Laba CLEO Naik 20,6% hingga Q3, Dua Pabrik Baru Segera Beroperasi

- CLEO membukukan penjualan bersih Rp2,63 triliun hingga kuartal III 2026, naik 25,5 persen secara tahunan; segmen botol menjadi kontributor terbesar dengan porsi 56,9 persen.
- Laba bersih CLEO meningkat 20,6 persen secara tahunan menjadi Rp367,98 miliar, didorong pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional serta jaringan 33 pabrik dan distribusi nasional.
- CLEO menyiapkan operasional dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak pada akhir tahun, sambil meningkatkan penggunaan kemasan sirkular yang porsinya mencapai 18 persen pada 2025.
Jakarta, FORTUNE - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan penjualan bersih senilai Rp2,63 triliun hingga kuartal-III 2026, bertumbuh 25,5 persen (YoY) dari Rp2,09 triliun.
Pada periode itu, seluruh segmen mengalami pertumbuhan signifikan. Penjualan segmen botol meningkat 29,7 persen (YoY) menjadi Rp1,5 triliun. Sementara itu, penjualan dari segmen non-botol tercatat sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 22,9 persen (YoY).
"Segmen botol masih menjadi penyokong utama penjualan Perseroan, dengan kontribusi mencapai 56,9 persen dari total penjualan," kata CEO CLEO, Melisa Patricia dalam keterangannya, Selasa (3/11).
Peningkatan pendapatan yang diiringi optimalisasi efisiensi operasional turut mendorong kenaikan laba bersih perseroan sebesar 20,6 persen (YoY) menjadi Rp367,98 miliar.
Pertumbuhan kinerja itu tidak lepas dari keberadaan jaringan 33 pabrik CLEO secara nasional, serta 500 simpul jaringan distribusi internal, dan lebih dari 12.000 partner distribusi.
Perseroan pun akan terus melakukan ekspansi secara berkala dan terukur. Terkait hal itu, 2 pabrik baru CLEO di Pekanbaru dan Pontianak direncanakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Manajemen CLEO pun optimistis dapat mencapai hasil kinerja double digit di tahun buku 2026.
Selaras dengan gencarnya ekspansi yang dilakukan setiap tahunnya, CLEO juga aktif menjalankan langkah yang mendukung keberlanjutan lewat produk yang dikembangkan. Salah satu implementasi dilakukan melalui inovasi produk, antara lain adalah Cleo Ecogreen yang mengandung 100 persen plastik daur ulang.
Penguatan langkah keberlanjutan juga dapat dilihat pada peluncuran Cleo Ecolite yang dilaksanakan tahun lalu. Cleo Ecolite merupakan produk dengan kemasan botol teringan di dunia, hingga dicatat sebagai rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).
Langkah implementasi lewat kemasan produk itu tercermin dari porsi kemasan sirkular CLEO pada 2025 yang telah mencapai 18 persen. Kemasan sirkular adalah kemasan yang dirancang agar materialnya bisa didaur ulang sehingga tidak menjadi sampah sekali pakai. Tahun ini, CLEO menargetkan peningkatan penggunaan kemasan sirkular seiring meningkatnya penjualan perseroan.


















