Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Penjualan Emiten Grup Salim (ICBP) Tumbuh, Tapi Margin dan Laba Bersih Tertekan

3 min read
Penjualan Emiten Grup Salim (ICBP) Tumbuh, Tapi Margin dan Laba Bersih Tertekan
Indomie Mi Goreng (indomie.com)
  • Penjualan ICBP tumbuh 15 persen menjadi Rp64,45 triliun hingga kuartal III 2026.

  • Kenaikan biaya bahan baku, kemasan, logistik, dan beban keuangan menekan margin serta laba bersih.

  • INDF mencatat kenaikan penjualan dan laba usaha, sementara core profit turut meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Emiten Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 15 persen menjadi Rp64,45 triliun hingga kuartal III 2026. Meski demikian, kenaikan beban bahan baku, kemasan, dan logistik menahan pertumbuhan profitabilitas perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, penjualan neto konsolidasi ICBP meningkat dari Rp56,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp64,45 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba usaha perseroan naik 7 persen menjadi Rp13,67 triliun dari sebelumnya Rp12,74 triliun. Meski demikian, margin laba usaha menyusut menjadi 21,2 persen dibandingkan dengan 22,6 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Tekanan biaya juga tercermin pada pertumbuhan laba inti atau core profit yang lebih terbatas. Setelah mengecualikan pos-pos nonberulang (non recurring) dan selisih kurs, ICBP mencatatkan core profit sebesar Rp8,04 triliun, tumbuh 5 persen dibandingkan dengan Rp7,69 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Di sisi lain, laba bersih perseroan turun menjadi Rp6,16 triliun dari yang sebelumnya Rp7,10 triliun seiring kenaikan beban keuangan.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan perseroan terus memperkuat rantai pasok untuk mempertahankan daya saing pasar dan profitabilitas di tengah kondisi global yang berfluktuasi selama periode sembilan bulan pertama 2026.

“Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/11).

  1. Kinerja INDF

    Sejalan dengan itu, perusahaan induk ICBP, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12 persen menjadi Rp101,49 triliun pada Januari-September 2026, dibandingkan Rp90,98 triliun di periode yang sama tahun lalu.

    Laba usaha INDF naik 15 persen menjadi Rp20,80 triliun dari Rp18,10 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5 persen dari 19,9 persen di tahun sebelumnya.

    Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tipis menjadi Rp7,87 triliun dari yang sebelumnya Rp7,89 triliun diimbangi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang Dolar AS yang diterbitkan oleh ICBP, seiring melemahnya nilai tukar Rupiah.

    Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional perseroan, naik 11 persen menjadi Rp9,37 triliun dari Rp8,42 triliun.

    Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, mengatakan, dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja stabil selama periode sembilan bulan pertama tahun ini.

    “Ke depan, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More