Elnusa Raup Pendapatan Rp12,1 Triliun, Laba Bersih Naik 29%

Pendapatan Elnusa mencapai Rp12,1 triliun, sementara laba bersih naik 29 persen menjadi Rp681,5 miliar.
Tiga lini bisnis utama menopang kinerja, dengan distribusi dan logistik energi menyumbang porsi terbesar.
Elnusa memperkuat diversifikasi melalui akuisisi data survei seismik dan proyek percontohan CEOR.
Jakarta, FORTUNE - PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan hingga Rp12,1 triliun atau meningkat 16 persen secara tahunan seiring penguatan produktivitas operasi.
Pertumbuhan kinerja pendaatan tersebut juga diikuti laba bersih yang naik 29 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY) menjadi Rp681,5 miliar. Selain itu EBITDA tumbuh 28 persen secara tahunan menjadi Rp1,3 triliun. Dari sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) tercatat sebesar 5,6 persen, meningkat 12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan efektivitas strategi dalam meningkatkan kualitas pendapatan, mengoptimalkan aktivitas bisnis, serta menjaga efisiensi biaya dan produktivitas operasi secara berkelanjutan.
"Juga didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, serta peningkatan produktivitas di seluruh lini usaha. Kami memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan skala usaha, tetapi juga pada profitabilitas yang sehat dan penciptaan nilai jangka panjang," ujar Nelwin dalam siaran pers, Rabu (28).
Kinerja bisnis berjalan dengan tiga lini bisnis utama penopang, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 30 persen, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi sebesar 62 persen, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 8 persen.
Menurut Nelwin, komposisi tersebut mencerminkan portofolio layanan Elnusa yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai industri energi. Diversifikasi lini usaha menjadi salah satu strategi dalam menjaga ketahanan bisnis, mengoptimalkan peluang pertumbuhan, serta memperluas basis pelanggan.
Diversifikasi juga tercermin dari aksi korporasi perseroan yang baru rampung bulan ini yakni akuisisi data Survei Seismik 2D dan 3D Tedong di Sulawesi Tengah, dengan memanfaatkan teknologi STRYDE Nodes dan dukungan mobilisasi udara untuk mengatasi tantangan medan operasi yang kompleks. Selain itu terlibat dalam proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama yang dikelola PHE OSES.
Dari sisi fundamental keuangan, enitas dibawah naungan PT Pertamina ini mencatatkan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar serta posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp2,1 triliun hingga akhir September 2026. Masih di periode yang sama, total aset Elnusa tercatat sebesar Rp11,7 triliun dengan ekuitas mencapai Rp5,7 triliun.
Hingga akhir tahun, perusahaan menyatakan akan terus berfokus menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas melalui penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group sekaligus akselerasi pengembangan pasar non-captive. Kinerja hingga Kuartal III 2026 disebut menjadi fondasi perseroan menjaga momentum positif hingga akhir tahun.
"Dengan dukungan portofolio layanan terintegrasi, penguasaan teknologi, dan kompetensi operasional yang terus ditingkatkan, Perseroan mengarahkan pengembangan bisnis pada layanan bernilai tambah dengan tingkat profitabilitas yang sehat," pungkasnya.



















