Disney Akan Kembali PHK, Manajer Diminta Pangkas Biaya 20 Persen

Disney merencanakan PHK lanjutan dan meminta manajer menyusun penghematan biaya tahunan hingga 20 persen.
Efisiensi di bawah CEO Josh D’Amaro diperkirakan lebih berdampak pada taman hiburan, televisi, dan studio film.
Sepanjang 2026, Disney telah memangkas pekerja di pemasaran, SDM, hingga teknologi sambil menawarkan pensiun dini bagi sebagian karyawan AS.
Jakarta, FORTUNE — Walt Disney Company berencana kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya operasional dan peningkatan profitabilitas. Rencana ini melanjutkan gelombang PHK yang telah dilakukan perusahaan sepanjang 2026.
Mengutip Bloomberg, Rabu (4/11), sejumlah manajer Disney diminta menyusun rencana penghematan biaya tahunan hingga 20 persen. Langkah tersebut mencakup pengurangan jumlah karyawan dan pemangkasan pengeluaran di sejumlah unit bisnis.
Table of Content
Target efisiensi Disney
Rencana Disney PHK ribuan karyawan merupakan bagian dari penataan biaya di bawah kepemimpinan CEO Josh D’Amaro. Sejumlah unit operasional diperkirakan menerima dampak lebih besar, misalnya bisnis taman hiburan, saluran televisi, dan studio film. Namun, belum ada rincian mengenai jumlah pekerja yang akan terdampak di setiap divisi.
Selain mengurangi jumlah karyawan, perusahaan juga mengevaluasi berbagai pengeluaran untuk mencapai target efisiensi. Sebagian dana yang berhasil dihemat akan dialihkan ke investasi program film dan televisi, pengembangan teknologi, serta bisnis taman hiburan dan kapal pesiar.
Sinyal pengurangan biaya sebenarnya telah disampaikan D’Amaro bersama Chief Financial Officer (CFO) Hugh Johnston. Hal itu tertulis dalam surat kepada pemegang saham pada 5 Agustus 2026.
"Kami tetap sangat fokus mengurangi biaya di seluruh perusahaan untuk menciptakan kapasitas tambahan untuk berinvestasi dalam pertumbuhan dan sedang mengevaluasi berbagai opsi."
Dalam surat yang sama, manajemen menyatakan evaluasi tersebut masih berlangsung dan perusahaan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut.
Kabar terbaru, Disney dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 pada 17 November 2026. Laporan tersebut akan menjadi salah satu pembaruan kinerja perusahaan setelah rangkaian efisiensi dan restrukturisasi.
Gelombang PHK Disney sepanjang 2026
Rencana PHK yang terbaru menyusul beberapa putaran pengurangan tenaga kerja sejak D’Amaro memimpin perusahaan pada awal 2026. Pada April, Disney mengumumkan rencana memangkas hingga 1.000 posisi, terutama divisi pemasaran.
Perusahaan kembali melakukan pengurangan sekitar 300 pekerja pada September. Pemangkasan tersebut terutama menyasar divisi sumber daya manusia dan teknologi, baik di tingkat korporat maupun sejumlah unit bisnis.
Sementara itu, laporan Variety menyebut Disney juga melakukan pemangkasan beberapa ratus posisi pada Juli. Pengurangan tersebut mencakup sejumlah fungsi korporat dan unit bisnis, termasuk Pixar, ESPN, Disney Entertainment Television, serta studio film Disney.
Program pensiun dini dan perubahan organisasi
Selain pengurangan karyawan secara langsung, Disney memperkenalkan program pensiun dini pada Agustus 2026 bagi sebagian pekerjanya di Amerika Serikat. Program tersebut ditujukan kepada karyawan senior pada divisi Disney Entertainment, ESPN, dan korporat.
Chief People Officer Disney, Sonia Coleman, menjelaskan wa program pensiun dini merupakan bagian dari rangkaian perubahan struktur organisasi. Dalam surat kepada karyawan pada 24 Agustus, ia menyebut pengurangan tenaga kerja tanpa persetujuan karyawan telah dimulai di sejumlah bagian dan akan berlanjut hingga tahun berikutnya.
"Ini adalah salah satu dari beberapa langkah yang kami ambil untuk merombak organisasi kami, termasuk pengurangan staf secara tidak sukarela yang sudah dimulai di beberapa area dan akan berlanjut hingga tahun depan," tulis Coleman.
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Disney memiliki sekitar 231.000 karyawan pada akhir tahun fiskal 2025 yang berakhir pada September 2025.
Tekanan pada bisnis media dan strategi Disney
Upaya efisiensi Disney berlangsung ketika perusahaan menghadapi perubahan pada bisnis hiburannya. Pendapatan dari televisi konvensional mengalami penurunan, sementara pertumbuhan layanan streaming melambat. Kondisi tersebut mendorong perusahaan menata kembali pengeluaran dan struktur operasionalnya.
Disney juga tengah merencanakan restrukturisasi bisnis televisi yang berpotensi menggabungkan sejumlah divisi dan menghilangkan ratusan posisi pekerjaan. Penataan ini menjadi bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas di perusahaan.
Di sisi lain, Disney bukan satu-satunya perusahaan hiburan yang memangkas tenaga kerja. Netflix pada Oktober 2026 mengumumkan rencana PHK sekitar 1.000 karyawan atau 6 persen dari total karyawannya.
Skydance, perusahaan hasil penggabungan Paramount dan Warner Bros Discovery, juga diperkirakan akan PHK pekerja. Tujuannya untuk mengejar target sinergi senilai 6 miliar dolar AS dalam tiga tahun.
FAQ sepuar Disney PHK
Berapa banyak karyawan yang akan terkena PHK terbaru di Disney? Disney berencana memangkas beberapa ribu karyawan, tetapi belum mengumumkan jumlah pastinya.
Berapa target penghematan biaya yang diminta dari manajer Disney? Sejumlah manajer diminta menargetkan penghematan biaya tahunan hingga 20 persen.
Siapa CEO Disney saat rencana PHK diumumkan? Disney dipimpin CEO Josh D’Amaro yang menjabat sejak awal 2026.
Kapan Disney mengumumkan kinerja keuangan kuartal IV 2026? Disney dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan pada 17 November 2026.



















