Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Laba Unilever Capai Rp4,2 Triliun, Meningkat 26 Persen

4 min read
Laba Unilever Capai Rp4,2 Triliun, Meningkat 26 Persen
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (unilever.co.id)
  • Unilever Indonesia membukukan laba bersih Rp4,2 triliun pada Januari–September 2026, naik 26 persen secara tahunan.

  • Penjualan bersih naik 7,2 persen menjadi Rp25,75 triliun, dengan pertumbuhan lima kuartal beruntun. Namun, laba bruto turun tipis ke Rp11,62 triliun.

  • Perseroan memperkuat merek, produk premium, dan pemasaran digital, sambil mengalokasikan lebih dari 60 persen belanja modal untuk produktivitas serta efisiensi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp4,2 triliun sepanjang Januari–September 2026, meningkat sekitar 26 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut mencerminkan kontribusi dari bisnis yang masih berjalan maupun operasi yang telah dihentikan.

Di tengah tekanan biaya bahan baku dan logistik, Unilever Indonesia terus mendorong pertumbuhan melalui penguatan merek, pengembangan produk premium, dan efisiensi operasional. Perseroan juga mempertahankan tren pertumbuhan penjualan selama lima kuartal berturut-turut.

  1. Operasi yang dihentikan sumbang 21 persen laba Unilever

    Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, laba bersih Unilever Indonesia yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,2 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 26 persen dari Rp3,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kenaikan laba ini turut didorong oleh operasi yang telah dihentikan, termasuk bisnis teh Sariwangi yang didivestasi pada Maret 2026. Kontribusi laba dari operasi tersebut mencapai Rp887,9 miliar, meningkat dari Rp338,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

    Dengan demikian, sekitar 21 persen dari total laba bersih Unilever Indonesia berasal dari operasi yang dihentikan. Sementara itu, laba dari bisnis yang masih berjalan tumbuh 10,6 persen menjadi sekitar Rp3,3 triliun.

  2. Penjualan naik, laba bruto sedikit turun

    Penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp25,75 triliun selama Januari–September 2026, naik 7,2 persen dari Rp24,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Khusus kuartal III-2026, penjualan tercatat Rp8,9 triliun, tumbuh 7,4 persen secara tahunan dengan kenaikan volume dasar sebesar 6,4 persen.

    Manajemen mengatakan pertumbuhan berlangsung merata di seluruh bisnis. Dengan pertumbuhan pada bisnis Home & Personal Care serta Foods & Refreshment, dan didukung oleh pertumbuhan di seluruh saluran penjualan utama (route-to-market).

    Meskipun penjualan meningkat, laba bruto justru turun tipis menjadi Rp11,62 triliun dari Rp11,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Data laporan keuangan menunjukkan kenaikan beban pokok penjualan menekan laba bruto di tengah pertumbuhan pendapatan.

  3. Unilever perkuat merek dan dorong penjualan produk premium

    Unilever Indonesia memperkuat daya saing produknya melalui strategi pengembangan merek S.A.S.S.Y. Pendekatan ini menggabungkan lima aspek, yakni inovasi berbasis sains (Science), tampilan produk yang menarik (Aesthetics), pengalaman penggunaan produk (Sensorial Experiences), rekomendasi konsumen (Said by Others), serta relevansi dengan generasi muda (Youthful Relevance).

    Melalui strategi tersebut, Unilever berupaya menghadirkan produk berkualitas dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan serta preferensi konsumen. Sunsilk dan Rinso menjadi contoh merek yang dikembangkan menggunakan pendekatan S.A.S.S.Y.

    Selain memperkuat merek, Unilever Indonesia berfokus pada pengembangan produk premium. Menurut manajemen, segmen premium menguasai sekitar 32 persen pasar dan tumbuh hampir dua kali lebih cepat dibandingkan segmen produk reguler (mainstream).

    Peluang tersebut dimanfaatkan Unilever untuk meningkatkan penjualan produk bernilai lebih tinggi. Bahkan, lebih dari 70 persen bisnis premium perseroan mencatat pertumbuhan yang melampaui pasar di kategorinya masing-masing.

    Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Unilever juga memperluas pemasaran digital melalui media sosial, siaran langsung (live streaming), dan kerja sama dengan mitra afiliasi. Strategi ini dijalankan untuk memperkuat promosi sekaligus mendorong penjualan melalui berbagai kanal.

  4. Alokasikan 60 persen belanja modal untuk produktivitas

    Unilever Indonesia mengalokasikan lebih dari 60 persen belanja modal (capital expenditure/capex) untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas produksi. Investasi ini diarahkan untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus memenuhi kebutuhan pertumbuhan bisnis.

    Perseroan juga berupaya menekan biaya melalui perbaikan proses pengadaan bahan baku, manufaktur, dan sistem operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi kenaikan harga komoditas dan biaya logistik yang dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan.

    Sepanjang 2026, Unilever Indonesia menargetkan pertumbuhan penjualan yang didorong peningkatan volume, disertai perbaikan margin keuntungan secara bertahap. Namun, Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap memperkirakan tekanan inflasi komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah masih berlanjut hingga 2027.

    “Meskipun tekanan inflasi pada komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut hingga memasuki 2027, kami akan terus meresponnya melalui kombinasi penyesuaian harga yang tepat, efisiensi, dan investasi yang disiplin. Prioritas kami adalah menjaga daya saing, memastikan produk tetap terjangkau bagi konsumen, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dalam jangka panjang,” ujar Benjie Yap dalam keterangan resminya.

    Di luar upaya efisiensi, manajemen Unilever Indonesia juga berencana menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai bisnis Foods sebelum akhir 2026.

    FAQ seputar laba Unilever

    Berapa laba bersih Unilever Indonesia hingga September 2026?

    Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4,2 triliun.

    Berapa pertumbuhan penjualan Unilever Indonesia?

    Penjualan bersih tumbuh 7,2 persen menjadi Rp25,75 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

    Berapa kontribusi operasi yang dihentikan terhadap laba?

    Operasi yang dihentikan menyumbang laba Rp887,9 miliar atau sekitar 21 persen dari total laba bersih.

    Untuk apa sebagian besar capex Unilever dialokasikan?

    Lebih dari 60 persen capex digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas kapasitas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More