Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Permintaan Bata Ringan Meningkat, Laba BLES Melesat 484%

2 min read
Permintaan Bata Ringan Meningkat, Laba BLES Melesat 484%
Pabrik bata ringan milik BLES.
  • BLES membukukan laba bersih Rp284 miliar hingga kuartal III 2026, meningkat 484 persen secara tahunan.

  • Penjualan dan produksi bata ringan tumbuh seiring peningkatan permintaan serta optimalisasi kapasitas pabrik.

  • BLES mengandalkan efisiensi operasional dan PLTS, serta menyiapkan pengembangan bisnis sesuai kebutuhan pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), emiten produsen bata ringan bermerek Blesscon dan Superiore Block, membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp284 miliar hingga kuartal III 2026. Angka tersebut melonjak 484 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan sebesar 31 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,4 triliun. Kinerja tersebut didukung peningkatan permintaan bata ringan, optimalisasi kapasitas produksi, serta efisiensi operasional.

Dari sisi produksi, BLES mencatatkan volume bata ringan sebesar 2,9 juta meter kubik (m³) selama Januari–September 2026. Angka itu naik 10 persen dibandingkan 2,65 juta m³ pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi turut mendorong utilisasi pabrik menjadi 69 persen dari sebelumnya 63 persen. Saat ini, perseroan mengoperasikan enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara, dengan total kapasitas produksi sekitar 5,6 juta m³ per tahun.

Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew mengatakan, perseroan mengoptimalkan kapasitas produksi dan jaringan fasilitas untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar.

Selain optimalisasi proses produksi, BLES menjalankan efisiensi energi melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Total kapasitas terpasang panel surya perseroan mencapai 4.362 kilowatt-peak (kWp).

Perseroan menilai penggunaan PLTS dapat membantu mengelola konsumsi energi secara lebih efisien sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.

Ke depan, BLES berencana memperkuat daya saing melalui pengembangan bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari tingkat penggunaan bata ringan sebagai substitusi bata merah yang dinilai masih relatif rendah di Indonesia.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More