Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Mesin Pertumbuhan Baru, Gaga Rilis Produk Mi Ayam dan Lirik Ekspor

2 min read
Mesin Pertumbuhan Baru, Gaga Rilis Produk Mi Ayam dan Lirik Ekspor
Gaga Mie Ayam
  • Gaga mengembangkan mi ayam instan untuk memperluas pasar dan mencari pertumbuhan baru di tengah persaingan industri yang ketat.

  • Produk menggunakan metode air-dried dan masih disempurnakan berdasarkan masukan konsumen, termasuk terkait topping ayam.

  • Gaga menguji respons pasar melalui PRJ sebelum memperluas distribusi, sambil menjajaki peluang ekspor ke Asia Tenggara, Jepang, dan Australia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Jakarana Tama, produsen mi instan merek Gaga, memperluas pasar dan mencari celah pertumbuhan baru melalui inovasi produk mie ayam instan. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memasuki pasar mi instan arus utama, setelah selama ini dikenal melalui produk mi bercita rasa pedas.

CEO Jakarana Tama, Ekahadi Djaja mengatakan, perusahaan mengembangkan Gaga mie ayam instan sebagai diferensiasi di tengah kompetisi industri mi instan yang berlangsung ketat.

Menurutnya, inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan konsumen terhadap produk yang praktis, tetapi tetap menghadirkan karakter mi ayam yang biasa ditemukan di kedai. “Kalau kita masih perusahaan yang bertumbuh, kita harus memastikan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi,” ujarnya di Sentul, Bogor, Rabu (29/10).

Ide membuat varian baru tersebut muncul beberapa bulan lalu. Setelah 34 tahun beroperasi, Gaga perlu mencari peluang baru untuk memperbesar bisnis dan memperluas jangkauan konsumennya.

Berbeda dari mi instan yang umumnya melalui proses penggorengan, mi ayam Gaga menggunakan metode pengeringan udara (air-dried).

Perusahaan juga menyiapkan pengembangan produk pelengkap berupa topping terpisah, sambal hingga makanan beku seperti pangsit rebus. Inisiatif ini ditujukan untuk memberi konsumen keleluasaan dalam menyesuaikan sajian mi ayam sesuai selera. Namun, pengembangan kemasan dan produk tersebut masih berjalan.

Menurut Ekahadi, masukan konsumen menjadi bagian penting dalam pengembangan produk. Perusahaan masih perlu menyempurnakan produk, termasuk menjawab ekspektasi konsumen terhadap topping ayam.

Gaga memperkenalkan produk mi ayam tersebut melalui Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada Juni 2026. Perusahaan memilih peluncuran secara langsung untuk menguji respons pasar sebelum memperluas distribusi.

Dari sisi pemasaran, Gaga mengandalkan jaringan distribusi yang mencakup sekitar 25.000 toko ritel yang dijangkau secara langsung. Perusahaan juga mulai menjajaki perluasan distribusi ke jaringan minimarket secara bertahap.

Ekahadi mengatakan, ekspansi distribusi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan dan kualitas produk. Karena itu, perusahaan tidak ingin terburu-buru memperluas jangkauan sebelum memastikan kemampuan operasionalnya.

Di luar pasar domestik, Gaga juga melihat peluang ekspor dan permintaan di sejumlah negara. Perusahaan melihat Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan yang berpotensi menjadi sasaran distribusi, sembari mempelajari peluang di pasar lain, termasuk Jepang dan Australia.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More