Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Profil Hashim Djojohadikusumo, Bisnis Terbaru hingga Kekayaannya

4 min read
Profil Hashim Djojohadikusumo, Bisnis Terbaru hingga Kekayaannya
Hashim Djojohadikusumo (dok. Kemenhut)
  • PT Nations Petroleum di bawah Arsari Group memenangkan lelang WK Natuna D-Alpha, berkomitmen investasi US$103,31 juta selama tiga tahun awal.

  • Hashim Djojohadikusumo, pendiri serta presiden direktur Arsari Group, membangun bisnis lintas sektor.

  • Arsari memperluas portofolio ke infrastruktur digital dan aset kripto melalui keterkaitan dengan WIFI dan investasi di COIN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Profil Hashim Djojohadikusumo kembali menjadi perhatian setelah PT Nations Petroleum, perusahaan di bawah Arsari Group, memenangkan lelang Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha. Perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang lelang penawaran langsung WK Natuna D-Alpha dalam lelang WK Migas Tahap I 2026.

Kemenangan itu menambah portofolio bisnis Hashim Djojohadikusumo di sektor energi. Sebelumnya, grup usaha yang dipimpinnya telah memiliki bisnis di pertambangan, agribisnis, energi terbarukan, hingga aset digital.

  1. Profil Hashim Djojohadikusumo

    Hashim Sujono Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 5 Juni 1954. Ia merupakan anak bungsu ekonom Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.

    Melansir Arsari Group, Hashim menempuh pendidikan di Eropa dan Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Politik dan Ekonomi dari Pomona College, Claremont, California.

    Berbeda dengan kakaknya, Prabowo Subianto, Hashim memilih berkarier di dunia usaha. Ia mengawali karier sebagai direktur di Indo Consult sebelum berinvestasi di berbagai perusahaan nasional. Pada era Orde Baru, ia dikenal melalui Grup Tirta Mas yang bergerak di sektor semen, perbankan, dan energi.

    Pada 2000–2006, Hashim menjabat sebagai Chairman dan Presiden Direktur Nations Energy, perusahaan energi yang beroperasi di Kazakhstan. Setelah melepas kepemilikannya, ia melanjutkan bisnis di sektor energi melalui Nations Petroleum.

    Pada 2006, Hashim mendirikan Arsari Group di Indonesia. Hingga kini, ia menjabat sebagai pendiri sekaligus presiden direktur grup usaha tersebut.

  2. Kekayaan Hashim Djojohadikusumo

    Nama Hashim Djojohadikusumo pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes pada 2020. Saat itu, Forbes memperkirakan kekayaan bersih Hashim mencapai 685 juta dolar AS atau sekitar Rp9,9 triliun (kurs Rp14.529 per dolar AS pada saat itu).

    Sumber kekayaan Hashim berasal dari berbagai kepemilikan dan aktivitas bisnis yang telah dibangun selama puluhan tahun. Salah satunya dalam bisnis pertambangan, energi, investasi, serta keuangan dan teknologi

  3. Perusahaan Hashim Djojohadikusumo

    Saat ini, bisnis Hashim terpusat di bawah Arsari Group. Nama Arsari merupakan akronim dari nama ketiga anaknya, yakni Aryo, Sara, dan Indra.

    Sebagai pendiri dan presiden direktur, Hashim mengelola portofolio bisnis di berbagai sektor. Cakupannya meliputi agroforestri, perkebunan, infrastruktur digital, energi terbarukan, energi dan pertambangan, perdagangan, hingga budi daya perairan.

    Di sektor migas, Nations Petroleum terbaru memenangkan Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tertanggal 17 September 2026, perusahaan berkomitmen menginvestasikan 103,31 juta dolar AS untuk tiga tahun pertama dan membayar bonus tanda tangan 200.000 dolar AS.

    WK Natuna D-Alpha diperkirakan memiliki potensi gas hingga 222 triliun kaki kubik (TCF). Namun, kandungan karbon dioksida (CO2) yang diperkirakan melebihi 70 persen membuat pengembangannya membutuhkan teknologi pemisahan dan penanganan CO2.

    Hashim juga menjalankan bisnis pertambangan melalui Arsari Tambang. Bisnisnya mencakup rantai usaha timah dan solder, mulai dari eksplorasi, ekstraksi, pengolahan, peleburan, pemurnian, hingga penjualan dan ekspor. Arsari Tambang juga memiliki portofolio di sektor nikel, potash, dan sedimentasi laut.

    Di sektor agribisnis, Arsari memiliki Potensi Bumi Sakti di Aceh yang memproduksi karet remah. Sementara itu, PT ITCI Kartika Utama bergerak di bidang agroforestri.

    Portofolio bisnis Arsari turut menjangkau sektor budi daya perairan melalui Bima Sakti Bahari. Perusahaan tersebut menjalankan usaha budi daya mutiara di Bima, Nusa Tenggara Barat.

  4. Saham Hashim Djojohadikusumo

    Di pasar modal, bisnis Hashim juga terhubung dengan sejumlah emiten melalui Arsari Group. Salah satunya PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten yang bergerak di sektor layanan digital dan infrastruktur telekomunikasi.

    Keterkaitan tersebut bermula ketika Arsari Sentra Data membeli 45 persen saham PT Investasi Sukses Bersama pada 23 Desember 2024. PT Investasi Sukses Bersama merupakan pengendali WIFI dengan kepemilikan 54,42 persen per 31 Agustus 2026.

    WIFI memiliki bisnis yang mencakup layanan digital, periklanan, dan jaringan serat optik. Pada 2025, perseroan memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1 yang mencakup Jawa, Papua, dan Maluku. Infrastruktur tersebut mendukung pengembangan “Internet Rakyat”, layanan broadband berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau.

    Selain WIFI, Arsari Group masuk ke PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melalui PT Arsari Nusa Investama. Investasi ini membawa Arsari ke industri aset digital dan kripto.

    COIN membangun ekosistem aset digital melalui sejumlah entitas, termasuk PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Wakil Direktur Utama Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menilai ekosistem tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan berinvestasi di COIN.

    Masuknya Arsari ke WIFI dan COIN memperluas portofolio bisnis grup ke sektor infrastruktur digital dan aset kripto, di samping sektor energi, komoditas, pertambangan, dan agribisnis.

    FAQ seputar Hashim Djojohadikusumo

    Siapa Hashim Djojohadikusumo?

    Hashim Djojohadikusumo adalah pengusaha Indonesia dan pendiri Arsari Group, serta adik Presiden Prabowo Subianto.

    Apa bisnis terbaru Hashim pada 2026?

    Nations Petroleum memenangkan lelang WK Natuna D-Alpha dengan komitmen pasti 103,3 juta dolar AS untuk tiga tahun pertama.

    Apa saja bisnis Hashim melalui Arsari Group?

    Portofolionya mencakup energi, pertambangan, agribisnis, infrastruktur digital, hingga aset digital.

    Apakah Hashim memiliki bisnis di sektor digital?

    Ya, Arsari memiliki eksposur pada WIFI melalui Arsari Sentra Data dan pada COIN melalui Arsari Nusa Investama.

    Berapa kekayaan Hashim Djojohadikusumo?

    Pada 2020, kekayaan Hashim diperkirakan mencapai 685 juta dolar AS menurut Forbes.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More