- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Wakil Komisaris Utama)
Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris, Emiten VICI Ekspansi Ekspor

- Pemegang saham VICI menyetujui Rahayu Saraswati sebagai wakil komisaris utama, bersama Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi sebagai komisaris independen.
- VICI memperkuat ekspansi regional melalui kerja sama distribusi dengan UDI Marketing di Malaysia, melanjutkan jangkauan ekspor yang telah mencakup sejumlah negara Asia.
- Perseroan membidik segmen premium lewat rencana akuisisi pemilik Secret Garden, PT Natura Pesona Mandiri, dengan integrasi merek ditargetkan selesai pada semester I 2027.
Jakarta, FORTUNE - Pemegang saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyetujui pengangkatan Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo sebagai wakil komisaris utama, Kamis (29/10). Perseroan pun akan fokus pada strategi ekspansi internasional dan mendorong segmen premium.
Keputusan itu sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) di Jakarta Barat. Komisaris Utama VICI, Billy Hartono Salim, mengatakan, masuknya Sara ke jajaran komisaris dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, terutama dari sisi jaringan, pengalaman, juga pemahaman terhadap industri gaya hidup dan kosmetik.
"Apalagi Bu Sara memiliki passion dan punya tujuan juga untuk membawa kita ke mancanegara," kata Billy dalam konferensi pers RUPLSB VICI, Kamis.
Selain untuk mendukung ekspansi internasional, tujuan kedua perseroan setelah bergabungnya Sara adalah mendorong segmen premium perseroan. Menurut Sara, hal tersebut sudah tercatat jelas dalam rencana bisnis perseroan ke depan.
"Kita sudah berikan amanah dan mandat kepada Dewan Direksi untuk bisa menjalankan, dan juga tentunya dengan dukungan kami di Dewan Komisaris," ujar Sara di kesempatan yang sama.
Belum lama ini, pada 26 Oktober 2026, VICI baru menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan distribusi dan pabrik di Malaysia, yakni UDI Marketing Sdn Bhd (UDIM). Kemitraan itu bertujuan untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produk VICI di Malaysia.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya VICI memperluas jangkauan bisnis regional yang mendukung ekspansi pasar dan pertumbuhan jangka panjang. Pemilihan UDIM sebagai mitra distribusi didasarkan pada pengalaman perusahaan itu dalam bidang pemasaran dan distribusi FMCG di Malaysia selama sekitar 50 dekade. Pengalaman itu didukung jaringan distribusi yang menjangkau Malaysia Barat dan Malaysia Timur.
Saat ini, UDIM bahkan memiliki fasilitas pusat distribusi di Melaka dengan luas 14.000 meter persegi dan kapasitas buffer inventory hingga lebih dari 12.000 palet, serta 18 area bongkar muat.
"Perusahaan ini kebetulan juga perusahaan yang sangat terkenal dan merupakan anak perusahaan dari Salim Group, yang dikenal sangat kuat di distribusi di Indoensia maupun luar negeri. Ini tonggak sejarah lagi, kabar baik untuk perusahaan kami," kata Biilly.
VICI sendiri merupakan perusahaan manufaktur kosmetik dan perawatan tubuh, pemegang merek Herborist. Perseroan juga memiliki merek Miranda, Victoria, Nuface, CBD, Secret Clean, dan Bath & Buff. Di pasar domestik, VICI mengelola 3.256 perdagangan grosir tradisional, 10.596 ritel modern, dan 68.666 ritel tradisional secara nasional. Dari segi ekspor, VICI telah memperluas pasar ke Jepang, Brunei Darussalam, Malaysia, Timor Leste, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Cina.
Terkait tujuan untuk menggenjot segmen premium, VICI berencana menghadirkan merek-merek premium untuk melengkapi kinerja VICI saat ini. Salah satunya, dengan mengakuisisi PT Natura Pesona Mandiri (NPM), pemilik dari merek Secret Garden. Perseroan akan mengintegrasikan merek-merek NPM ke ekosistem VICI dengan target pelaksanaan selesai pada semester-I 2027.
Menurut Direktur VICI, Erwan Irawan Noer, segmen premium berpotensi memberikan margin yang lebih tinggi dibanding segmen low-end. "Premium ini sudah mulai banyak [juga mereknya], tapi yang [jangkauannya] semasif Secret Garden, dengan 81 outlet, itu belum ada. Makanya kami tertarik untuk masuk ke mereka," katanya kepada Fortune Indonesia setelah konferensi pers RUPSLB VICI.
Perubahan struktur pengurus VICI
Selain Sara, VICI turut mengangkat 2 anggota Dewan Komisaris lain, yakni Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi selaku komisaris independen.
Direktur Utama VICI, Sumardi Widjaja, mengatakan, perubahan struktur pengurus VICI itu diharap dapat memperkuat peran pengawasan dan mendukung keberlanjutan kinerja perseroan.
"Bergabungnya ketiga anggota baru dalam jajaran Dewan Komisaris diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan tata kelola perusahaan serta mendukung langkah strategis Perseroan dalam mencapai visi dan misi PT Victoria Care Indonesia Tbk ke depannya," katanya.
Berikut adalah profil singkat masing-masing anggota Dewan Komisaris VICI yang baru:
Beliau menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi. Pengalamannya di bidang kebijakan publik serta pemahamannya terhadap industri nasional memberikan perspektif strategis mengenai arah kebijakan industri, penguatan UMKM, dan inovasi. Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), sehingga memahami tuntutan tata kelola perusahaan terbuka. Bagi VICI, kompetensi dan perspektif strategis Rahayu Saraswati memberikan nilai tambah dalam memahami dinamika industri serta mendukung perumusan strategi ekspansi internasional untuk pasar global.
- Firman Parulian Sitanggang (Komisaris Independen)
Sebagai Ketua Departemen Radiologi RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah sejak 2018 dan mantan Kepala Departemen Radiologi Universitas Udayana, beliau membawa keahlian medis dan pemahaman layanan kesehatan dari sisi klinis. Keahlian ini penting untuk memastikan produk dan layanan kesehatan VICI dikembangkan dengan landasan ilmiah, standar mutu, dan keamanan bagi konsumen.
- Antar M.T. Sianturi (Komisaris Independen)
Sebagai mantan Auditor Utama BPKP dan dosen Universitas Pakuan sejak 2018, beliau membawa pengalaman audit, pengendalian internal, dan manajemen risiko. Seiring masuknya VICI ke lini bisnis baru yang lebih teregulasi, pengalaman ini mendukung pengawasan atas kepatuhan, akuntabilitas investasi, dan kualitas pelaporan.
Dengan perubahan struktur pengurus itu, maka jajaran Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut:
- Billy Hartono Salim, Komisaris Utama
- Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Wakil Komisaris Utama
- Luhur Iwan Hernadi, Komisaris
- Firman Parulian Sitanggang, Komisaris Independen
- Antar M.T. Sianturi, Komisaris Independen




















