Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Tekan Risiko Kebakaran Listrik, ESDM dan Schneider Fasilitasi Sertifikasi 9.500 Peserta

2 min read
Tekan Risiko Kebakaran Listrik, ESDM dan Schneider Fasilitasi Sertifikasi 9.500 Peserta
Schneider Electric kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM menghadirkan Electrician Academy 2026/Dok Fortune IDN
  • Kementerian ESDM dan Schneider Electric menggelar Electrician Academy 2026 untuk memberi pelatihan digital, webinar, serta akses sertifikasi bagi 9.500 teknisi dan retailer instalasi listrik tegangan rendah.
  • Program ini merespons kenaikan penjualan listrik nasional 4,26 persen pada semester I-2026 serta 741 kasus kebakaran di Jakarta yang diduga dipicu instalasi listrik tidak sesuai ketentuan.
  • ESDM mendorong uji kompetensi hingga level tiga demi standar keselamatan konsisten, melanjutkan upaya sertifikasi pemerintah dan Gerakan Listrik Aman 2025 yang menjangkau lebih dari 7.800 instalatur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Schneider Electric berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menghadirkan Electrician Academy 2026 di Jakarta, Kamis (29/10), untuk menyediakan pelatihan dan akses sertifikasi kompetensi bagi 9.500 teknisi serta retailer instalasi listrik tegangan rendah.

Program ini diselenggarakan guna mengimbangi peningkatan konsumsi listrik nasional dan menekan angka kejadian kebakaran akibat gangguan instalasi.

Data PT PLN (Persero) menunjukkan penjualan listrik 162,26 terawatt hour (TWh) pada semester I-2026, naik 4,26 persen secara tahunan (year-on-year). Di sisi lain, data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menunjukkan 741 dari total 1.467 kasus kebakaran (50,51 persen) sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026 diduga disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak sesuai ketentuan.

Electrician Academy 2026 yang berjalan sejak Juli 2026 menargetkan 9.500 peserta, terdiri atas 8.000 teknisi listrik dan 1.500 retailer, untuk mengakses modul pembelajaran digital serta webinar. Selain itu, kolaborasi ini menyediakan jalur uji kompetensi pemeliharaan instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, menyatakan dukungan pemerintah diberikan guna melengkapi pembelajaran serta penyiapan uji kompetensi teknisi.

“Kami mendorong teknisi memperkuat pengalaman lapangan dengan pembelajaran dan uji kompetensi hingga level tiga agar memperoleh pengakuan profesional, bekerja sesuai kompetensinya, dan menerapkan standar keselamatan secara konsisten,” kata Eri melalui keterangan resmi, Kamis (29/10).

Dia menjelaskan Kementerian ESDM juga mengoperasikan dua program sertifikasi sejenis, yakni Program Sertifikasi Rakyat (Proserat) dan Program Sertifikasi Vokasional. Sejak 2022, Proserat menjangkau lebih dari 1.400 teknisi, sedangkan program sertifikasi vokasional menjangkau lebih dari 3.400 peserta.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyampaikan penyiapan tenaga teknis menjadi penyeimbang pertumbuhan kebutuhan listrik dan perkembangan teknologi, seperti kendaraan listrik.

“Pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia harus berjalan seiring dengan kesiapan tenaga profesional dan keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen untuk mengambil peran dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Martin.

Program tahun ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Listrik Aman pada 2025 yang menjangkau lebih dari 7.800 instalatur di 10 wilayah dan mencatatkan rekor MURI untuk predikat “Pelatihan Instalatur Listrik Dengan Peserta Terbanyak”.

“Kami ingin pengalaman lapangan mereka diperkuat melalui pembelajaran berkelanjutan dan sertifikasi yang relevan dengan pekerjaannya,” kata Martin.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More