga mengelola 60 gerai supermarket premium yang dioperasikan oleh Ranch Market, serta 38 home and living experience center yang dioperasikan oleh Dekoruma.
Hal ini, menurut Eric, makin memperkuat strategi omnichannel Blibli. Integrasi berbagai kanal dan layanan dalam ekosistem Blibli Tiket juga terus dikembangkan untuk meningkatkan relevansi layanan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Blibli masuk daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026

Blibli masuk daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026/Dok Blibli Dalam kaitan dengan kinerja tahun lalu, perusahaan ekosistem perdagangan omnichannel ini melonjak 13 peringkat ke posisi 59 dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026, naik signifikan dari posisi 72 pada tahun sebelumnya.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi Blibli untuk kembali masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026 dan mencatatkan peningkatan posisi tahun ini,” kata Eric.
Sebagai konteks, Fortune Indonesia 100 merupakan ajang pemeringkatan bergengsi bagi 100 korporasi terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah pendapatan yang dicatatkan.
Untuk masuk ke dalam daftar tahun ini, Fortune menetapkan ambang batas pendapatan minimum Rp12,31 triliun pada tahun buku 2025.
Secara akumulatif, jumlah pendapatan dari 100 perusahaan dalam daftar ini menyumbang hingga 26,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.
Eric menjelaskan, kenaikan posisi Blibli dalam daftar Fortune Indonesia 100 merupakan bukti nyata strategi omnichannel Blibli yang berkelanjutan serta makin kuatnya fundamental usaha di tengah dinamika pasar.
Pada tahun buku 2025, Blibli berhasil membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp22,4 triliun, tumbuh 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


















